<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6371538590409497829</id><updated>2012-02-16T12:43:35.555-08:00</updated><category term='3. Kumpulan Syair'/><category term='Kumpulan Syair'/><title type='text'>Desau rindu</title><subtitle type='html'>Duhai Engkau Dzat Yang Maha Menggenggam dan Membolak-balikan Hati. Anugrahilah Hati kami dengan Kerinduan, untuk selalu bertaqarrub kepada-Mu. Lalu sibukanlah Hati kami untuk bermakrifat mengenal-Mu.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://desaurindu.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Yanuka Yat Nurkahyatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09815310252825184263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-8evPVOgw0B4/Tibd0eaDbjI/AAAAAAAAABA/u5UmuOeyJgg/s220/yanuka.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>33</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6371538590409497829.post-6476778014021461290</id><published>2011-11-20T13:21:00.000-08:00</published><updated>2011-11-20T13:21:36.344-08:00</updated><title type='text'>Ingatlah! Jagalah Allah, Maka Allah Akan Menjagamu</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-O6vm7oADUnM/TslvPPic-mI/AAAAAAAAAEg/NDbpXV48ozg/s1600/allah.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-O6vm7oADUnM/TslvPPic-mI/AAAAAAAAAEg/NDbpXV48ozg/s1600/allah.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h2&gt;Jagalah Allah, Maka Allah Akan menjagamu...&lt;br /&gt;Jagalah perintah-perintah-Nya dan kerjakanlah, serta hindarilah  larangan-larangan-Nya, maka Dia akan menjagamu dalam berbagai keadaanmu,  di dunia dan akhiratmu.&lt;br /&gt;Jagalah hak- hak Allah dalam sendiri dan hiruk pikuk kehidupanmu,  dalam diam bahkan panikmu, dalam sadar bahkan tidurmu, dalam setiap  tarikan nafasmu. Maka Allah, akan memberkahi kehidupanmu dengan limpahan  kasih dan rahmatnya untukmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kau juga memastikan bahwa tiada aturan Allah yang serta merta  kau langgar, bahkan saat tiada satupun manusia menyaksikan dirimu, maka  disaat itulah terikat hubungan manis antara dirimu dengan Allah. Karena  kejujuranmu itu melegakan. Karena sikap apa adanya dirimu itu  mendamaikan, dan berarti pula kau telah jujur kepada dirimu serta  kepadaNya.&lt;br /&gt;Dan ketika didalam hati kau nyimpan rapat- rapat ketaatan mu kepada  Allah serta keindahan imanmu yang hanya kau persembahkan kepadanya, maka  segenap ragapun akan mengikuti dan tunduk patuh pada daulat hati, sang  raja mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika hati sudah kau putuskan untuk kau kendalikan atas nama sang  maha hidup, maka tiada lain hanya kebaikan yang akan kau lakukan dan  kedamaian yang akan kau sebarkan kepada seluruh makhluk yang berada di  sekelilingmu.&lt;br /&gt;Namun sebaliknya, saat seribu satu kata kau ucapkan guna menutupi  satu dosa yang telah kau lakukan, maka lihatlah kelanjutan hasil dari  perilaku sembronomu. Tabungan dosa yang kau ciptakan semakin hari  semakin menumpuk, dan ternyata satu kebohongan itu tak lagi simple  untukmu. Dari sanalah tumpukan dosa itu berasal, dan bermuara pada  musibah yang tinggal menunggu waktu untuk datang membunuhmu. Dan belum  lagi lihatlah, masihkah sanggup kau mengangkat wajahmu dihadapan Allah?&lt;br /&gt;Maka akhirnya, dunia serasa sempit bagimu dan memusuhimu, karena  pasti tiada tempat yang cukup luas didunia ini untuk diri seorang  pembohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kau menjaga hak- hak Allah, maka lambat laun, dirimu akan merasa  selalu melihat dan dilihat oleh Allah. Setelah itu tiada lain, bahwa  tujuan, perhatian serta ketetapan hatimu hanya tertuju kepadanya. Bahkan  seorang manusia saja akan sangat senang saat dia hidupnya berlimpah  perhatian dan selalu dikenang atas atapun keadaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Dia adalah Allah Subhanahu wata`ala, Tuhan semesta alam yang Maha  santun dan Maha menghargai setiap apa yang dilakukan oleh hambanya,  sebagai upaya untuk mendekat kepadaNya. Dialah yang Maha mampu untuk  memuliakan dan menghargaimu, serta memberi sebaik- baik balasan  bagimu,&amp;nbsp;dalam kehidupan dunia atau akheratmu kelak.&lt;br /&gt;Dan pandangan Allah itu pula yang akan membaikkan hidupmu karena  penuhnya rasa malu dalam hati saat akan melangkah menuju maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jagalah Allah, maka engkau mendapati-Nya dihadapanmu...&lt;br /&gt;Jika kau memelihara hak- hak Allah maka Allahpun akan lebih  memelihara kebahagiaan untuk selalu terkirim atas hidupmu. Akan  DijagaNya kau saat kau sendiri, ataupun merasa sendiri, dan dimanapun  kau berada. Allah akan menolongmu, mengawalmu, serta memperkuatkan hati,  dan menunjukimu jalan yang lurus. Bukankah hal itu yang sangat kau  butuhkan saat ini?. Dan setelah itu, rasakanlah betapa ketenangan yang  akan memenuhi hatimu. Seperti Allah dulu telah menguatkan semangat Nabi  Musa dan Harun saat mereka merasa takut berhadapan dengan Firaun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Syahidah/ Voa-Islam.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6371538590409497829-6476778014021461290?l=desaurindu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desaurindu.blogspot.com/feeds/6476778014021461290/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/11/ingatlah-jagalah-allah-maka-allah-akan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/6476778014021461290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/6476778014021461290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/11/ingatlah-jagalah-allah-maka-allah-akan.html' title='Ingatlah! Jagalah Allah, Maka Allah Akan Menjagamu'/><author><name>Yanuka Yat Nurkahyatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09815310252825184263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-8evPVOgw0B4/Tibd0eaDbjI/AAAAAAAAABA/u5UmuOeyJgg/s220/yanuka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-O6vm7oADUnM/TslvPPic-mI/AAAAAAAAAEg/NDbpXV48ozg/s72-c/allah.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6371538590409497829.post-8638863345022711866</id><published>2011-11-20T13:14:00.000-08:00</published><updated>2011-11-20T13:17:16.205-08:00</updated><title type='text'>Subhanallah, Sungguh Indah Suaramu, Wahai Wanita</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-bA_QP4pzv-g/TsltgKXf5FI/AAAAAAAAAEY/kyfxvOUHQ2Y/s1600/suara.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-bA_QP4pzv-g/TsltgKXf5FI/AAAAAAAAAEY/kyfxvOUHQ2Y/s1600/suara.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita... makhluk yang sangat indah, yang tercipta dari sebuah kuasa yang Maha indah.&lt;br /&gt;Wanita... sesuai dengan kodratnya yang selalu lekat dengan sejuta  pesona yang dapat membawa siapapun masuk dalam kefanaan yang terindah.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Wanita... puing kesejatian kemegahan surga yang akan membahagiakan,  mendamaikan bahkan melenakan siapapun yang melihat dan kemudian  mengenalnya.&lt;br /&gt;Maha suci Allah, sang maha pencipta hambanya yang bernama Wanita.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Keindahan wanita itu salah satunya terpancar dari suaranya. Dan  Lekatnya sebuah keindahan suara dalam diri wanita, menjadikan dia lebih  dari makhluk yang diberi nama laki- laki.&lt;br /&gt;Canda tawanya yang begitu renyah dan menggemaskan akan menimbulkan  rindu bagi hati yang tergoda. Kelembutannya seperti menyihir siapapun  yang ikut mendengar. Nada kemaanjaannya, menambah gairah laki- laki  untuk semakin melindunginya. Lekuk suaranya, bahkan sampai terbawa dalam  hati dan perasaan.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dan Bagai buluh perindu, suara halus mengalun manja  menimbulkan ketertarikan bagi siapapun yang telinga mereka  menyaksikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai&amp;nbsp;wanita....&lt;br /&gt;Seandainya saja saja kau sadar dengan semua keindahan suaramu dan  apapun yang melekat pada dirimu itu. Dan kau tak akan membiarkan  kesemuanya terserak dan dinikmati orang yang tidak berhak bagimu dan  kemudian seakan terlihat murahan. Lihatlah, betapa sebuah mutiara pasti  tak akan terbuang dijalan. Begitu rapi tersimpan dan terbalut dengan  iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai wanita...&lt;br /&gt;Begitu besar pesona yang terkaruniakan untuk dirimu, sekalipun kau  tak menilainya indah. Namun sadarilah, bahwa keindahan itu memanglah  ada.&amp;nbsp;Dan keberadaannya bukan hanya sekedar menjadi hadiah untukmu,  tetapi pada sisi yang lain, juga menjadi cobaan bagimu. Bahkan Allah  subhanahu wata`ala memberi peringatan kepada kaummu, untuk berhati- hati  dengan satu sisi kelebihanmu itu, kelembutan suaramu, dengarlah....&lt;br /&gt;`Maka janganlah kalian merendahkan suara dalam berbicara sehingga  berkeinginan jeleklah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan  ucapkanlah perkataan yang ma`ruf.` (Al Ahzab: 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai wanita...&lt;br /&gt;Takutlah engkau kepada Allah, dan berhati- hatilah.&amp;nbsp;Bahwa dalam  suaramu adalah memang tersimpan sebuah keindahan. Dan keindahan itu akan  bermuara dimana, pada kebaikan ataukah maksiat, dirimu sendiri yang  menentukan. Jika kau bertanya mengapa harus menghiraukan hal sepele dan  remeh yang bernama menjaga suaramu?. Masyaallah, bahkan berapa banyak  laki- laki di dunia ini yang sudah terlalu banyak kehilangan akal  sehatnya karena godaan wanita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian janganlah hanya kita menyalahkan&amp;nbsp;kekurangan mereka, namun  ada baiknya jika kita lebih menjaga untuk tidak memancing kekurangan  mereka menjadi lebih kurang. Dan saat kau menjaga, semua yang kau miliki  akan menjadi semakin dan semakin indah. Dan sebaliknya, betapapun  indahnya dirimu saat ini, namun jika hanya murah saja kau tampilkan  dirimu diluaran sana, atau kau jadikan dirimu umpan bagi setiap laki-  laki yang hanya akan gratis melihatmu terpampang begitu saja, maka nilai  keindahan itu akan benar- benar hilang, dan hanya akan sekedar selesai  dalam nilai lumrah.&lt;br /&gt;Kau adalah mahal, dan termahalkan, jika kau menjadikan dirimu terhormat dan terlalu mahal untuk hanya sekedar terendahkan.&lt;br /&gt;Maka hargailah dirimu dengan segenap keindahan yang memang bukan  milikmu. Ya, saat ini jika kau mengira semua itu mungkin milikmu, tapi  bukan. Sekali lagi bukan, pemilik yang sebenarnya akan setiap saat  meminta kembali kepadamu, sesuatu yang telah dititipkannya kepadamu. Dan  tentu saja lengkap dengan sepaket pertanggungan jawabmu atas  perlakuanmu terhadap sesuatu milikNya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Syahidah/Voa-islam.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6371538590409497829-8638863345022711866?l=desaurindu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desaurindu.blogspot.com/feeds/8638863345022711866/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/11/subhanallah-sungguh-indah-suaramu-wahai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/8638863345022711866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/8638863345022711866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/11/subhanallah-sungguh-indah-suaramu-wahai.html' title='Subhanallah, Sungguh Indah Suaramu, Wahai Wanita'/><author><name>Yanuka Yat Nurkahyatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09815310252825184263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-8evPVOgw0B4/Tibd0eaDbjI/AAAAAAAAABA/u5UmuOeyJgg/s220/yanuka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-bA_QP4pzv-g/TsltgKXf5FI/AAAAAAAAAEY/kyfxvOUHQ2Y/s72-c/suara.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6371538590409497829.post-252964819054607868</id><published>2011-11-20T13:05:00.000-08:00</published><updated>2011-11-20T13:07:37.761-08:00</updated><title type='text'>Karena Mereka Adalah Diriku</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-kDLC1uvJaFw/TslrlsqPs-I/AAAAAAAAAEQ/2uKyMY00qSU/s1600/hati.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-kDLC1uvJaFw/TslrlsqPs-I/AAAAAAAAAEQ/2uKyMY00qSU/s1600/hati.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2 style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Semua makhluk Allah di bumi, membutuhkan sebuah ketenangan dan  kedamaian untuk meneruskan hidup. Bayangkan ketika kita berada pada  kondisi yang segalanya serba tersedia dan mewah, namun pikiran kita  kacau dan hati begitu kering. Maka semua nikmat tersebut hanya akan  terasa seperti sekedar lewat dan pergi begitu saja tiada terkesan.  Hiduppun terasa akan sangat kacau balau walau orang lain melihat kita  dalam kesempurnaan. Maka tidak disangkal lagi, bahwa kedamaian dan  ketenangan batin, sebenarnya adalah hal primer yang menjadi kebutuhan  manusia.&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Tapi...&lt;br /&gt;Dari manakah kita bisa mendapat kedamaian itu, kedamaian yang akan  ada seterusnya menyertai kita, dan bukan hanya sekedar kamuflase sesaat  saja?.&lt;br /&gt;Saudaraku, bahkan semua itu adalah sangat mudah untuk ditemukan.  Bahagiakan orang lain karena mengharap ridho Allah, maka hidupmu  Insyaallah akan terasa bahagia.&lt;br /&gt;Memperlakukan orang lain sebaik kita memperlakukan diri sendiri,  adalah seperti membuka lebar- lebar kesempatan untuk kebaikan agar  selalu menyertai kita. Dan begitu kebaikan selalunya ada bersama kita,  maka insyallah kedamaian akan dengan mudahnya datang kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;...Memperlakukan orang lain, sebaik kita memperlakukan diri sendiri,  adalah seperti membuka lebar- lebar kesempatan bagi banyak kebaikan agar  selalu menyertai kita...&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;Saudaraku, masih ingatkah kita tentang sabda Rasulullah berikut ini,  “Berilah makan budakmu dengan makanan yang biasa kamu makan dan berilah  mereka pakaian dengan pakaian yang biasa kamu pakai. Janganlah kamu  menyiksa makhluk Allah“. (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;tanpa melihat kedudukan dan apapun dari orang tersebut, beliau  mengajarkan kita untuk tetap berlaku baik dan santun bahkan kepada para  budak sekalipun.&lt;br /&gt;Ingatlah pula tentang bagaimana beliau memperlakukan pembantu dan  pekerjanya. Ketika pembantu kecil Nabi Muhamamd saw. sedang sakit,  beliau membesuk dan duduk di dekat kepalanya, seraya mengajaknya untuk  masuk Islam. Pembantu kecil itu masuk Islam, maka Nabi Muhammad gembira  seraya berkata, “Segala puji bagi Allah swt yang telah menyelamatkan  dirinya dari api neraka.”&lt;br /&gt;Nabi Muhammad&amp;nbsp;sallallahu alaihi wasallam juga&amp;nbsp;senantiasa menjaga  kehormatan seseorang, memulyakan seseorang, melaksanakan hak-hak  seseorang. Beliau tidak pernah mengumpat, menjelekkan, melaknat,  menyakiti, dan tidak merendahkan seseorang. Dan, ketika hendak  menasehati seseorang, beliau berkata, “Kenapa suatu kaum melaksanakan  ini dan itu? Artinya, beliau tidak langsung menyalah orang tersebut.  Bahkan Beliau juga bersabda, ”Barangsiapa menutupi aib seorang muslim,  maka Allah menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Siapa yang mengenyahkan  kesusahan dari berbagai macam kesusahan di dunia dari orang mukmin,  maka Allah akan menghilangkan kesusahan dari berbagai macam kesusahan  pada hari kiamat. Siapa yang memudahkan orang yang kesulitan, maka Allah  memudahkan hisabnya" (HR. Muslim)&lt;br /&gt;Subhanallah, betapa mulianya akhlak beliau. Betapa mulianya ajaran  yang diwariskan untuk kita. Dan memanglah benar bahwa dengan  membahagiakan dan memuliakan orang lain, bukan justru akan merugikan dan  merendahkan kita, namun sebaliknya, akan menjadikan kita pribadi yang  mulia dihadapan manusia dan InsyaAllah mulia dihadapan Allah.&lt;br /&gt;Lalu, Mengapa masih ada dari kita yang harus selalu menuntut orang  lain untuk menjadi sumber kebahagiaan bagi diri kita, bukankah akan  lebih elegan jika hebatkan diri kita dengan menjadi pemasok kedamaian  bagi batin orang lain dengan memperlakukan mereka secara baik, bahkan  lebih baik?.&lt;br /&gt;Mungkin banyak dari kita yang mengeluhkan bahkan saat kita telah  mencoba sebaik- baiknya untuk berbuat baik kepada orang lain, namun  mereka tetap saja berbuat jahat kepada kita. Namun yakinlah saudaraku,  bahwa kebaikan yang kita lakukan tidak akan pernah sia- sia. Dan  kebaikan itu juga seperti sebuah bumerang yang efeknya akan kembali  kepada diri kita kembali. Sabar itu tidak memiliki batas seperti halnya  surga yang&amp;nbsp; begitu luas yang insyaallah akan menjadi hak milik bagi  setiap kita yang memilih untuk tetap menjadi pribadi baik dan membaiki  orang lain. Dan Hal ini hanya akan berlaku untuk para hambanya yang  yakin. Yakin pada kebesaran dan keadilan Allah, yang maha atas segala-  galanya.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;... Hanyalah manusia mulia yang dapat memperlakukan sesamanya dengan mulia...&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;Mari kita belajar tentang keindahan kasih sayang Allah atas kita. Di  dunia ini benar- benar tiada hal yang lebih indah melainkan Allah, tiada  yang lebih mendamaikan melainkan Allah. Kasih sayang Allah adalah yang  maha mempesona. Darinya kita banyak belajar tentang banyak keindahan  yang tidak akan dapat dihitung dengan pikiran manusia. Allah tetap  mencintai kita dan memperlakukan diri kita secara sangat baik, betapapun  kita selalu mengkhianati Allah sepanjang waktu. Marilah pula kita  belajar tentang kemuliaan akhlak Baginda Rasulullah sallallahu alaihi  wasallam yang selalu santun dan baik dalam kesehariannya . Dari beliau  kita belajar bahwa, hanyalah manusia mulia yang dapat memperlakukan  sesamanya dengan mulia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, tidak ada yang lebih  menyejukkan selain sebuah akhlak yang baik, yang tercermin dari  ketulusan kita untuk memberikan yang terbaik yang kita bisa untuk orang  lain. Perlakukan orang lain dengan baik, sebaik kita ingin diperlakukan  baik oleh mereka, hanya karena Allah saja. Bukan karena niat ingin  dipuji apalagi dicintai secara lebih oleh manusia. Memang akan susah  untuk dilakukan, namun ingatlah saudaraku, bahwa kebanyakan manusia  lazim melakukan yang dilakukan manusia kebanyakan. Maka istimewakan  dirimu dengan hal yang akan sulit rasanya di awal tapi insyaallah akan  berakhir pada kemuliaan atas dirimu. Dan sebuah kemuliaan seorang  manusia, tentu saja akan tetap akan ada, bahkan saat manusia tersebut  sudah tiada. Insyaalllah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Syahidah/Voa-Islam.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6371538590409497829-252964819054607868?l=desaurindu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desaurindu.blogspot.com/feeds/252964819054607868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/11/karena-mereka-adalah-diriku-semua.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/252964819054607868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/252964819054607868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/11/karena-mereka-adalah-diriku-semua.html' title='Karena Mereka Adalah Diriku'/><author><name>Yanuka Yat Nurkahyatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09815310252825184263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-8evPVOgw0B4/Tibd0eaDbjI/AAAAAAAAABA/u5UmuOeyJgg/s220/yanuka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-kDLC1uvJaFw/TslrlsqPs-I/AAAAAAAAAEQ/2uKyMY00qSU/s72-c/hati.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6371538590409497829.post-8554644776974416975</id><published>2011-08-23T13:26:00.000-07:00</published><updated>2011-08-23T13:26:33.446-07:00</updated><title type='text'>Mengapa Hatimu Begitu Keras Dan Hidupmu Terasa Kacau?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-3VtJc3OZ0Q8/TlQM2QbO0lI/AAAAAAAAAD0/bzTrxDjnVeQ/s1600/kacau.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-3VtJc3OZ0Q8/TlQM2QbO0lI/AAAAAAAAAD0/bzTrxDjnVeQ/s1600/kacau.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h2&gt;Dunia, lagi- lagi dunia, mengeraskan hati bagi jiwa- jiwa yang  lalai. Menundukkan ketegaran bagi pemegang iman yang lemah dan  mengacaukan pikir manusia berhati gersang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Episede selanjutnya,  adalah kesempitan dada, hidup penuh dengan goncangan, dan tidak pernah  merasakan ketenangan dan kedamaian sama sekali. Betapa kasihannya  manusia seperti ini. Ibarat tenggelam dalam lautan tanpa batas, dia sama  sekali tidak memiliki pegangan apapun, sampai akhirnya dia tenggelam  dan... mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah Allah memberikan hukuman yang lebih besar  kepada seorang hamba selain dari kerasnya qalbu dan jauhnya dari Allah  subhanahu wa ta'ala. Dan neraka adalah diciptakan untuk melunakkan hati  yang keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengoklah betapa hati yang keras begitu sangat kering  dan merongrong hidup manusia tersebut terus-menerus, sedang  kegundahannya muncul terhadap segala sesuatu. Jiwanya pun terasa kosong,  sehingga bagian tubuhnya yang lain ikut bercermin kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengarkan  lisannya. Dia bergerak tanpa berpikir. Bagai menyebar bulu keluar  dijalan, sehingga dalam beberapa detik bulu- bulu itu hilang entah  kemana. Ketika manusia tersebut berniat kembali untuk menemukan dan  membersihkannya, hal itupun menjadi hal yang mustahil untuk dilakukan.  Maka banyak tersakitilah hati- hati saudaranya karena ketajaman kata  dari lidah yang tiada berdzikir.&lt;br /&gt;&lt;span class="font3"&gt;Lisan adalah anak kandung hati. Lisan  mengikuti  hati. Hati yang keras adalah hati yang kosong dari berbagai nasehat yang  baik, dan akan  menjadi buta karenanya. Dan bila seseorang telah buta  hatinya maka ia akan  semakin jauh dari cahaya Illahi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Begitulah gambaran jelas ketika kekerasan hati sudah terlanjur  menancap dan akhirnya si manusia hanya menjadi budak dan bulan- bulanan  nafsu, sedang setan sebagai pengemudianya. Naudzubillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka  tidak adalah keraguan atas firman Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman  Dalam Az Zumar 22 : "Maka celakalah bagi mereka yang keras qalbunya dari  berdzikir kepada Allah. Mereka berada dalam kesesatan yang nyata."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh betapa betapa kasihan manusia- manusia itu...&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;...Tidaklah Allah memberikan hukuman yang lebih besar kepada seorang  hamba  selain dari kerasnya qalbu dan jauhnya dari Allah subhanahu wa  ta'ala.  Dan neraka adalah diciptakan untuk melunakkan hati yang  keras...&lt;/blockquote&gt;Saudaraku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sendiri, jujurlah pada diri, apakah kau  merasa jauh dari Allah? Jika ya, mungkin saja keadaan hatimu sudah  sedemikian mengeras. Dan pantaslah jika kau bersedih, sebab hati yang  paling jauh dari Allah adalah hati yang paling keras, dan jika hati  sudah mengeras maka indrawi pun terasa gersang. Hatimu yang keras bisa  saja ditimbulkan oleh empat hal yang dilakukan melebihi kebutuhan:  makan, tidur, bicara, dan pergaulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Berhentilah!...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahilah  derita penyiksaan atas dirimu sendiri itu!Sudahilah semua kekacauan  hidupmu yang diakibatkan kekerasan hatimu ini! Tidakkah kau kasihan  melihat sampai seperti itu kau mendholimi dirimu sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyerahlah!...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena  hanya Allah&amp;nbsp; yang akan mengeyangkan batinmu dengan kebahagiaan.Bukankah  itu yang selama ini kau cari?. Menyerahlah kepada sang Maha Rahman,  sumber kebahagiaan sejatimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembalilah!...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembalilah  untuk berkelana mengarungi makna-makna Kalamullah dan ayat-ayat-Nya yang  nampak di pelupuk matamu, dan kau pun akan menuai hikmah-hikmah yang  langka dan faedah-faedah yang indah. Jika hatimu senantiasa disuapi  dzikir dan disirami dengan berfikir serta dibersihkan dari kerusakan,  maka kau pasti akan melihat keajaiban dan diilhami hikmah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah  selama ini kaupun tumbuh dalam kasih sayang dan kelembutan Allah sang  maha rahman, lalu mengapa kau tetap harus berkeras hati menyebarkan  kekerasan dan kekasaran hati dan lesanmu kepada sesamamu? Tidakkah dapat  kau rasakan kasih dari Tuhanmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah Allah juga  mengkaruniakan akal kepada kita untuk menjadi manusia berhati lembut dan  penuh kasih sayang. Lalu mengapa kau masih berkasar hati? ataukah sudah  karena saking terlalu banyaknya dosa yang menutup sehingga cahaya hati  terlalu susah untuk menyinari lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak  setiap orang yang berhias dengan ilmu dan hikmah serta memeganginya akan  hidup dalam kebaikan. Kecuali jika mereka menghidupkan qalbu dan  mematikan hawa nafsunya. Adapun mereka yang membunuh hatinya dengan  menghidupkan hawa nafsunya, maka tak akan muncul hikmah dari lisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan siapapun&amp;nbsp; yang ingin mensucikan hatinya maka ia harus mengutamakan Allah dibanding keinginan dan nafsu jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerapuhan  hati kita adalah karena lalai dan merasa aman, sedang tenangnya batin  adalah karena takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan dzikir. Maka  tengoklah dan belajarlah dari sebuah hati yang merasa zuhud dari  hidangan-hidangan kenikmatan dunia, dia akan duduk menghadap  hidangan-hidangan akhirat. Sebaliknya jika ia ridha dengan  hidangan-hidangan dunia, ia akan terlewatkan dari hidangan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun,  siapapun yang menempatkan hatinya disisi Rabb-nya, ia akan merasa  tenang dan tentram. Dan siapapun yang melepaskan hatinya di antara  manusia, ia akan semakin kacau dan gersang hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah!  Kecintaan terhadap Allah tidaklah akan masuk ke dalam hati yang teramat  mencintai dunia kecuali seperti masuknya gajah ke lubang jarum.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;...Kecintaan terhadap Allah tidaklah akan masuk ke dalam hati yang  teramat  mencintai dunia kecuali seperti masuknya gajah ke lubang  jarum...&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Hati kitapun bisa sakit seperti halnya badan yang bisa terluka.  Dan obat dari semua itu adalah dengan bertaubat. Hati pun bisa tumpul  dan berkarat, seperti benda yang di umbar begitu saja tanpa ada  perhatian untuk mengurusnya. Dan cemerlangnya semua itu adalah dengan  berdzikir. Hati bisa pula telanjang sebagaimana badan, dan pakaian  keindahannya adalah taqwa. Hati pun bisa lapar dan dahaga sebagaimana  badan, maka makanan dan minumannya adalah mengenal Allah subhanahu wa  taala, cinta, tawakkal, bertaubat dan tunduk patuh hanya kepada Allah  Subhanahu Wata'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapapun kerasnya  hidupmu sekarang, namun jagalah hatimu agar senantiasa lembut,  mendamaikan dan menyejukkkan, paling tidak untuk dirimu sendiri dahulu.  Ketahuilah, bahwa hanya orang yang baik yang akan selalu dekat dengan  kebaikan, dan kebaikan akan selalu mendekatkan kepada rahmat dan  keberuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Allah Subhanahu wa Wa'ala cinta kepada  seorang hamba, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala akan memilih dia untuk  diri-Nya sebagai tempat pemberian nikmat-nikmat-Nya, dan Ia akan  memilihnya di antara hamba-hamba-Nya, sehingga hamba itu pun akan  menyibukkan harapannya hanya kepada Allah. Hatinya senantiasa dengan  berdzikir kepada-Nya, anggota badannya selalu dipakai untuk berkhidmat  kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai jiwa.. tunduklah, kepada sang penguasa langit  dan bumi, sang pemegang nyawa dan ubun- ubun manusia,sang penggerak dan  pencipta jagad raya. Tunduklah dalam keikhlasan dan kepasrahan  kepadaNya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wahai jiwa.. damailah! Damailah dalam kelembutan dan  kebaikan sebagai cerminan rahmat dari sang maha Penyayang kepada hamba-  hambanya yang senantiasa memenuhi celah kosong mereka dengan keagungan  dan keperkasaanNya yang Abadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Syahidah/Voa-islam.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6371538590409497829-8554644776974416975?l=desaurindu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desaurindu.blogspot.com/feeds/8554644776974416975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/mengapa-hatimu-begitu-keras-dan-hidupmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/8554644776974416975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/8554644776974416975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/mengapa-hatimu-begitu-keras-dan-hidupmu.html' title='Mengapa Hatimu Begitu Keras Dan Hidupmu Terasa Kacau?'/><author><name>Yanuka Yat Nurkahyatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09815310252825184263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-8evPVOgw0B4/Tibd0eaDbjI/AAAAAAAAABA/u5UmuOeyJgg/s220/yanuka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-3VtJc3OZ0Q8/TlQM2QbO0lI/AAAAAAAAAD0/bzTrxDjnVeQ/s72-c/kacau.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6371538590409497829.post-902957245195589890</id><published>2011-08-10T13:09:00.000-07:00</published><updated>2011-08-19T09:59:14.072-07:00</updated><title type='text'>Membersihkan sampah dalam pikiran</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-EbXM5F3vpvI/TkLlft1pg3I/AAAAAAAAADw/1It6EzUXLNQ/s1600/pikir.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-EbXM5F3vpvI/TkLlft1pg3I/AAAAAAAAADw/1It6EzUXLNQ/s1600/pikir.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, ada kisah menarik dari Anas bin Malik. Suatu ketika ia  berjalan dengan Rasulullah SAW. Ketika itu, datanglah seorang Arab badui  dari arah belakang. Dengan serta-merta ia menarik jubah najraani yang  dikenakan Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anas berkata, ”Aku memandang leher Rasulullah dan melihat bahwa jubah  itu telah meninggalkan bekas merah di sana karena kerasnya tarikan.  Orang badui itu kemudian berkata, ‘Wahai Muhammad, beri aku sebagian  dari kekayaan Allah yang ada di tanganmu’. Rasul kemudian menoleh  kepadanya, dan tersenyum, lalu memerintahkan agar orang itu diberi  uang.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini menggambarkan betapa mulianya akhlak Rasulullah SAW. Beliau  tidak pernah membalas keburukan orang dengan keburukan lagi. Saat  dihina, beliau tidak marah atau sakit hati. Beliau justru mendoakan  kebaikan. Mengapa Rasulullah SAW mampu tenang dan bijak menghadapi  gangguan orang lain? Jawabnya, Rasulullah SAW memiliki kelapangan dada  dan kejernihan pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, yang membuat hidup kita tidak bahagia adalah diri kita.  Penyikapan yang buruk terhadap suatu kejadian adalah sumber penderitaan.  Mirip orang yang sariawan makan keripik pedas. Ia menangis, marah, dan  uring-uringan. Yang membuat ia menderita bukan keripiknya, melainkan  lidahnya yang berpenyakit. Bagi orang yang tidak sariawan, keripik  tersebut nikmat dan renyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, ada banyak hal yang membuat hidup kita tidak nyaman. Salah  satunya adalah kegemaran menyimpan ”memori-memori” buruk. Otak bisa  diibaratkan wadah penyimpanan yang akan kotor ketika kita mengisinya  dengan sampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman-pengalaman buruk, seperti penghinaan, perlakukan buruk,  cemoohan, ketersinggungan, kegagalan, dan lainnya; adalah ”sampah” yang  berpotensi mengotori pikiran. Semakin sering kita menyimpan memori buruk  di otak, semakin negatif sikap dan perilaku kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, satu syarat agar hidup kita bahagia adalah membersihkan  kepala dari ”sampah-sampah” busuk. Bagaimana caranya? Pertama, selalu  berusaha mengingat kebaikan orang dan melupakan keburukannya. Saat orang  lain menyakiti kita, carilah seribu satu alasan agar kita tidak benci.  Ingatlah selalu kebaikannya. Jangan sampai kita mengabaikan seribu  kebaikan orang, hanya karena satu keburukan yang boleh jadi tidak  sengaja ia lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, segera lupakan semua perlakuan buruk orang lain. Ibaratnya,  kalau tinta mengotori muka, maka tindakan yang bijak adalah segera  membersihkannya, bukan membiarkannya, atau menunjukkannya pada yang  lain. Demikian pula saat orang berlaku buruk pada kita, menghina  misalnya, alangkah bijak bila kita segera menghapusnya, bukan  memendamnya, membesar-besarkannya, atau menunjukkannya pada banyak  orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, mohonlah kepada Allah SWT agar diberi hati yang lapang dan  pikiran yang jernih. Ada doa dalam Alquran yang bisa kita panjatkan, ”Ya  Tuhanku, lapangkanlah dadaku; dan mudahkanlah urusanku; dan lepaskanlah  kekakuan dari lidahku; agar mereka mengerti perkataanku.” (QS Thaahaa  [20]: 25-28).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bish-shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(KH Abdullah Gymnastiar )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6371538590409497829-902957245195589890?l=desaurindu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desaurindu.blogspot.com/feeds/902957245195589890/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/membersihkan-sampah-dalam-pikiran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/902957245195589890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/902957245195589890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/membersihkan-sampah-dalam-pikiran.html' title='Membersihkan sampah dalam pikiran'/><author><name>Yanuka Yat Nurkahyatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09815310252825184263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-8evPVOgw0B4/Tibd0eaDbjI/AAAAAAAAABA/u5UmuOeyJgg/s220/yanuka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-EbXM5F3vpvI/TkLlft1pg3I/AAAAAAAAADw/1It6EzUXLNQ/s72-c/pikir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6371538590409497829.post-4145985734521685047</id><published>2011-08-10T09:55:00.000-07:00</published><updated>2011-08-10T09:55:01.222-07:00</updated><title type='text'>Untuk Para Saudaraku yang Tersakiti</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-2M5stbXov1s/TkK3rg2ovaI/AAAAAAAAADo/6diBeCzmCoQ/s1600/sakiti.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-2M5stbXov1s/TkK3rg2ovaI/AAAAAAAAADo/6diBeCzmCoQ/s1600/sakiti.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Menyakiti dan disakiti adalah bagai dua sisi mata uang. Namun  bagi sebagian orang, dunia ini adalah hanya tentang ego mereka. Mereka  bisa sekehendak mereka berbuat jahat dan mainkan semau nafsu kapanpun  dan dimanapun. Sampai- sampai mereka lupa bahwa ada sang Maha dari semua  itu, yang dapat bertindak bahkan melampaui nalar normal manusia, untuk  menuntun mereka memanen semua tindakan jahat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pihak yang tersakiti, kesedihan terasa begitu dalam dan  membekas. Tidak ada satu resep dokterpun yang ampuh untuk menyembuhkan  dendam. Ya, dendam yang akhirnya menghasut diri agar bertindak bahkan  lebih kejam dari yang pernah diterimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang kita lupa, masih ada kamera 24 jam yang dengan Maha  bijaksananya akan bertindak adil kepada kita. Tak perlu kawatir, bahkan  tindakan itu dijamin akan lebih canggih dari yang pernah kita duga. Lalu  untuk apa harus ada berkarib dengan dendam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dendam adalah sangat erat kaitannya dengan sebuah rasa putus asa.  Jika anda ingin sembuh dan bahagia seperti sedia kala, jangan menyerah  kepada perasaan putus asa itu, yang dengan kata lain mengiklaskan diri  anda anda sendiri untuk jatuh lebih dalam pada sebuah penderitaan.  Kehidupan adalah bukan hanya tentang orang yang telah menyakiti anda.  Jangan memfokuskan fikiran hanya untuk seseorang yang jelas- jelas sudah  tidak menghargai keberadaan dan menyakiti anda yang begitu berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda begitu berharga, anda begitu istimewa saat diciptakan oleh Allah  Subhanahu Wataala sampai- sampai Dia mengajarkan kepada anda sebuah  kebaikan lewat jalan yang unik yaitu&amp;nbsp;kesabaran. Karena justru sabar  adalah cara instan pemuliaan atas diri anda sendiri. Tidak percaya?..  mari kita refresh kembali ayat ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Apakah kamu mengira akan masuk surga padahal belum datang kepadamu  (ujian) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kami.  Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, diguncang (dengan berbagai  cobaan). Sehingga Rosul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata,  "Kapankah datang pertolongan Allah?" Ingatlah sesungguhnya pertolongan  Allah itu dekat."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;(QS. Al-Baqarah: 214)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu  bersedih hati, padahal kamulah orang yang paling tinggi (derajatnya),  jika kamu orang-orang yang beriman."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;( QS AL Imran (3) : 139 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dan sedikit  ketakutan, penyakit, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.  Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar ".&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;(QS. Al Baqarah : 153 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, sabar adalah cara instan pemuliaan atas diri anda  sendiri. Jangan terluka jika kalimat dan tindakan sabar anda, belum-  belum sudah dicibir sekian banyak orang, namun lihatlah betapa anda  menjadi manusia ajaib yang begitu disayang Allah, ditengah- tengah orang  yang lengah dalam mendidik dirinya. Andalah pemenang dari kasus  kehidupan anda kali ini.Yakinlah, sungguh Allah tidak akan pernah  membiarkan hamba-Nya bersedih berlama-lama. Apa lagi jika kesedihannya  adalah hal dan upaya untuk membesarkan dan membahagiakan diri dan  sesama&amp;nbsp;yang dicintai, apalagi jika untuk semua itu, anda harus melalui  proses yang berjudul tersakiti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan bukan anda yang membuatnya, kesakitan bukan anda yang  menginginkannya. Anda hanyalah korban dari sebuah keadaan yang kurang  berpihak, namun jelas menjadi penguji kualitas iman untuk menjadi lebih  baik. Jangan bersedih sekalipun semua didunia tidak mengharapkan dan  menyakiti anda, karena anda ada di dunia adalah karena kehendak dan  lahir dari kasih sayang Allah sang maha kuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup adalah tentang belajar, kita akan belajar bersama ketakutan,  kesedihan, kehilangan, disakiti, didholimi dan sebagainya. dan walaupun  sakit dan perih, namun kita harus berjuang untuk memaknainya.Karena  Allah tak akan menguji melebihi kemampuan kita. Allah sayang kepada  kita. Jika memang pengertian masih tidak bisa diajak kompromi dengan  pedihnya perasaan,ingatlah satu hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keegoisan diri bukan satu hal yang dapat membaikkan sesama, begitu  pula untuk diri anda sendiri. Mengalah sedikit untuk meredam amarah  justru akan melegakan diri. Selalu ada orang yang mulia dan hina di  dunia ini, dan anda telah menjadi mulia dengan memaafkan. Andalah yang  perkasa, karena dapat tegak dalam luka dan derita. Dari situ kitapun  dapat belajar untuk mengerti dengan menerima hidup ini dengan segala  pernak perniknya, karena pengertian adalah ilmu kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;...Selalu ada orang yang mulia dan hina di dunia ini, dan anda telah menjadi mulia dengan memilih untuk&amp;nbsp;memaafkan...&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;Bangkitlah, jangan biarkan diri hanya mengurusi perasaan khawatir,  sakit dan pedihnya hati yang anda anggap dapat menjadikannya sebagai  obat mujarab penyembuh segala derita dan yang akan mendamaikan Anda.  Segera berlakulah tegas melakukan yang sudah Anda ketahui untuk harus  dilakukan, dan tunjukan bahwa anda adalah istimewa, tunjukkan bahwa anda  adalah pribadi yang murah hati dan yang terlalu berharga untuk  disakiti. Sehingga perasaan menyesal dan menghukum diri sendiri akan  seketika mengakrabi orang yang telah menyakiti anda. Jagalah hati agar  tetap damai, karena bentuk hati akan menentukan cerita episode anda  selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta itu indah, dan cinta tidak menyakiti. Kebesaran, keanggunan,  kesabaran dan kemaafaan yang tetap anda jaga dalam tersayatnya perasaan  tersakiti, menjadi bukti ampuh bahwa anda menjadi perwujudan indahnya  kasih sayang Allah yang maha mencintai. Dan insyaallah, Allah selalu  mencintai orang- orang yang sabar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Syahidah/Voa-islam.com) &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6371538590409497829-4145985734521685047?l=desaurindu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desaurindu.blogspot.com/feeds/4145985734521685047/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/untuk-para-saudaraku-yang-tersakiti.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/4145985734521685047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/4145985734521685047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/untuk-para-saudaraku-yang-tersakiti.html' title='Untuk Para Saudaraku yang Tersakiti'/><author><name>Yanuka Yat Nurkahyatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09815310252825184263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-8evPVOgw0B4/Tibd0eaDbjI/AAAAAAAAABA/u5UmuOeyJgg/s220/yanuka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-2M5stbXov1s/TkK3rg2ovaI/AAAAAAAAADo/6diBeCzmCoQ/s72-c/sakiti.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6371538590409497829.post-861345800417557602</id><published>2011-08-10T09:44:00.000-07:00</published><updated>2011-08-10T09:46:37.102-07:00</updated><title type='text'>Sebuah Lubang Di Kepala</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-PvDzEJOakR4/TkK03V7O2UI/AAAAAAAAADk/mjGPp_MozME/s1600/lubang+kpl.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-PvDzEJOakR4/TkK03V7O2UI/AAAAAAAAADk/mjGPp_MozME/s1600/lubang+kpl.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Seringkali kita bertanya tentang baik atau buruknya keadaan yang  sekarang sedang atau telah melingkupi hidup kita. Seribu satu  pertanyaan itu terkadang belum terpecahkan dan mungkin sama sekali belum  menemukan ujung atau pangkalnya. Namun, pernahkah sejenak kita kaji  kembali bahwa keadaan yang ada pada kita sekarang ini, adalah tergantung  dari isi kepala dan hati kita, yang telah kita pilih sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang mengisi kepala kita itulah yang menggerakkan kita untuk  melakukan sesuatu.Kecintaan kita akan sesuatu bahkan dapat meniadakan  syarat termasuk tentang hal itu masuk akal atau tidak.Kecintaan kita  terhadap sesuatu yang kemudian menggiring menuju sebuah level dan  gambaran tentang siapa diri kita yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah,  ibarat sebuah lubang yang akan terisi, pikiran dalam kepala kita  membentuk pilihan fokus yang dapat menjadikan kita pribadi seperti apa  dan yang memilih jalan yang mana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan diterima atau disangkal,  bahkan kenyataan di dunia ini hanya ada 2 saja, yaitu bersama Allah atau  bersama setan. Setiap hari kita berkutat dalam pilihan diantara dua hal  tersebut. Jika pilihan pengisian lubang pemikiran dalam kepala kita  telah terpenuhi dengan Allah sang maha Rahman, maka yang ada adalah  kebaikan senantiasa menyertai kita. Pun begitu sebaliknya, ketika  penyerahan diri telah kita serahkan pada nafsu dimana setan sebagai  pemimpinnya, tiada lain hanyalah keburukan yang menjadi karib kita.  Diterima atau disangkal, kenyataan bukanlah sekedar teori, namun sudah  pasti nilai kebenarannya.&lt;br /&gt;ketika seseorang menyatakan bahwa dia dapat mencintai 2 hal dalam  satu hati, dan 2 fokus dalam satu pemikiran, maka hal itu tentu mustahil  untuk dilakukan. Semua pasti ada yang pertama dan yang terutama, karena  hati dan kepala manusia hanya dapat diisi satu atau satu persatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang paling banyak kita ingat, dalam sadar ataupun tidak, itulah  yang paling banyak kita cintai. Apa yang gampang menghilang dari fokus  kita, dalam sadar ataupun tidak, itulah yang mungkin kita masih setengah  hati kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu lihatlah ketika seseorang berbahasa, maka kurang lebih  begitulah gambaran yang sama tentang yang ada dikepala dan hatinya,  karena seperti sebuah teko, dia hanya akan mengeluarkan isinya, isi asli  dari dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu lihatlah ketika seseorang menyikapi keadaan, maka kurang  lebih begitulah gambaran yang sama tentang yang ada dikepala dan  hatinya. Ketika cinta dan kedekatan pada Allah telah memenuhi kepalanya,  hal ini pastilah berbeda ketika dia masih setengah hati mencintaiNYa.  dan bahkan akan sangat berbeda sekali apabila dia tidak mencintai atau  mengenalNya sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu pula lihatlah ketika seseorang menjalani hidupnya. Maka  kurang lebih begitulah gambaran yang sama tentang bagaimana dan seperti  apa isi dari lubang ada dikepala dan hatinya. Semua akan dengan  tergambar, terdengar dan terlihat dengan jelas. Tanpa kamuflase dan  rekaan sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bagaimana dengan orang yang berpura- pura telah dengan baik  berfokus pada kecintaan dan pilihan yang benar dalam mengisi kepalanya?.  Orang yang berpura- pura sangat berbeda dengan orang yang masih dalam  taraf berusaha. Kesamaan dri keduanya adalah, keduanya akan menemukan  batas akhir. Orang yang berpura- pura akan menemukan batas akhir yaitu  kebosanan dalam dirinya sehingga mau tidak mau dia akan memunculkan  keaslian gambaran jelas tentang pribadinya. Sedangkan orang yang sedang  berusaha, juga akan menemukan sebuah batas akhir, yaitu dengan ijin  Allah dia akan menemukan sesuatu yang telah susah payah diraihnya.  Tentunya sebuah perubahan yang insyaAllah akan membawa kepada kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dengan begitu jujur, tanyalah kepada diri kita masing- masing,  sudahkah kita mengisi lubang pemikiran kita dengan fokus pada sesuatu  yang benar, yang menentramkan dan membaikkan kita atau paling tidak  memberikan semangat kita untuk lebih baik dan lebih benar?. Selama nafas  masih ada, selama itu pula pilihan atas banyak hal masih berlalu untuk  kita. Maka pilihlah dengan baik, dan jangan melupakan satu hal, bahwa  semua pilihan itu akan batas akhirnya untuk memilih dan tentu saja  lengkap dengan detail konsekuensi pertanggung jawaban atas semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Syahidah/Voa-islam.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6371538590409497829-861345800417557602?l=desaurindu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desaurindu.blogspot.com/feeds/861345800417557602/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/sebuah-lubang-di-kepala.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/861345800417557602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/861345800417557602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/sebuah-lubang-di-kepala.html' title='Sebuah Lubang Di Kepala'/><author><name>Yanuka Yat Nurkahyatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09815310252825184263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-8evPVOgw0B4/Tibd0eaDbjI/AAAAAAAAABA/u5UmuOeyJgg/s220/yanuka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-PvDzEJOakR4/TkK03V7O2UI/AAAAAAAAADk/mjGPp_MozME/s72-c/lubang+kpl.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6371538590409497829.post-5208275839637699630</id><published>2011-08-07T13:13:00.000-07:00</published><updated>2011-08-07T13:14:33.986-07:00</updated><title type='text'>Wahai jiwa-jiwa yang Ikhlas</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-gKIirXlWtqI/Tj7x1HxuH4I/AAAAAAAAADg/6_AWdJohtEA/s1600/jiwa.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-gKIirXlWtqI/Tj7x1HxuH4I/AAAAAAAAADg/6_AWdJohtEA/s1600/jiwa.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Betapa banyak orang yang terpenjara dalam sempitnya sangkar hati yang  begitu sangat membelenggunya. Sedangkan kunci untuk memerdekakan hidup  dan batinya tersebut hanyalah dengan ikhlas. Namun keadaannya masih juga  belum berubah. Semua karena keengganan atau rasa separoh hati yang  menuruti perhitungan untung rugi yang dikatakan logikanya. Maka  ditangguhkannya kemerdekaan jiwanya tersebut dan dinikmatinya kesakitan  yang berkepanjangan. Jika semua sudah sampai pada titik puncak, sayang  sekali bahwa dia lalu melanjutkan kemarahan&amp;nbsp;dan penghujatan tiada henti  kepada Allah,karena merasa telah didholiminya. Tidak, sama sekali tidak,  Allah adalah sang maha penyayang atas hambaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak lihatlah betapa telah jelas terbukti bahwa alangkah kerugian  dan kesempitan yang menyita batin manusia jika dia tidak mau atau tidak  mau tahu tentang keberadaan aturan tuhannya.&amp;nbsp;Dan betapa&amp;nbsp;pandai manusia  ketika dia dapat menghebatkan batinnya untuk tertuntun dalam keteduhan  jalan Allah. salah satu nilai kehebatan itu terkandung dalam Ikhlas.  Bukan hanya kesediaannya menyerahkan jiwa kepada tuntunan kehendak  Allah, namun ikhlas adalah tentang&amp;nbsp;memohon untuk yang terbaik,berusaha  untuk hasil terbaik sampai batas akhir sebuah kekuatan yang kemudian  hasilnya kita terima dengan penuh syukur,dan atau kemudian lebih  berusaha lagi demi yang lebih baik.&lt;br /&gt;Jiwa yang ikhlas tidak terlalu cerewet bertanya tentang keberlakuan  takdir Allah atasnya, melainkan jiwanya berkata bahwa Allah yang paling  tahu atas kebutuhan hidupnya. Dibesarkannya pemikiran positif atas sang  maha pengatur hidupnya itu, karena kepastian diberikan dan dipenuhinya  kepentingan atas hidup dan keberlangsungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa yang ikhlas akan berhenti hanya bertanya, tanpa  bersungguh-sungguh mencoba. Dipertebal rasa malunya untuk memerintah  sang maha kuasa guna mengharuskan mudahnya kebaikan itu datang baginya,  sebelum dia ikhlas berupaya.&lt;br /&gt;Jiwa yang ikhlas akan menghentikan rengekan atas permintaan jaminan  penghargaan oleh para makhluk ataupun dari penciptanya, karena kuatnya  keyakinannya bahwa kebaikan adalah jaminan kepastian bagi yang ikhlas.&lt;br /&gt;Jiwa yang ikhlas tidak akan gampang menyalahkan Allah atas kelemahan  dan kealpaannya. matanya akan melihat dan kemudian berpikirbahwa  ternyata banyak orang lain yang tidak sekuat dia namun akhirnya lebih  berhasil dari padanya karena keikhlasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa- jiwa yang ikhlas menyadari dan mengakui serta menetapkan hati  bahwa Allah subahanahu wata'ala adalah maha dalam segalanya. sungguh,  ketetapan itu tidak diterimanya kecuali dengan damai.diperkuatnya  kesungguhan,maka batinnya akan berkata bahwa Allah yang akan  menghebatkan sekecil-kecil kekuatan,untuk merampungkan sebesar-besar  tugas dan kepentingan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah, jiwa- jiwa yang ikhlas terlihat tampil lebih besar dari  ukuran kemanusiannya. Sendirian dia bisa melakukan tugas dari seribu  orang. Dia melihat yang tiada mampu dilihat manusia lain, dan dia dapat  mendengar atas sesuatu yang tak tersuarakan. dia dapat mempelajari dan  mengambil hikmah lebih banyak dari pada para batin manusia lain yang  terlalaikan. Kelebihan kesaktian tersebut pasti akan dilebihkan oleh  Allah sebagai sebuah harga yang lebih dari pantas. Jiwa yang ikhlas  adalah jiwa yang sakti.&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya Allah tidak akan pernah mencukupkan satu bahasa  cukup untuk menggambarkan keindahan kehidupan bagi jiwa yang ikhlas,  karena ikhlas adalah bagai sebuah siklus tanpa akhir yang membahagiakan  dan memerdekakan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Syahidah/voa-islam.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6371538590409497829-5208275839637699630?l=desaurindu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desaurindu.blogspot.com/feeds/5208275839637699630/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/wahai-jiwa-jiwa-yang-ikhlas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/5208275839637699630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/5208275839637699630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/wahai-jiwa-jiwa-yang-ikhlas.html' title='Wahai jiwa-jiwa yang Ikhlas'/><author><name>Yanuka Yat Nurkahyatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09815310252825184263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-8evPVOgw0B4/Tibd0eaDbjI/AAAAAAAAABA/u5UmuOeyJgg/s220/yanuka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-gKIirXlWtqI/Tj7x1HxuH4I/AAAAAAAAADg/6_AWdJohtEA/s72-c/jiwa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6371538590409497829.post-6245515520398046713</id><published>2011-08-07T12:56:00.000-07:00</published><updated>2011-08-07T13:26:27.213-07:00</updated><title type='text'>Facebook</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-LM4b-TMbH2M/Tj7tf0TPlTI/AAAAAAAAADc/yoC1GdKodeg/s1600/fb.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-LM4b-TMbH2M/Tj7tf0TPlTI/AAAAAAAAADc/yoC1GdKodeg/s1600/fb.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Assalaamu'alaaikum Wr. Wb.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Netter yang Arif dan sejuk hatinya.   Belakangan&amp;nbsp; ini di antara kita pernah mendengar mengenai fatwa  haramnya  Facebook, sebuah layanan pertemanan di dunia maya yang hampir  serupa  dengan Friendster dan layanan pertemanan lainnya. Banyak yang  bingung  dalam menyikapi fatwa semacam ini. Namun, bagi orang yang  diberi  anugerah ilmu oleh Allah tentu tidak akan bingung dalam  menyikapi fatwa  tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tulisan yang  singkat ini, dengan izin dan  pertolongan Allah&amp;nbsp; "Pengelola Halaman  Cahaya Rasulullah SAW" (di  facebook) tengah membahas tema yang cukup  menarik ini, yang sempat membuat  sebagian orang kaget. Tetapi  sebelumnya, ada beberapa&amp;nbsp;&lt;i&gt;preface&lt;/i&gt;&amp;nbsp;yang akan di kemukakan.Semoga Allah memudahkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dua Kaedah yang Mesti Diperhatikan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Netter yang Arif dan sejuk hatinya, semoga kalian selalu mendapatkan taufik dan hidayah Allah Ta’ala. Dari   hasil penelitian dari Al Qur’an dan As Sunnah, para ulama membuat dua   kaedah ushul fiqih berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Hukum asal untuk perkara ibadah adalah terlarang dan tidaklah disyari’atkan sampai Allah dan Rasul-Nya &lt;b&gt;mensyari’atkan&lt;/b&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sebaliknya, hukum asal untuk perkara ‘aadat (non ibadah) adalah dibolehkan dan tidak diharamkan sampai Allah dan Rasul-Nya &lt;b&gt;melarangnya&lt;/b&gt;.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Apa yang dimaksud dua kaedah di atas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk   kaedah pertama yaitu hukum asal setiap perkara ibadah adalah terlarang   sampai ada dalil yang mensyariatkannya. Sebagaimana yang kita ketahui   bahwa ibadah adalah sesuatu yang diperintahkan atau dianjurkan oleh   Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang memerintahkan atau menganjurkan   suatu amalan yang tidak ditunjukkan oleh Al Qur’an dan hadits, maka   orang seperti ini berarti telah mengada-ada dalam beragama (baca:   berbuat bid’ah). Amalan yang dilakukan oleh orang semacam ini pun   tertolak karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak.&lt;/i&gt;” (HR. Muslim no. 1718)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun,   untuk perkara ‘aadat (non ibadah) seperti makanan, minuman, pakaian,   pekerjaan, dan mu’amalat, hukum asalnya adalah diperbolehkan kecuali   jika ada dalil yang mengharamkannya. Dalil untuk kaedah kedua ini adalah   firman Allah Ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُم مَّا فِي الأَرْضِ جَمِيعاً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu&lt;/i&gt;”.   (QS. Al Baqarah: 29). Maksudnya, adalah Allah menciptakan segala yang   ada di muka bumi ini untuk dimanfaatkan. Itu berarti diperbolehkan   selama tidak dilarangkan oleh syari’at dan tidak mendatangkan bahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala juga berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قُلْ   مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللّهِ الَّتِيَ أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ   وَالْطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ قُلْ هِي لِلَّذِينَ آمَنُواْ فِي   الْحَيَاةِ الدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَذَلِكَ نُفَصِّلُ   الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Katakanlah:  “Siapakah yang  mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah  dikeluarkan-Nya untuk  hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang  mengharamkan) rezki yang baik?”  Katakanlah: “Semuanya itu (disediakan)  bagi orang-orang yang beriman  dalam kehidupan dunia, khusus (untuk  mereka saja) di hari kiamat .”  Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat  itu bagi orang-orang yang  mengetahui.”&lt;/i&gt;(QS. Al A’raaf: 32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  ayat ini,  Allah Ta’ala mengingkari siapa saja yang mengharamkan  makanan, minuman,  pakaian, dan semacamnya.Jadi, jika ada yang  menanyakan mengenai hukum  makanan “tahu”? Apa hukumnya? Maka jawabannya  adalah “tahu” itu halal  dan diperbolehkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula jika ada yang menanyakan mengenai jual beli laptop? Apa hukumnya? Jawabannya adalah halal dan diperbolehkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi,   untuk perkara non ibadah seperti tadi, hukum asalnya adalah halal dan   diperbolehkan kecuali ada dalil yang mengharamkannya. Makan bangkai   menjadi haram, karena dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu   pula pakaian sutra bagi laki-laki diharamkan karena ada dalil yang   menunjukkan demikian. Namun asalnya untuk perkara non ibadah adalah   halal dan diperbolehkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, jika ada yang menanyakan pada kami bagaimana &lt;b&gt;hukum Facebook?&lt;/b&gt;  Maka kami jawab bahwa hukum asal Facebook adalah sebagaimana handphone,   email, website, blog, radio dan alat-alat teknologi lainnya &lt;b&gt;yaitu sama-sama mubah dan diperbolehkan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hukum Sarana sama dengan Hukum Tujuan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara   mubah (yang dibolehkan) itu ada dua macam. Ada perkara mubah yang   dibolehkan dilihat dari dzatnya dan ada pula perkara mubah yang menjadi   wasilah (perantara) kepada sesuatu yang diperintahkan atau sesuatu yang   dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di –rahimahullah- &lt;/b&gt;mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Perkara   mubah dibolehkan dan diizinkan oleh syari’at untuk dilakukan. Namun,   perkara mubah itu dapat pula mengantarkan kepada hal-hal yang baik maka   dia dikelompokkan dalam hal-hal yang diperintahkan. Perkara mubah   terkadang pula mengantarkan pada hal yang jelek, maka dia dikelompokkan   dalam hal-hal yang dilarang.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Inilah  landasan yang  harus diketahui setiap muslim bahwa hukum sarana sama  dengan hukum  tujuan (al wasa-il laha hukmul maqhosid).&lt;b&gt;”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;Maksud perkataan beliau di atas:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila   perkara mubah tersebut mengantarkan pada kebaikan, maka perkara mubah   tersebut diperintahkan, baik dengan perintah yang wajib atau pun yang   sunnah. Orang yang melakukan mubah seperti ini akan diberi ganjaran   sesuai dengan niatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya : Tidur adalah  suatu hal  yang mubah. Namun, jika tidur itu bisa membantu dalam  melakukan ketaatan  pada Allah atau bisa membantu dalam mencari rizki,  maka tidur tersebut  menjadi mustahab (dianjurkan/disunnahkan) dan akan  diberi ganjaran jika  diniatkan untuk mendapatkan ganjaran di sisi  Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu  pula jika perkara mubah dapat  mengantarkan pada sesuatu yang dilarang,  maka hukumnya pun menjadi  terlarang, baik dengan larangan haram maupun  makruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya  : Terlarang menjual barang yang  sebenarnya mubah namun nantinya akan  digunakan untuk maksiat. Seperti  menjual anggur untuk dijadikan khomr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh  lainnya  adalah makan dan minum dari yang thoyib dan mubah, namun  secara  berlebihan sampai merusak sistem pencernaan, maka ini sebaiknya   ditinggalkan (makruh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersenda gurau atau guyon juga asalnya adalah mubah. &amp;nbsp;Sebagian ulama mengatakan, “&lt;i&gt;Canda itu bagaikan garam untuk makanan. Jika terlalu banyak tidak enak, terlalu sedikit juga tidak enak&lt;/i&gt;.”   Jadi, jika guyon tersebut sampai melalaikan dari perkara yang wajib   seperti shalat atau mengganggu orang lain, maka guyon seperti ini   menjadi terlarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, jika sudah  ditetapkan  hukum pada tujuan, maka sarana (perantara) menuju tujuan  tadi akan  memiliki hukum yang sama. Perantara pada sesuatu yang  diperintahkan,  maka perantara tersebut diperintahkan. Begitu pula  perantara pada  sesuatu yang dilarang, maka perantara tersebut dilarang  pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya tujuan tersebut wajib, maka sarana yang mengantarkan kepada yang wajib ini ikut menjadi wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya   : Menunaikan shalat lima waktu adalah sebagai tujuan. Dan berjalan ke   tempat shalat (masjid) adalah wasilah (perantara). Maka karena tujuan   tadi wajib, maka wasilah di sini juga ikut menjadi wajib. Ini berlaku   untuk perkara sunnah dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Intinya, Hukum Facebook adalah Tergantung Pemanfaatannya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi   intinya, hukum facebook adalah tergantung pemanfaatannya. Kalau   pemanfaatannya adalah untuk perkara yang sia-sia dan tidak bermanfaat,   maka facebook pun bernilai sia-sia dan hanya membuang-buang waktu.   Begitu pula jika facebook digunakan untuk perkara yang haram, maka   hukumnya pun menjadi haram. Hal ini semua termasuk dalam kaedah “&lt;i&gt;al wasa-il laha hukmul maqhosid&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(hukum sarana sama dengan hukum tujuan).” Di bawah kaedah ini terdapat kaedah derivat atau turunan lainnya yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Maa laa yatimmul wajibu illah bihi fa huwa wajib&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(Suatu yang wajib yang tidak sempurna kecuali dengan sarana ini, maka sarana ini menjadi wajib)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Maa laa yatimmul masnun illah bihi fa huwa masnun&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(Suatu yang sunnah yang tidak sempurna kecuali dengan sarana ini, maka sarana ini menjadi sunnah)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Maa yatawaqqoful haromu ‘alaihi fa huwa haromun&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(Suatu yang bisa menyebabkan terjerumus pada yang haram, maka sarana menuju yang haram tersebut menjadi haram)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Wasail makruh makruhatun&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(Perantara kepada perkara yang makruh juga dinilah makruh)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Maka   lihatlah kaedah derivat yang ketiga di atas. Intinya, jika facebook   digunakan untuk yang haram dan sia-sia, maka facebook menjadi haram dan   terlarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat melihat bahwa tidak sedikit di   antara pengguna facebook yang melakukan hubungan gelap di luar nikah di   dunia maya. Padahal lawan jenis yang diajak berhubungan bukanlah mahram   dan bukan istri. Sungguh, banyak terjadi perselingkuhan karena kasus   semacam ini. Jika memang facebook banyak digunakan untuk tujuan-tujuan   semacam ini, maka sungguh kami katakan, &lt;b&gt;“&lt;i&gt;Hukum facebook sebagaimana hukum pemanfaatannya. Kalau dimanfaatkan untuk yang haram, maka facebook pun menjadi haram&lt;/i&gt;.”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Waktu yang Sia-sia Di Depan Facebook&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Netter,   inilah yang kami ingatkan untuk para pengguna facebook. Ingatlah   waktumu! Kebanyakan orang betah berjam-jam di depan facebook, bisa   sampai 5 jam bahkan seharian, namun mereka begitu tidak betah di depan   Al Qur’an dan majelis ilmu. Sungguh, ini yang kami sayangkan bagi   saudara-saudaraku yang begitu gandrung dengan facebook. Oleh karena itu,   sadarlah!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Semoga beberapa nasehat ulama kembali menyadarkanmu tentang waktu dan hidupmu.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam   Asy Syafi’i rahimahullah pernah mengatakan, “Aku pernah bersama dengan   seorang sufi. Aku tidaklah mendapatkan pelajaran darinya selain dua  hal.  Pertama, dia mengatakan bahwa waktu bagaikan pedang. Jika kamu  tidak  memotongnya (memanfaatkannya), maka dia akan memotongmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjutan dari perkataan Imam Asy Syafi’i di atas, “Kemudian orang sufi tersebut menyebutkan perkataan lain:&amp;nbsp;&lt;i&gt;Jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik (haq), pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil)&lt;/i&gt;.” (&lt;i&gt;Al Jawabul Kafi&lt;/i&gt;, 109, Darul Kutub Al ‘Ilmiyah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul   Qayyim rahimahullah mengatakan, “Waktu manusia adalah umurnya yang   sebenarnya. Waktu tersebut adalah waktu yang dimanfaatkan untuk   mendapatkan kehidupan yang abadi dan penuh kenikmatan dan terbebas dari   kesempitan dan adzab yang pedih. Ketahuilah bahwa berlalunya waktu  lebih  cepat dari berjalannya awan (mendung). Barangsiapa yang waktunya  hanya  untuk ketaatan dan beribadah pada Allah, maka itulah waktu dan  umurnya  yang sebenarnya. Selain itu tidak dinilai sebagai kehidupannya,  namun  hanya teranggap seperti kehidupan binatang ternak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah … kematian lebih layak bagi orang yang menyia-nyiakan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul   Qayyim mengatakan, “Jika waktu hanya dihabiskan untuk hal-hal yang   membuat lalai, untuk sekedar menghamburkan syahwat (hawa nafsu),   berangan-angan yang batil, hanya dihabiskan dengan banyak tidur dan   digunakan dalam kebatilan, maka sungguh kematian lebih layak bagi   dirinya.” (Al Jawabul Kafi, 109)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Marilah Memanfaatkan Facebook untuk Dakwah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah   pemanfaatan yang paling baik yaitu facebook dimanfaatkan untuk dakwah.   Betapa banyak orang yang senang dikirimi nasehat agama yang dibaca di   inbox, note atau melalui link mereka. Banyak yang sadar dan kembali   kepada jalan kebenaran karena membaca nasehat-nasehat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh   karena itu, jadilah orang yang bermanfaat bagi orang lain apalagi  dalam  masalah agama, yang tentu saja dengan bekal ini akan mendatangkan   kebahagiaan di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jabir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;خيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Sebaik-baik manusia adalah yang paling memberikan manfaat bagi orang lain.&lt;/i&gt;” (Al Jaami’ Ash Shogir, no. 11608)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Mas’ud Al Anshori, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Barangsiapa memberi petunjuk pada orang lain, maka dia mendapat ganjaran sebagaimana ganjaran orang yang melakukannya.&lt;/i&gt;” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah&amp;nbsp;&lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&amp;nbsp;&lt;/i&gt;juga bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لأَنْ يَهْدِىَ اللَّهُ بِكَ رَجُلاً وَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ يَكُونَ لَكَ حُمْرُ النَّعَمِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Jika   Allah memberikan hidayah kepada seseorang melalui perantaraanmu maka   itu lebih baik bagimu daripada mendapatkan unta merah (harta yang paling   berharga orang Arab saat itu).”&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah   saudaraku, bagaimana jika tulisan kita dalam note, status, atau link  di  facebook dibaca oleh 5, 1o bahkan ratusan orang, lalu mereka  amalkan,  betapa banyak pahala yang kita peroleh. Jadi, facebook jika  dimanfaatkan  untuk dakwah semacam ini, sungguh sangat bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penutup: Nasehat bagi Para Pengguna Facebook&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Asy Syafi’I mengatakan, “&lt;i&gt;Jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik, pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil)”.&lt;/i&gt;(&amp;nbsp;&lt;i&gt;Al Jawabul Kafi&lt;/i&gt;, 109)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga   kita selalu disibukkan dengan hal yang dapat memberikan manfaat pada   orang lain. Alangkah bagusnya jika status, note dan link yang kita   berikan pada saudara-saudara kita berisi siraman-siraman rohani. Itu   lebih baik dan lebih bermanfaat dibandinga dengan mengisi status di FB   dengan hal-hal yang sia-sia atau bahkan dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami  hanya  bisa berdoa kepada Allah, semoga Allah memberikan taufik dan  hidayah  bagi orang yang membaca tulisan ini. Semoga kita dimudahkan  oleh Allah  untuk memanfaatkan waktu dengan baik, dalam hal-hal yang  bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Alhamdulillahilladzi  bi ni’matihi  tatimmush sholihaat. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina  Muhammad wa ‘ala  alihi wa shohbihi wa sallam.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Rujukan:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Al Jawabul Kafi&lt;/i&gt;, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, Darul Kutub Al ‘Ilmiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Al Qowa’id wal Ushul Al Jaami’ah&lt;/i&gt;, Abdurrahman bin Nashir As Sa’di, Darul Wathon Lin Nasyr&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jam’ul Mahshul fi Syarhi Risalah Ibni Sya’di fil Ushul&lt;/i&gt;, Abdullah bin Sholeh Al Fauzan, Dar Al Muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Risalah Lathifah,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Abdurrahman bin Nashir As Sa’di&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akhiru Salam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wasalaamu'alaaikum Wr. Wb.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber : Cahaya Rasulullah SAW (facebook)&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6371538590409497829-6245515520398046713?l=desaurindu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desaurindu.blogspot.com/feeds/6245515520398046713/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/facebook.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/6245515520398046713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/6245515520398046713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/facebook.html' title='Facebook'/><author><name>Yanuka Yat Nurkahyatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09815310252825184263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-8evPVOgw0B4/Tibd0eaDbjI/AAAAAAAAABA/u5UmuOeyJgg/s220/yanuka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-LM4b-TMbH2M/Tj7tf0TPlTI/AAAAAAAAADc/yoC1GdKodeg/s72-c/fb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6371538590409497829.post-5814963871015670404</id><published>2011-08-07T12:31:00.000-07:00</published><updated>2011-08-07T12:34:20.273-07:00</updated><title type='text'>Sebaik-baiknya manusia</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Q4bgGHvFKA4/Tj7oGSOykbI/AAAAAAAAADU/-Xgm1e78Kgg/s1600/sbaik.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-Q4bgGHvFKA4/Tj7oGSOykbI/AAAAAAAAADU/-Xgm1e78Kgg/s1600/sbaik.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Assalamu'alaikum Wr. Wb.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh  beruntung bagi siapapun yg dikaruniai Allah kepekaan  utk mengamalkan  aneka pernik peluang kebaikan yg diperlihatkan Allah  kepadanya.  Beruntung pula orang yg dititipi Allah aneka potensi  kelebihan oleh-Nya  dan dikaruniakan pula kesanggupan memanfaatkan utk  sebanyak-banyak  umat manusia.&lt;br /&gt;Karena ternyata derajat kemuliaan seseorang dapat  dilihat dari  sejauhmana diri punya nilai manfaat bagi orang lain.  Rasulullah SAW  dalam hal ini bersabda&lt;br /&gt;“Sebaik-baik manusia diantaramu adl yg paling  banyak manfaat bagi orang lain”&lt;br /&gt;{H.R. Bukhari}.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seakan  hadis ini mengatakan bahwa jikalau ingin mengukur sejauhmana  derajat  kemuliaan akhlak kita maka ukurlah sejauhmana nilai manfaat diri  ini?&lt;br /&gt;Kalau  menurut Emha Ainun Nadjib harus tanyakan pada diri ini apakah  kita ini  manusia wajib sunat mubah makhruh atau malah manusia haram?&lt;br /&gt;Apa itu manusia wajib?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia  wajib ditandai jikalau ada sangat  dirindukan sangat bermanfaat bahkan  perilaku membuat hati orang  disekitar tercuri. Tanda-tanda yg nampak  dari seorang ‘manusia wajib’  diantara dia seorang pemalu yg jarang  mengganggu orang lain sehingga  orang lain merasa aman darinya. Perilaku  keseharian lbh banyak  kebaikannya. Ucapan senantiasa terpelihara ia  hemat betul kata-kata  sehingga lbh banyak berbuat daripada hanya  berbicara.&lt;br /&gt;Sedikit kesalahan tak suka mencampuri yg bukan urusan  dan sangat  ni’mat kalau ia berbuat kebaikan. Hari-hari tak lepas dari  menjaga  silaturahmi sikap penuh wibawa penyabar selalu berterima kasih  penyantun  lemah lembut bisa menahan dan mengendalikan diri serta penuh   kasihsayang.&lt;br /&gt;Sama sekali bukan kebiasaan bagi yg akhlak baik  perilaku melaknat  memaki-maki memfitnah menggunjing bersikap  tergesa-gesa dengki bakhil  ataupun menghasut. Justru ia selalu berwajah  cerah ramah tamah mencintai  krn Allah membenci krn Allah dan marah pun  krn Allah SWT subhanallah  demikian indah hidupnya.&lt;br /&gt;Karena  siapapun di dekat pastilah akan tercuri hatinya. Kata-kata akan  senantiasa terngiang-ngiang. Keramahan pun benar-benar menjadi  penyejuk  bagi hati yg sedang membara.&lt;br /&gt;Jikalau saja orang berakhlak  mulia  ini tak ada maka siapapun akan merasa kehilangan akan terasa ada   sesuatu yg kosong di rongga kalbu ini. Orang yg wajib ada pasti penuh   manfaat dan kalau tak ada siapapun akan merasa kehilangan. Begitulah   kurang lbh perwujudan akhlak yg baik dan ternyata ia hanya akan lahir   dari semburat kepribadian yg baik pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau orang yg  sunah keberadaan bermanfaat tapi kalaupun tak ada tak  tercuri hati  kita. Tidak ada rongga kosong akibat rasa kehilangan. Hal  ini terjadi  mungkin karena kedalaman dan ketulusan amal  belum dari lubuk hati yg  paling dalam. Karena hati akan tersentuh oleh  hati lagi. Seperti hal  kalau kita berjumpa dengan orang yg berhati tulus  perilaku benar-benar  akan meresap masuk ke rongga kalbu siapapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan  orang yang mubah ada dan tak ada tak berpengaruh. Di  kantor kerja atau  bolos sama saja. Seorang pemuda yg ketika ada di rumah  keadaan menjadi  berantakan dan kalau tak adapun tetap berantakan.  Inilah pemuda yg  mubah. Ada dan tiada tak membawa manfaat dan tak juga  membawa mudharat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun  orang yg makruh keberadaan justru membawa mudharat dan kalau  dia tak  ada tak berpengaruh. Arti kalau dia datang ke suatu tempat maka  orang  merasa bosan atau tak senang. Misal ada seorang ayah sebelum  pulang  dari kantor suasana rumah sangat tenang tetapi seketika klakson   dibunyikan tanda bahwa ayah sudah datang anak-anak malah lari ke   tetangga ibu cemas dan pembantu pun sangat gelisah. Inilah seorang ayah   yg keberadaan menimbulkan masalah. Seorang anak yg makruh kalau pulang   sekolah justru masalah pada bermunculan dan kalau tak pulang suasana   malah menjadi aman tentram. Ibu yg makruh diharapkan anak-anak utk   segera pergi arisan daripada ada di rumah. Sedangkan karyawan yang   makruh kehadiran di tempat kerja hanya melakukan hal yg sia-sia daripada   bersungguh-sungguh menunaikan tugas kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi dgn  orang bertipe haram keberadaan malah dianggap menjadi  musibah  sedangkan ketiadaan justru disyukuri. Jikasaja dia pergi ngantor  justru  perlengkapan kantor pada hilang maka ketika orang ini dipecat  semua  karyawan yg ada malah mensyukurinya. Masya Allah tak ada salah  kita  merenung sejenak tanyakan pada diri ini apakah kita ini anak yang   menguntungkan orang tua atau malah hanya jadi benalu saja?&lt;br /&gt;Masyarakat   merasa mendapat manfaat tak dgn kehadiran kita? Ada kita di masyarakat   sebagai manusia apa wajib sunah mubah makhruh atau haram? Kenapa tiap   kita masuk ruangan teman-teman malah pada menjauhi apakah krn perilaku  sombong kita?&lt;br /&gt;Kepada ibu-ibu hendak tanyakan pada diri  masing-masing apakah  anak-anak kita sudah merasa bangga punya ibu  seperti kita? Pu manfaat  tak kita ini? Bagi ayah cobalah mengukur diri  saya ini seorang ayah atau  seorang gladiator? Saya ini seorang pejabat  atau seorang penjahat?  Kepada para mubaligh harus berta  nih benarkah  kita menyampaikan kebenaran atau hanya mencari penghargaan  dan  popularitas saja?&lt;br /&gt;Nampak saat bercermin seyogya tak hanya   memperhatikan wajah saja tapi pandanglah akhlak dan perbuatan yg telah   kita lakukan. Sayang jarang orang berani jujur dgn tak membohongi diri   sering malah merasa pinter padahal bodoh merasa kaya padahal miskin   merasa terhormat padahal hina. Padahal utk berakhlak baik kepada manusia   awal dgn berlaku jujur kepada diri sendiri.&lt;br /&gt;Kalaupun mendapati  orang tua kita berakhlak buruk. Sadarilah bahwa  darah daging melekat  pada diri kita karena kita harus berada di barisan  paling depan utk  membela demi keselamatan dunia dan akhiratnya. Bagi  orang tua yg belum  Islam  kewajiban seorang anaklah yg bertanggung jawab mengikhtiarkan  jalan  hidayah. Apabila orang tua berlumur dosa dan belum mau melakukan  shalat  maka seorang anaklah yg berada pada barisan pertama membantu  orang tua  kita menjadi seorang ahli ibadah dan ahli taubat. Ingatlah  walau  bagaimanapun kita punya hutang budi pada orang tua kita.  Keburukan yg  ada pada mereka jangan menjadikan kebencian jangan pula  menyalahkan dan  menyesali diri “kenapa saya lahir dari orang tua yg  sudah cerai?”  misalnya.&lt;br /&gt;Atau adapula anak yg sibuk menyalahkan  diri krn tak pernah  tahu keberadaan orang tuanya. Sama sekali tak akan  menyelesaikan masalah  jika hanya menyalahkan keadaan. Lebih baik kita  tanyakan pada diri ini apakah sudah punya manfaat tak kita ini?&lt;br /&gt;Makin banyak manfaat yg kita lakukan dgn ikhlas insya Allah itulah rizki kita.&lt;br /&gt;Begitu  pula terhadap lingkungan kita harus punya akhlak tersendiri.  Seperti  pada binatang kalau tak perlu tak usah kita menyakitinya. Ada  riwayat  seorang ibu ahli ibadah tapi Allah malah mencap sebagai ahli  neraka.  Mengapa?&lt;br /&gt;Ternyata krn si  ibu ahli ibadah ini pernah mengurung  kucing dalam sebuah tempat sehingga  si kucing tak mendapatkan jalan  keluar utk mencari makan padahal oleh  si ibu tak pula diberi makan  sampai akhir kucing itu mati. Karena walau  si ibu ini ahli ibadah tapi  Allah melaknat krn akhlak pada makhluk  jelek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang aneh  kita ini ketika duduk di taman nan hijau entah sadar  atau tak kita  cabuti rumput atau daun-daunan yg ada tanpa alasan yg  jelas. Padahal  rumput daun dan tumbuh-tumbuhan yg ada di alam semesta  ini semua sedang  bertasbih kepada-Nya. Yang paling baik adl jangan  sampai ada makhluk  apapun di lingkungan kita yg tersakiti. Termasuk  ketika menyiram atau  memetik bunga  tanaman atau tumbuhan lain hendaklah dgn hati-hati krn  tanaman juga  mengerti apa yg dilakukan kita kepadanya. Dikisahkan  ketika Nabi SAW pindah mimbar yg asal menyandar pada sebuah pohon kurma  maka pohon kurma  itu diriwayatkan sangat sedih dan menangis krn ia  telah ditinggalkan  sebagai alat bantu Rasulullah SAW dalam menyampaikan  ilmu kepada para  sahabatnya.&lt;br /&gt;Kejadian lain adalah ketika   seorang hamba yg shalih dihampiri seekor singa yg mengaum-ngaum seakan   hendak menerkamnya. Tentu saja semua orang yg melihat kejadian ini   berlari ketakutan. Aneh hamba yg shalih ini sama sekali tak kelihatan   merasa takut kenapa? Karena dia yakin bahwa singa juga makhluk dalam   genggaman Allah dan sama-sama sedang bertasbih kepada-Nya. Seraya   mengajak berbicara layak pada makhluk yg bisa diajak bicara&lt;br /&gt;“Mau  apa  kesini? Kalau tak ada kewajiban dari Allah dan hanya utk mengganggu   masyarakat alangkah baik engkau pergi” maka pergilah singa itu   subhanallah.&lt;br /&gt;Demikianlah orang yang takut hanya kepada Allah makhluk pun  tunduk kepadanya.&lt;br /&gt;Seperti  hal ketika ada ular di halaman rumah maka bagi orang yg  akhlak baik  dan dia merasa tak terganggu sama sekali dia tak akan  membunuh malah  ditolong si ular ini utk bisa kembali ke habitat itu yg  lbh baik.  Kalaupun dirasa mengganggu sehingga tak ada jalan lain kecuali  harus  dibunuh maka ia akan membunuh dgn cara terbaik dan tak lupa  disebut  asma Allah. Jadilah proses membunuh ular ini sebagai ladang  amal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa  indah pribadi yg penuh pancaran manfaat ia bagai cahaya  matahari yg  menyinari kegelapan menjadikan tumbuh benih-benih bermekaran   tunas-tunas merekah bunga-bunga di taman hingga menggerakkan berputar   roda kehidupan. Demikianlah cahaya pribadi kita hendak mampu   menyemangati siapapun bukan hanya diri kita tetapi juga orang lain dalam   berbuat kebaikan dgn full limpahan energi karunia Allah Azza wa Jalla   Zat yg Maha Melimpah energi-Nya subhanallah.&lt;br /&gt;Ingatlah hidup hanya  sekali  dan sebentar saja sudah sepantas kita senantiasa memaksimalkan  nilai  manfaat diri ini yakni menjadi seperti yg disabdakan Nabi SAW  sebagai  khairunnas. Sebaik-baik manusia! Insya Allah. **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akhiru Salam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wasalaamu'alaaikum Wr. Wb.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : file chm bundel Tausyiah Manajemen Qolbu Aa Gym&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yanuka&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6371538590409497829-5814963871015670404?l=desaurindu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desaurindu.blogspot.com/feeds/5814963871015670404/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/sebaik-baiknya-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/5814963871015670404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/5814963871015670404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/sebaik-baiknya-manusia.html' title='Sebaik-baiknya manusia'/><author><name>Yanuka Yat Nurkahyatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09815310252825184263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-8evPVOgw0B4/Tibd0eaDbjI/AAAAAAAAABA/u5UmuOeyJgg/s220/yanuka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Q4bgGHvFKA4/Tj7oGSOykbI/AAAAAAAAADU/-Xgm1e78Kgg/s72-c/sbaik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6371538590409497829.post-6726698996026517024</id><published>2011-08-07T12:25:00.000-07:00</published><updated>2011-08-07T12:25:48.295-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='3. Kumpulan Syair'/><title type='text'>Semesta Rindu</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-RfzVHRqz8Qk/Tj7mi3dGz3I/AAAAAAAAADQ/nZseZzimQCs/s1600/hampa.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-RfzVHRqz8Qk/Tj7mi3dGz3I/AAAAAAAAADQ/nZseZzimQCs/s1600/hampa.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Senja mengangkang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Desau angin mengusik hati&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Desir dedaunan berbisik sunyi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Dingin, hampa, jiwa terpagut rindu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Aku terdampar disni&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Membenam dalam resah tiada tepi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Larut dalam galau&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Menatap rimba dengan sejuta tanya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Rasa takut yang tak jua surut&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Rasa cemas yang tak jua lenyap&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Mengetuk asa, jiwa terpagut rindu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Sebentar lagi malam&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Langit kan gelap, lalu pekat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Setumpuk kisah yang kekal kan hadir dikedalaman mimpi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Seperti wajah-wajah yang kujumpai siang tadi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Atau seperti jejaku yang membatu di sepanjang jalan antara Cimalaka dan Tanjung Kerta&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Yang kelak akan kupaparkan menjadi prosa dua nyawa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Antara aku dan kesenyapan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Jiwaku terpagut rindu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Rindu yang tak kutahu untuk apa dan siapa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Hanya lolongan dalam batin yang diam-diam mencaci malam&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Hanya wajah demi wajah yang melambar dalam ingatan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Sesaat membias, lalu lenyap bersama cahaya senja yang kian sirna&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Mengapa hati terasa letih&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kala memandang gunung-gunung yang menjulang begitu tinggi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kala menatap jalan yang berliku begitu rumit&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kala ribuan tangan menjulur meminta hati&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kala ribuan mimpi melambai di langit tinggi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Astaghfirullah...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Hatiku hampa, jiwa terpagut rindu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Duhai Dzat Semesta Rindu...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Jikalau diri yang rapuh ini t'lah tersesat di ruang waktu tiada berkah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Maka bimbinglah setiap langkah kakiku yang terayun, menuju tempat yang lebih terang oleh cahaya rahmat-MU&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Jikalau diri yang lelap ini t'lah terbuai oleh rindu yang tiada manpaat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Maka tuntunlah setiap gerak hatiku yang mengalun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Biarkanlah hati ini melantunkan Asma-Asma-MU Yang Maha Besar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Mendamba-MU&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Memuji-MU&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Merindukan-MU...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Duhai Dzat Semesta Rindu...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Yanuka&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Cimalaka,09012011,17.30wib&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;(Catatan disuatu senja yang hampa, kala jiwa terpagut rindu)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6371538590409497829-6726698996026517024?l=desaurindu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desaurindu.blogspot.com/feeds/6726698996026517024/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/semesta-rindu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/6726698996026517024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/6726698996026517024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/semesta-rindu.html' title='Semesta Rindu'/><author><name>Yanuka Yat Nurkahyatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09815310252825184263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-8evPVOgw0B4/Tibd0eaDbjI/AAAAAAAAABA/u5UmuOeyJgg/s220/yanuka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-RfzVHRqz8Qk/Tj7mi3dGz3I/AAAAAAAAADQ/nZseZzimQCs/s72-c/hampa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6371538590409497829.post-1218796836068167347</id><published>2011-08-07T12:13:00.001-07:00</published><updated>2011-08-23T10:34:54.183-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan Syair'/><title type='text'>Talk About The Future</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-PvybCzXDQ0k/Tj7kvq6Bz4I/AAAAAAAAADM/I5jVrinB0Wk/s1600/ms+depan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-PvybCzXDQ0k/Tj7kvq6Bz4I/AAAAAAAAADM/I5jVrinB0Wk/s1600/ms+depan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..................&lt;br /&gt;Masa depan adalah lautan mimpi dan harapan semua insan, yang kerapkali menjadi ilusi yang indah dan juga menakutkan.&lt;br /&gt;Begitulah adanya.. Kita tidak bisa melihat apa yang ada dibalik tikungan.&lt;br /&gt;Apa,  bagaimana, dan seperti apa, adalah misteri yang kan tersingkap seiring  waktu bergulir, mengikuti garis pena yang t'lah mengering, yang tidak  bisa kita cegah dan kita bantah. Karna smua t'lah tercatat, mengikuti  skenario Sang Khaliq &lt;b&gt;"Sutradara Agung Yang Maha Luhur"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diam tak beranjak karna takut terjebak, berarti kalah sebelum melangkah.&lt;br /&gt;Sebab waktu takan pernah menunggu.&lt;br /&gt;Selalu bergulir dan akan terus bergulir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butuh keberanian untuk berspekulasi cepat menentukan arah langkah.&lt;br /&gt;Butuh keuletan dalam bertindak, untuk menyikapi aneka problem yang kian meningkat.&lt;br /&gt;Butuh kesiapan untuk menerima semua kemungkinan yang diluar keinginan.&lt;br /&gt;Butuh  iman untuk tetap  tersadar dan yakin, kalau kita hanyalah makhluk yang  memiliki banyak keterbatasan, untuk mengetahui segala hal yang tidak  terjangkau oleh daya nalar dan kemampuan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada Dia..&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dzat Yang Maha Perkasa&lt;/b&gt;, yang berkuasa mengatur setiap sendi kehidupan.&lt;br /&gt;Ada Dia..&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dzat Yang Maha Hebat&lt;/b&gt;, yang menggenggam dan merahasian semua jawaban di balik tabir-tabir.&lt;br /&gt;Ada Dia..&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dzat Yang Maha Cinta&lt;/b&gt;, yang selalu setia menjaga dan menaungi jiwa, kala terlelap dan terjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada Dia..&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Allah Azza wa Jalla&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penguasa Alam Semesta.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Subhanallahi wal hamdulillahi wa laa ilaaha illallahu wallahu akbar wa laa haula wa laa quwwata illaa billahil 'aliyyil 'azhiim.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;to be continue&lt;i&gt;........ &lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6371538590409497829-1218796836068167347?l=desaurindu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desaurindu.blogspot.com/feeds/1218796836068167347/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/talk-about-future.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/1218796836068167347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/1218796836068167347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/talk-about-future.html' title='Talk About The Future'/><author><name>Yanuka Yat Nurkahyatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09815310252825184263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-8evPVOgw0B4/Tibd0eaDbjI/AAAAAAAAABA/u5UmuOeyJgg/s220/yanuka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-PvybCzXDQ0k/Tj7kvq6Bz4I/AAAAAAAAADM/I5jVrinB0Wk/s72-c/ms+depan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6371538590409497829.post-4308758007477921465</id><published>2011-08-07T11:50:00.000-07:00</published><updated>2011-08-07T11:52:57.248-07:00</updated><title type='text'>Ikhlas  (Aa Gym)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-X1MOj7E03dg/Tj7e3DqfVzI/AAAAAAAAADE/OhfyoK_NAdM/s1600/ikhlas.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-X1MOj7E03dg/Tj7e3DqfVzI/AAAAAAAAADE/OhfyoK_NAdM/s1600/ikhlas.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Assalamu'alaikum Wr. Wb.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah mengaruniakan   kepada kita hati yang ikhlas. Karena betapapun  kita melakukan sesuatu   hingga bersimbah peluh berkuah keringat, habis  tenaga dan terkuras   pikiran, kalau tidak ikhlas melakukannya, tidak akan  ada nilainya di   hadapan Allah. Bertempur melawan musuh, tapi kalau  hanya ingin disebut   sebagai pahlawan, ia tidak memiliki nilai apapun.  Menafkahkan seluruh   harta kalau hanya ingin disebut sebagai dermawan, ia  pun tidak akan   memiliki nilai apapun. Mengumandangkan adzan setiap  waktu shalat, tapi   selama adzan bukan Allah yang dituju, hanya sekedar  ingin memamerkan   keindahan suara supaya menjadi juara adzan atau  menggetarkan hati   seseorang, maka itu hanya teriakan-teriakan yang tidak  bernilai di   hadapan Allah, tidak bernilai!Ikhlas, terletak pada  niat hati. Luar   biasa sekali pentingnya niat ini, karena niat adalah  pengikat amal.   Orang-orang yang tidak pernah memperhatikan niat yang ada  di dalam   hatinya, siap-siaplah untuk membuang waktu, tenaga, dan harta  dengan   tiada arti. Keikhlasan seseorang benar-benar menjadi amat penting  dan   akan membuat hidup ini sangat mudah, indah, dan jauh lebih  bermakna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;   Apakah ikhlas  itu? Orang yang ikhlas adalah orang yang tidak   menyertakan kepentingan  pribadi atau imbalan duniawi dari apa yang   dapat ia lakukan. Konsentrasi  orang yang ikhlas cuma satu, yaitu   bagaimana agar apa yang dilakukannya  diterima oleh Allah SWT. Jadi   ketika sedang memasukan uang ke dalam  kotak infaq, maka fokus pikiran   kita tidak ke kiri dan ke kanan, tapi  pikiran kita terfokus bagaimana   agar uang yang dinafkahkan itu diterima  di sisi Allah.Apapun yang   dilakukan kalau konsentrasi kita hanya  kepada Allah, itulah ikhlas.   Seperti yang dikatakan Imam Ali bahwa orang  yang ikhlas adalah orang   yang memusatkan pikirannya agar setiap amalnya  diterima oleh Allah.   Seorang pembicara yang tulus tidak perlu  merekayasa kata-kata agar   penuh pesona, tapi ia akan mengupayakan setiap  kata yang diucapkan   benar-benar menjadi kata yang disukai oleh Allah.  Bisa   dipertanggungjawabkan kebenarannya. Bisa dipertanggungjawabkan  artinya.   Selebihnya terserah Allah. Kalau ikhlas walaupun sederhana  kata-kata   kita, Allah-lah yang kuasa menghujamkannya kepada setiap  qalbu.Oleh   karena itu, jangan terjebak oleh rekayasa-rekayasa. Allah  sama sekali   tidak membutuhkan rekayasa apapun dari manusia. Allah  Mahatahu segala   lintasan hati, Mahatahu segalanya! Makin bening, makin  bersih, semuanya   semata-mata karena Allah, maka kekuatan Allah yang akan  menolong   segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Buah apa yang didapat dari seorang    hamba yang ikhlas itu? Seorang hamba yang ikhlas akan merasakan    ketentraman jiwa, ketenangan batin. Betapa tidak? Karena ia tidak    diperbudak oleh penantian untuk mendapatkan pujian, penghargaan, dan    imbalan. Kita tahu bahwa penantian adalah suatu hal yang tidak    menyenangkan. Begitu pula menunggu diberi pujian, juga menjadi sesuatu    yang tidak nyaman. Lebih getir lagi kalau yang kita lakukan ternyata    tidak dipuji, pasti kita akan kecewa.Tapi bagi seorang hamba yang    ikhlas, ia tidak akan pernah mengharapkan apapun dari siapapun, karena    kenikmatan baginya bukan dari mendapatkan, tapi dari apa yang bisa    dipersembahkan. Jadi kalau saudara mengepel lantai dan di dalam hati    mengharap pujian, tidak usah heran jikalau nanti yang datang justru    malah cibiran.Tidak usah heran pula kalau kita tidak ikhlas akan  banyak   kecewa dalam hidup ini. Orang yang tidak ikhlas akan banyak    tersinggung dan terkecewakan karena ia memang terlalu banyak berharap.    Karenanya biasakanlah kalau sudah berbuat sesuatu, kita lupakan    perbuatan itu. Kita titipkan saja di sisi Allah yang pasti aman. Jangan    pula disebut-sebut, diingat-ingat, nanti malah berkurang pahalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;   Lalu,  dimanakah letak kekuatan hamba-hamba Allah yang ikhlas? Seorang   hamba  yang ikhlas akan memiliki kekuatan ruhiyah yang besar. Ia   seakan-akan  menjadi pancaran energi yang melimpah. Keikhlasan seorang   hamba Allah  dapat dilihat pula dari raut muka, tutur kata, serta   gerak-gerik  perilakunya. Kita akan merasa aman bergaul dengan orang   yang ikhlas.  Kita tidak curiga akan ditipu, kita tidak curiga akan   dikecoh olehnya.  Dia benar-benar bening dari berbuat rekayasa. Setiap   tumpahan kata-kata  dan perilakunya tidak ada yang tersembunyi. Semua   itu ia lakukan tanpa  mengharap apapun dari orang yang dihadapinya, yang   ia harapakan hanyalah  memberikan yang terbaik untuk siapapun.Sungguh   akan nikmat bila  bergaul dengan seorang hamba yang ikhlas. Setiap   kata-katanya tidak akan  bagai pisau yang akan mengiris hati.   Perilakunya pun tidak akan  menyudutkan dan menyempitkan diri. Tidak   usah heran jikalau orang ikhlas  itu punya daya gugah dan daya ubah yang   begitu dahsyat. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akhiru Salam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wassalamu'alaikum Wr. Wb&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6371538590409497829-4308758007477921465?l=desaurindu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desaurindu.blogspot.com/feeds/4308758007477921465/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/ikhlas-aa-gym.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/4308758007477921465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/4308758007477921465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/ikhlas-aa-gym.html' title='Ikhlas  (Aa Gym)'/><author><name>Yanuka Yat Nurkahyatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09815310252825184263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-8evPVOgw0B4/Tibd0eaDbjI/AAAAAAAAABA/u5UmuOeyJgg/s220/yanuka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-X1MOj7E03dg/Tj7e3DqfVzI/AAAAAAAAADE/OhfyoK_NAdM/s72-c/ikhlas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6371538590409497829.post-4846591454529723147</id><published>2011-08-07T11:11:00.000-07:00</published><updated>2011-08-07T11:11:23.841-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='3. Kumpulan Syair'/><title type='text'>Rapuh (Opick)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-7Ksr8GxVgeY/Tj7VB9WaRwI/AAAAAAAAADA/cei2t4nC4kA/s1600/air+mata.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-7Ksr8GxVgeY/Tj7VB9WaRwI/AAAAAAAAADA/cei2t4nC4kA/s1600/air+mata.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;RAPUH &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;detik waktu terus berjalan&lt;br /&gt;berhias gelap dan terang&lt;br /&gt;suka dan duka tangis dan tawa&lt;br /&gt;tergores bagai lukisan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seribu mimpi berjuta sepi&lt;br /&gt;hadir bagai teman sejati&lt;br /&gt;di antara lelahnya jiwa&lt;br /&gt;dalam resah dan air mata&lt;br /&gt;kupersembahkan kepadaMu&lt;br /&gt;yang terindah dalam hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meski ku rapuh dalam langkah&lt;br /&gt;kadang tak setia kepadaMu&lt;br /&gt;namun cinta dalam jiwa&lt;br /&gt;hanyalah padaMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maafkanlah bila hati&lt;br /&gt;tak sempurna mencintaiMu&lt;br /&gt;dalam dadaku harap hanya&lt;br /&gt;diriMu yang bertahta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;detik waktu terus berlalu&lt;br /&gt;semua berakhir padaMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Song by Opick &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6371538590409497829-4846591454529723147?l=desaurindu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desaurindu.blogspot.com/feeds/4846591454529723147/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/rapuh-opick.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/4846591454529723147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/4846591454529723147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/rapuh-opick.html' title='Rapuh (Opick)'/><author><name>Yanuka Yat Nurkahyatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09815310252825184263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-8evPVOgw0B4/Tibd0eaDbjI/AAAAAAAAABA/u5UmuOeyJgg/s220/yanuka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-7Ksr8GxVgeY/Tj7VB9WaRwI/AAAAAAAAADA/cei2t4nC4kA/s72-c/air+mata.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6371538590409497829.post-6992888931389672881</id><published>2011-08-07T10:38:00.000-07:00</published><updated>2011-11-20T12:55:29.770-08:00</updated><title type='text'>Kumpulan Syair</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-9rJTnfM1QZU/TslpMfe4PfI/AAAAAAAAAD4/9L9Cpa0dTQw/s1600/syair.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-9rJTnfM1QZU/TslpMfe4PfI/AAAAAAAAAD4/9L9Cpa0dTQw/s1600/syair.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Daftar :&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;&lt;a href="http://desaurindu.blogspot.com/2010/11/4-puisi.html"&gt;Senandung Do'a&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;&lt;a href="http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/mutiara-tujuh-kata-ibnu-hajar-al.html"&gt;Mutiara Tujuh Kata&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;a href="http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/rapuh-opick.html"&gt;Rapuh  (Opick)&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;a href="http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/talk-about-future.html" style="color: blue;"&gt;Talk About The Future&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;a href="http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/semesta-rindu.html" style="color: blue;"&gt;Semesta Rindu&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6371538590409497829-6992888931389672881?l=desaurindu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desaurindu.blogspot.com/feeds/6992888931389672881/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/kumpulan-syair.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/6992888931389672881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/6992888931389672881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/kumpulan-syair.html' title='Kumpulan Syair'/><author><name>Yanuka Yat Nurkahyatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09815310252825184263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-8evPVOgw0B4/Tibd0eaDbjI/AAAAAAAAABA/u5UmuOeyJgg/s220/yanuka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-9rJTnfM1QZU/TslpMfe4PfI/AAAAAAAAAD4/9L9Cpa0dTQw/s72-c/syair.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6371538590409497829.post-1604246688959094667</id><published>2011-08-07T10:27:00.000-07:00</published><updated>2011-11-27T08:09:45.996-08:00</updated><title type='text'>Kumpulan Tausyiah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/--kUjCW-BVMM/Tslpspp39hI/AAAAAAAAAEA/1v-KLwAJ72s/s1600/tausiah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/--kUjCW-BVMM/Tslpspp39hI/AAAAAAAAAEA/1v-KLwAJ72s/s1600/tausiah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ZDflic6DfdI/TkK7fRIVyvI/AAAAAAAAADs/eBgrexBXkd0/s1600/chy+illahi.bmp" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Judul Entri : &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://desaurindu.blogspot.com/2010/11/2-hati-hati-dengan-hati.html"&gt;Hati-hati dengan "HATI"&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://desaurindu.blogspot.com/2010/11/3-allah-bersama-orang-yang-sabar.html"&gt;Allah bersama orang yang sabar&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/ikhlas-aa-gym.html" style="color: blue;"&gt;Ikhlas  (Aa Gym)&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/sebaik-baiknya-manusia.html" style="color: blue;"&gt;Sebaik-baik manusia&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/facebook.html" style="color: blue;"&gt;Facebook&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt; &amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/wahai-jiwa-jiwa-yang-ikhlas.html" style="color: blue;"&gt;Wahai jiwa-jiwa yang Ikhlas&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/sebuah-lubang-di-kepala.html" style="color: blue;"&gt;Sebuah lubang di kepala&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/untuk-para-saudaraku-yang-tersakiti.html" style="color: blue;"&gt;Untuk para saudaraku yang tersakiti&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/membersihkan-sampah-dalam-pikiran.html" style="color: blue;"&gt;Membersihkan sampah dalam pikiran&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/mengapa-hatimu-begitu-keras-dan-hidupmu.html"&gt;Mengapa hatimu begitu keras dan hidupmu terasa kacau?&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://desaurindu.blogspot.com/2011/11/karena-mereka-adalah-diriku-semua.html"&gt;Karena mereka adalah diriku&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://desaurindu.blogspot.com/2011/11/subhanallah-sungguh-indah-suaramu-wahai.html"&gt;Subhanallah,, sungguh indah suaramu wahai wanita&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://desaurindu.blogspot.com/2011/11/ingatlah-jagalah-allah-maka-allah-akan.html"&gt;Ingatlah..!! Jagalah Allah maka Allah akan menjagamu&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6371538590409497829-1604246688959094667?l=desaurindu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desaurindu.blogspot.com/feeds/1604246688959094667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/tausyiah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/1604246688959094667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/1604246688959094667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/tausyiah.html' title='Kumpulan Tausyiah'/><author><name>Yanuka Yat Nurkahyatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09815310252825184263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-8evPVOgw0B4/Tibd0eaDbjI/AAAAAAAAABA/u5UmuOeyJgg/s220/yanuka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/--kUjCW-BVMM/Tslpspp39hI/AAAAAAAAAEA/1v-KLwAJ72s/s72-c/tausiah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6371538590409497829.post-2646941409513170050</id><published>2011-08-06T12:01:00.000-07:00</published><updated>2011-08-07T10:53:06.223-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='3. Kumpulan Syair'/><title type='text'>Mutiara Tujuh Kata  (Ibnu Hajar Al-'Asqalani)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-speuy0eozh4/Tj2O5v65NvI/AAAAAAAAACw/mo0qoGXItNg/s1600/mutiara.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-speuy0eozh4/Tj2O5v65NvI/AAAAAAAAACw/mo0qoGXItNg/s1600/mutiara.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw, bersabda:&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Tujuh golongan akan dinaungi di bawah panji-panji Ilahi, saat tak ada lagi naungan di akhirat nanti.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Pertama, para pemimpin yang bijaksana.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Kedua, para pemuda yang giat berdema.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Ketiga, orang yang mengalir deras air matanya saat berdzikir akan Tuhannya.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Keempat, para penghuni Mesjid yang bertakwa.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Kelima, para dermawan yang merahasiakan dermanya.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Keenam, sepasang sahabat yang selalu setia bertemu dan berpisah hanya karena agama.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Ketujuh, para pemuda yang kuat imannya untuk menolak rayuan perempuan jelita.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Abu Bakar r.a. berkata:&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Orang bakhil takan mampu menghindar dari tujuh perkara yang selalu mengincar.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Yang pertama, ia akan mati, hartanya diwarisi oleh sanak famili, dan tidak didermakan di jalan Ilahi.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Yang kedua, ia akan dikuasai oleh para penguasa yang tinggi hati, untuk menguasai hartanya setelah ia disakiti.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Yang ketiga, ia akan merana karena menuruti hawa nafsunya, hingga hartanya habis tak tersisa.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Yang kempat, ia ingin membangun istana di atas hamparan rumput savana, yang sedianya longsor menelan hartanya.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Yang kelima, datang musibah menimpanya, semisal banjir, kebakaran, pencurian, yang akan menghanguskan hartanya.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Yang keenam, datang penyakit menyerangnya, dan demi kesembuhannya hartanya habis untuk biaya.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Yang ketujuh, dengan berniat mngamankan harta, ia simpan hartanya dimana-mana, dan setelah itu ia lupa temptnya.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Ummar bin Khaththab r.a. berkata:&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Apabila orang banyak tertawa&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Maka berkuranglah kewibawaannya&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Apabila memandang rendah sesama&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Maka ia pun akan dipandang rendah pula&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Apabila banyak melakukan suatu perkara&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Maka ia akan dikenal bersama dengan hal yang dilakukannya&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Apabila orang banyak bicara&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Maka akan banyak pula kesalahannya Apabila orang berbuat nista&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Maka akan sedikit rasa malunya&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Apabila orang sedikit rasa malunya&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Maka akan sedikit pula hati-hatinya&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Apabila orang sedikit hati-hatinya&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Maka matilah hati nuraninya&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Utsman bin Affan r.a. berkata:&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Sungguh aku heran atas manusia yang mengerti kematian&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Sedangkan ia tetap tertawa&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Mengerti dunia sebagai sebuah kefanaan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Sedangkan ia tetap menggandrunginya&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Mengerti segala yang telah digariskan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Namun tetap sedih saat kehilangannya&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Mengerti hisab amal akan dilaksanakan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Namun tetap saja ia menumpuk harta&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Megerti neraka dengan yakin&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Tetapi masih saja berbuat dosa Mengerti surga dengan sepenuh iman&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Tetapi masih saja tentram dengan dunia&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Dan mengerti setan adalah lawan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Sedang terus saja ia mengikutinya&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Ali bin abi Thalib r.a. ditanya:&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Adakah yang lebih berat dari langit ?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Adalah kebohongan yang dibuat-buat&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Adakah yang lebih luas dari bumi ?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Adalah kebenaran yang Hakiki&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Adakah yang lebih kaya dari samudra ?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Adalah sikap menerima apa adanya&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Adakah yang lebih keras dari batu ?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Adalah kemunafikan dalam kalbu&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Adakah yang lebih panas daripada bara ?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Adalah kezaliman penguasa&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Adakah yang lebih dingin dari salju ?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Adalah mengharap si bakhil memberi sesuatu&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Dan adakah yang lebih pahit daripada racun ?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Adalah bertahan dalam kesabaran&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Raslullah saw bersabda pula:&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Tujuh manusia dihitung syuhada&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;laksana mati di medan laga&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;ialah orang mati akibat sakit perut&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;tenggelam di sungai, danau atau pun laut&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;sakit tumor yang berkelanjutan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;mati akibat musibah kebakaran&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;atau pun mati tertimpa reruntuhan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;terserang paceklik dan kelaparan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;dan ibu yang wafat saat melahirkan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Ibnu Abbas r.a. berkata:&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Keniscayaan orang-orang berakal&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Memilih tujuh perkara melebihi tujuh hal&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Lebih baik fakir dari pada kaya&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Lebih baik dihina daripada dipuja&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Lebih baik bersikap rendah hati daripada tinggi hati&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Lebih baik kelaparan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;daripada kekenyangan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Lebih baik kesusahan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;daripada lupa daratan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Lebih baik direndahkan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;daripada diagung-agungkan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Dan lebih baik mati berdarma&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;daripad hidup tiada guna&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Majalah cahaya Sufi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6371538590409497829-2646941409513170050?l=desaurindu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desaurindu.blogspot.com/feeds/2646941409513170050/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/mutiara-tujuh-kata-ibnu-hajar-al.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/2646941409513170050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/2646941409513170050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/mutiara-tujuh-kata-ibnu-hajar-al.html' title='Mutiara Tujuh Kata  (Ibnu Hajar Al-&apos;Asqalani)'/><author><name>Yanuka Yat Nurkahyatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09815310252825184263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-8evPVOgw0B4/Tibd0eaDbjI/AAAAAAAAABA/u5UmuOeyJgg/s220/yanuka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-speuy0eozh4/Tj2O5v65NvI/AAAAAAAAACw/mo0qoGXItNg/s72-c/mutiara.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6371538590409497829.post-5424371246364721973</id><published>2011-08-06T11:38:00.000-07:00</published><updated>2011-08-07T10:16:59.973-07:00</updated><title type='text'>Ilmuwan Muslim</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-0QkLjxoCmek/Tj2FP_HMoOI/AAAAAAAAACs/guavlf64F0c/s1600/ilmuan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-0QkLjxoCmek/Tj2FP_HMoOI/AAAAAAAAACs/guavlf64F0c/s1600/ilmuan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;Assalaamu'alaaikum Wr. Wb.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Netter yang dimuliakan Allah, di masa silam, Islam pernah mengalami masa keemasan yang gemilang. Kala itu, luas bentangan wilayah Daulah Islamiyyah diimbangi secara cemerlang dg penguasaan khasanah keilmuan. Mutiara-mutiara pengetahuan mengalir bak air bah dari ujung pena para ilmuwan muslim, mewarnai halaman sejarah, bahkan masih berpengaruh hingga ribuan tahun kemudian.&lt;br /&gt;Meski kalangan Barat menganggap kaum muslimin sebagai (bekas) musuh dalam Perang Salib, namun di satu sisi diakui sebagai umat yang berjasa bagi perkembangan peradaban dunia. Dalam buku The History of Arab, Philips K. Hitti, sejarawan asal Inggris, mengungkapkan bahwa kaum muslimin mencapai puncak peradaban dan kebudayaan tinggi setelah melakukan beberapa kali pembebasan wilayah dalam waktu yang sangat singkat. Mereka mampu membangun peradaban yang cukup tinggi, ditunjang oleh ilmu pengetahuan, kesenian, kesusastraan, filsafat. Banyak sarana penunjang dibangun, seperti mesjid, madrasah, universitas, perpustakan, labolatorim, observatorium, rumah sakit. Sumber pendana&amp;nbsp; ketika itu ialah wakaf, hadiah para amir, hartawan, dan ulama. Salah seorang diantaranya Muhammad bin Abdul Malik Az-Zayyat, menghibahkan 2000 dinar setiap bulan untuk para penerjemah dan penyalin kitab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peradaban Islam melaju cepat seiring meningkatnya kecintaan kaum muslimin terhadap ilmu pengetahuan. Kala itu banyak perpustakaan besar didirikan, seperti perpustakaan khalifah Dinasti Fatimiyah di Kairo yang menyimpan koleksi sejumlah mushaf dan sekitar dua juta eksemplar kitab berbagai disiplin ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengungkap sejarah kecemerlangan peradaban Islam masa silam, harus menyebut beberapa nama besar sebagai lokomotif dan ikon sejarah peradaban dunia. Berikut profil singkat beberapa tokoh intelektual muslim yang namanya tertoreh abadi pada monumen keilmuan dunia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;&lt;a href="http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/nizhamul-mulk.html"&gt;Nizhamul Mulk&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;&lt;a href="http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/khalifah-al-mamun.html"&gt;Khalifah Al-Ma'mun&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;b&gt;&lt;a href="http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/al-khawarizmi.html"&gt;Al-Khawarizmi&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;4.&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;b&gt;&lt;a href="http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/ibnu-sina.html"&gt;Ibnu Sina&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;5.&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;b&gt;&lt;a href="http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/ibnu-rusyd.html"&gt;Ibnu Rusyd&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;6.&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;b&gt;&lt;a href="http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/ar-razi.html"&gt;Ar-Razi&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;7.&lt;b&gt; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;a href="http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/al-biruni.html"&gt;Al-Biruni&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;8.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;&lt;a href="http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/ibnu-khaldun.html"&gt;Ibnu Khaldun&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;9.&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;b&gt;&lt;a href="http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/al-farabi.html"&gt;Al-Farabi&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;10.&lt;b&gt;&lt;a href="http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/jabir-bin-hayyan.html"&gt; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/a&gt;&lt;a href="http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/jabir-bin-hayyan.html"&gt;Jabir bin Hayyan&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon Maaf yang sebesar-besarnya bila ada banyak kekurangan...!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Entri kali ini bisa bermanfaat untuk kita semua dan sedikitnya bisa menambah perbendaharaan ilmu para Netter sekalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhiru salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wasalaamu'alaaikum Wr. Wb.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Majalah Barokah, &lt;i&gt;Risalah Utama : Bintang-bintang di Langit Peradaban Dunia&lt;/i&gt;, edisi Mei 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis Entri :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Z7Ot6X0gUYc/Tj2UbwGQnjI/AAAAAAAAAC0/AzOczb5pLGk/s1600/yanuka.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-Z7Ot6X0gUYc/Tj2UbwGQnjI/AAAAAAAAAC0/AzOczb5pLGk/s1600/yanuka.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yanuka Yat Nurkahyatno&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6371538590409497829-5424371246364721973?l=desaurindu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desaurindu.blogspot.com/feeds/5424371246364721973/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/ilmuwan-muslim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/5424371246364721973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/5424371246364721973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/ilmuwan-muslim.html' title='Ilmuwan Muslim'/><author><name>Yanuka Yat Nurkahyatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09815310252825184263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-8evPVOgw0B4/Tibd0eaDbjI/AAAAAAAAABA/u5UmuOeyJgg/s220/yanuka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-0QkLjxoCmek/Tj2FP_HMoOI/AAAAAAAAACs/guavlf64F0c/s72-c/ilmuan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6371538590409497829.post-8071420116851329425</id><published>2011-08-06T11:16:00.000-07:00</published><updated>2011-08-06T11:16:52.549-07:00</updated><title type='text'>Jabir bin Hayyan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-qxkf-Sq8yzQ/Tj2ElNvYf1I/AAAAAAAAACo/gWq1SIqsB-A/s1600/jabir+bin+hayan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-qxkf-Sq8yzQ/Tj2ElNvYf1I/AAAAAAAAACo/gWq1SIqsB-A/s1600/jabir+bin+hayan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Abu Musa Jabir Ibn Hayyan (721-815 H/1301-1395 M), yang memperkenalkan cabang ilmu kimia. Lahir di Kuffah, Irak, ia lebih dikenal dengan nama Ibnu Hayyan, dan di Barat disebut Ibnu Geber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabir banyak belajar kepada imam besar ahlul bait, Ja'far Shadiq. Juga pada Bermaki Vizier pada masa kekhalifahan Harun Al-Rasyid. Berkat penemuannya, Jabir dijuluki Bapak Kimia Modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semasa hidupnya, Jabir pernah bekerja di labolatorium dekat Bawwabah di Damaskus. Dari Damaskus ia kembali ke kota kelahirannya, Kuffah. Dua ratus tahun setelah wafatnya, ketika penggalian tanah dilakukan untuk pembuatan jalan, labolatorium Jabir ditemukan. Di dalamnya terdapat peralatan kimia yang hingga kini masih mempesona.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh karya Jabir Ibnu Hayyan berjumlah lebih dari 500 studi kimia, tetapi hanya beberapa yang sampai pada zaman Renaisans. Di antara bukunya yang terkenal adalah &lt;i&gt;Al Hikmah Al Falsafiyah&lt;/i&gt;. Buku lain tentang penguraian beberapa asam terdapat dalam salah satu manuskripnya berjudul&lt;i&gt; Sandaqal-Hikmah&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Abad Pertengahan, karya-karya Jabir telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin. Terjemahan kitabnya yang termasyhur,&lt;i&gt; Kitab Al-Kimya&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Kitab Al-Sab'een&lt;/i&gt;, bahkan telah diterbitkan oleh ilmuwan Inggris tahun 1444.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya lainnya yang telah diterbitkan adalah &lt;i&gt;Kitab al Rahmah, Kitab al Tajmi, Al Zilaq al Sharqi, Book of The Kingdom, Book of Eastern Mercury, &lt;/i&gt;dan&lt;i&gt; Book of Balance.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Majalah Barokah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6371538590409497829-8071420116851329425?l=desaurindu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desaurindu.blogspot.com/feeds/8071420116851329425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/jabir-bin-hayyan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/8071420116851329425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/8071420116851329425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/jabir-bin-hayyan.html' title='Jabir bin Hayyan'/><author><name>Yanuka Yat Nurkahyatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09815310252825184263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-8evPVOgw0B4/Tibd0eaDbjI/AAAAAAAAABA/u5UmuOeyJgg/s220/yanuka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-qxkf-Sq8yzQ/Tj2ElNvYf1I/AAAAAAAAACo/gWq1SIqsB-A/s72-c/jabir+bin+hayan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6371538590409497829.post-2257235938665712784</id><published>2011-08-06T11:08:00.000-07:00</published><updated>2011-08-06T11:08:36.469-07:00</updated><title type='text'>Al-Farabi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-NDaa68VdPMc/Tj2DCkhoucI/AAAAAAAAACk/oNZkSaFHxBQ/s1600/al+farabi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-NDaa68VdPMc/Tj2DCkhoucI/AAAAAAAAACk/oNZkSaFHxBQ/s1600/al+farabi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Abu Nasir Al-Farabi (870-950), yang kemudian lebih dikenal dengan nama Al-Farabi, lahir di Farab, Kazakhistan, Asia Tengah. Menginjak usia 50 tahun ia hijrah ke Baghdad untuk menuntut ilmu selama 20 tahun. Di masa tuanya, ia bekerja di istana kesultanan di Aleppo, Syria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia adalah komentator pemikiran filsafat para filsuf Yunani. Kemungkinan besar ia mengenal pemikiran para filsuf Yunani dari terjemahannya ke dalam bahasa Arab. Selain itu ia pun dikenal sebagai pakar matematika, musik, ketabiban. Ia menulis berbagai buku tentang sosiologi, dan sebuah buku penting tentang musik, Kitab al-Musiqa. Tidak hanya berteori, ia juga mampu memainkan dan menciptakan berbagai instrumen musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Majalah Barokah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6371538590409497829-2257235938665712784?l=desaurindu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desaurindu.blogspot.com/feeds/2257235938665712784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/al-farabi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/2257235938665712784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/2257235938665712784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/al-farabi.html' title='Al-Farabi'/><author><name>Yanuka Yat Nurkahyatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09815310252825184263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-8evPVOgw0B4/Tibd0eaDbjI/AAAAAAAAABA/u5UmuOeyJgg/s220/yanuka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-NDaa68VdPMc/Tj2DCkhoucI/AAAAAAAAACk/oNZkSaFHxBQ/s72-c/al+farabi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6371538590409497829.post-7750993589605618420</id><published>2011-08-06T11:05:00.000-07:00</published><updated>2011-08-06T11:05:49.845-07:00</updated><title type='text'>Ibnu Khaldun</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-mgXsGCQihjk/Tj2CaM_-HUI/AAAAAAAAACg/lkfd7KDPhg4/s1600/ibnu+khaldun.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-mgXsGCQihjk/Tj2CaM_-HUI/AAAAAAAAACg/lkfd7KDPhg4/s1600/ibnu+khaldun.jpg" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;Ibnu Khaldun dikenal sebagai peletak dasar sosiologi dan sejarah sains. Ia sangat terkenal berkat &lt;i&gt;master piece&lt;/i&gt;-nya, &lt;i&gt;Al-Muqqaddimah&lt;/i&gt; - yang di Barat dikenal sebagai &lt;i&gt;Prolegomena&lt;/i&gt;. Nama aslinya Abdullah Al-Rahman ibn Muhammad. Ia lahir di Tunisia dari keluarga bangsawan pada 723 H/ 1332 M. Keluarganya berasal dari Sevile, Spanyol, yang berpenduduk muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kecil ia mengaji Al-Qur'an, Hadits, tauhid, dan fiqih di Tunisia dan Fez. Selain itu ia juga menekuni matematika, astronomi, filsafat, dan sastra. Karena kepandaiannya itulah ia diterima bekerja di lingkungan istana Sultan Barquq di Mesir. Semasa muda ia bekerja di pemerintahan di Tunisia dan Fez (Maroko), Granada (Spanyol Islam), dan Biaja (Afrika Utara). Pada 1375 ia mengasingkan diri ke Granada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, karena kegiatan politiknya di masa lalu, Granada menolaknya. Ia lalu menuju Aljazair, tinggal di desa kecil Qalat Ibnu Salama selama empat tahun. Di sanalah ia menulis &lt;i&gt;Al-Muqqaddimah&lt;/i&gt; - yang kelak menyejajarkan namanya diantara nama-nama besar para sejarawan dan sosiologi dunia. Buku itu membuat intelektual dunia dulu dan kini, di Timur dan Barat, mengaguminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian pertama buku itu, &lt;i&gt;Al-'Ibar,&lt;/i&gt; merupakan analisis tentang manusia dan sejarah yang tajam dan rasional. Dengan buku inilah Ibnu Khaldun memberi arah pada ilmu psikologi, ekonomi, lingkungan hidup, dan sosial. Ia juga menganalisis tentang hubungan antar manusia. Ia pun menganalisis &lt;i&gt;al-'asabiyyah&lt;/i&gt;, fanatisme, yang kelak memberi pandangan baru dalam ilmu politik dan sosiologi. Selain dikenal sebagai kritikus sejarah yang disegani, ia juga printis sosiologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya itu, jauh-jauh hari ia sudah menyimpulkan penyebab kehancuran sebuah negara, yaitu ketidakadilan, kekecewaan rakyat, dan tirani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain sebagai sejarawan dan sosiolog, Ibnu Khaldun dikenal pula sebagai perintis pendidikan modern yang sangat percaya pada kekuatan akal. Di kemudian hari, pemikiran dan analisis&amp;nbsp; Ibnu Khaldun, banyak memberikan pengaruh pada dunia ilmu sosial, politik, sejarah, filsafat, dan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Majalah Barokah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6371538590409497829-7750993589605618420?l=desaurindu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desaurindu.blogspot.com/feeds/7750993589605618420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/ibnu-khaldun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/7750993589605618420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/7750993589605618420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/ibnu-khaldun.html' title='Ibnu Khaldun'/><author><name>Yanuka Yat Nurkahyatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09815310252825184263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-8evPVOgw0B4/Tibd0eaDbjI/AAAAAAAAABA/u5UmuOeyJgg/s220/yanuka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-mgXsGCQihjk/Tj2CaM_-HUI/AAAAAAAAACg/lkfd7KDPhg4/s72-c/ibnu+khaldun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6371538590409497829.post-9167142559900615538</id><published>2011-08-06T11:01:00.000-07:00</published><updated>2011-08-06T11:01:24.896-07:00</updated><title type='text'>Al-Biruni</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-jpJM4b0wZXM/Tj2BLEVEKoI/AAAAAAAAACc/Cc2po8-pXn4/s1600/al+biruni.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-jpJM4b0wZXM/Tj2BLEVEKoI/AAAAAAAAACc/Cc2po8-pXn4/s1600/al+biruni.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran Al-Biruni (973-1048 M) sebagai ilmuwan di Abad Pertengahan dicatat dengan tinta emas dalam khazanah sejarah peradaban Islam. Dengan nama lengkapnya Abu Ar-Raihani Muhammad ibn Ahmad Al-Biruni, ia mampu memadukan ilmu pengetahuan, teknologi, dan humaniora secara komprehensif dan integral. Pemikirannya yang orisinal menjadi dasar pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta humaniora di abad-abad sesudahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang dewasa, ia hijrah dari tanah kelahiran di Khawarizmi menuju Gazna di Afganistan, kemudian ke India - yang kala itu berada dalam pemerintahan Dinasti Gaznawi. Ia lalu menuliskan pengembaraannya itu dalam buku &lt;i&gt;kitab al-Hind&lt;/i&gt; (1017), yang menguraikan seluk beluk agama Hindu dan sains serta adat istiadat India di Abad Pertengahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku tersebut, ia mengungkapkan beberapa hal yang bertalian dengan geografi, proyeksi cahaya, azimut bintang, perubahan ekologi lembah Sungai Indus, makhluk angkasa luar di bumi dan di langit Timur, anak kembar Siam, teknik permainan catur yang digemari para raja India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya ia telah menulis sebuah buku tentang sejarah bangsa-bangsa zaman purba berjudul &lt;i&gt;Al-Ardl al-Baqiyyah 'anil Qurni al-Khaliyah&lt;/i&gt;, yang abad ke 19 diterjemahkan ke dalam bahasa inggris dengan judul &lt;i&gt;Chronolgy of Ancient Nations&lt;/i&gt;, yang cetakan terbarunya terbit pada 1993, Ia juga menulis buku astronomi yang dipersembahkan bagi Sultan Mas'ud Al-Gaznawi berjudul &lt;i&gt;Al-Qanun al-Mas'udi fi al-Haiah wa al-Nujum&lt;/i&gt; (1030)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku lainnya disusun dalam bentuk tanya-jawab mengenai ilmu ukur, matematika, astronomi, dan struktur ruang angkasa, berjudul &lt;i&gt;Al-Tafhim fi Awai al-Sina'ah al-Tanjim&lt;/i&gt;. Pendapat Al-Biruni dalam buku ini benar-benar baru dan orisinal, ia berhasil menyelesaikan masalah yang kala itu masih diperdebatkan para ilmuwan. Terutama mengenai rotasi bumi, penetapan garis lintang (&lt;i&gt;latitude&lt;/i&gt;), garis bujur (&lt;i&gt;longitude&lt;/i&gt;), serta hipotesa tentang alam semesta yang bersifat relatif. Besar kemungkinan, teori relativitas Einstein dilhami oleh hipotesa Al-Biruni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga menulis berjilid-jilid buku tentang batu-batuan dan logam mulia. Dalam buku &lt;i&gt;Kitab al-Jamahir Ma'rifah&lt;/i&gt; &lt;i&gt;al-Jawahir&lt;/i&gt;, ia menganalisis 18 jenis permata dari sudut pandang ekonomi, estetika, dan etika. Menurut Syed Habibul Haq Nadvi, penulis buku &lt;i&gt;The Dynamics of Islam&lt;/i&gt; (1982), dengan buku itu Al-Biruni menampakan tiga dimensi kepribadian: sebagai guru etika dan filsafat moral, ahli mineralogi dan batu mulia, dan sebagai penilai batu mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil karya Al-Biruni mencapai 180 judul, meliputi aneka masalah ilmu pengetahuan dan teknologi serta humaniora. Sayang, hanya sebagian yang tercatat dan terkumpulkan dalam bentuk manuskrip asli. Beberapa karyanya yang lain, &lt;i&gt;Kitab al-Syahdalah&lt;/i&gt; (tentang farmakologi, pengobatan), &lt;i&gt;Tahdid Nihayah al-Amakin &lt;/i&gt;(penentuan kordinat kota), &lt;i&gt;Kitab al-Kusuf wa al-Khusuf 'ala Khayal al-Hunud&lt;/i&gt; (pandangan orang India tentang gerhana matahari dan bulan), &lt;i&gt;Maqalid Ilmu al-Hay'ah &lt;/i&gt;(kunci ilmu astronomi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena berkiprah di Afganistan, India, Cina, dan sekitarnya, ia dianggap sebagai pembangun ilmu yang disebut Madzhab Timur di Istanbul, mata rantai keilmuan dunia Islam yang tak terpisahkan dari Madzhab Barat, yang berpusat di Baghdad. Menurut Syed Habibul Haq Nadvi, konsep utama filsafat moral Al-Biruni terkandung dalam teori tentang &lt;i&gt;al-Muruwwa&lt;/i&gt; (kebajikan) dan &lt;i&gt;al-Futuwwa&lt;/i&gt; (keutamaan) yang saling terkait, sebagai anugrah Allah SWT lewat mineral emas dan perak. Karena itu, emas dan perak harus digunakan untuk kesejahtraan umat dan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Majalah Barokah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6371538590409497829-9167142559900615538?l=desaurindu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desaurindu.blogspot.com/feeds/9167142559900615538/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/al-biruni.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/9167142559900615538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/9167142559900615538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/al-biruni.html' title='Al-Biruni'/><author><name>Yanuka Yat Nurkahyatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09815310252825184263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-8evPVOgw0B4/Tibd0eaDbjI/AAAAAAAAABA/u5UmuOeyJgg/s220/yanuka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-jpJM4b0wZXM/Tj2BLEVEKoI/AAAAAAAAACc/Cc2po8-pXn4/s72-c/al+biruni.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6371538590409497829.post-6042646210339773319</id><published>2011-08-06T10:53:00.000-07:00</published><updated>2011-08-06T10:53:34.267-07:00</updated><title type='text'>Ar-Razi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-8sML13tzJHE/Tj1_i6j_jdI/AAAAAAAAACY/hTDbSnjFmwg/s1600/ar+razi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-8sML13tzJHE/Tj1_i6j_jdI/AAAAAAAAACY/hTDbSnjFmwg/s1600/ar+razi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Abubakar Muhammad ibn Zakaria Ar-Razi, lebih dikenal dengan nama Ar-Razi, adalah salah seorang intelektual muslim yang sempat membintangi sejarah peradaban dunia, yang di Barat lebih dikenal sebagai Rhazes. Dia juga perintis ilmu kedokteran yang menjadi rujukan dalam ilmu kedokteran modern. Lahir di Rayy, dekat Teheran, Iran, pada 846 M, ia wafat di kota kelahirannya pada 925 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dididik dan dibesarkan dalam lingkungan agama yang ketat, sejak muda ia telah menggeluti filsafat, kimia, matematika, dan kesusastraan. Ia baru tertarik dan menekuni masalah kedokteran secara serius justru ketika mulai beranjak tua. Kejeniusannya di bidang kedokteran dan pengobatan menempatkannya dalam deretan ilmuwan muslim yang sangat dihormati di Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut AJ. Aberry dalam pengantar terjemahan buku karya Ar-Razi, &lt;i&gt;The Spritual Physic of Rhazes (Penyembuhan Ruhani)&lt;/i&gt;, Ar-Razi lebih banyak mencermati tradisi intelektualisme di sekitar filsafat, logika, eksakta, dan kedokteran. Dalam bidang kedokteran, ia belajar khusus sampai ke Baghdad. Kala itu Baghdad tengah dalam puncak keemasan intelektualisme. Di sanalah Ar-Razi berguru pada Humayun ibnu Ishaq, ulama yang menguasi ilmu pengoban, hingga menguasai dasar-dasar ilmu pengobatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kepakarannya itulah, ia diangkat sebagai pemimpin sebuah rumah sakit. Selain menjadi dokter, ia juga mengajar. Ribuan mahasiswa tidak hanya berdatangan dari berbagai penjuru negeri muslim, tapi juga dari belahan dunia Barat. Ia menerapkan metode perkuliahan yang unik, tapi sangat mendidik. Yakni, memberi kesempatan kepada mahasiswa senior dan yunior untuk membahas berbagai persoalan. Jika mereka tak mampu memecahkannya, barulah merujuk kepada Ar-Razi. Sistem ini pula yang kini banyak dikembangkan di berbagai universitas terkemuka di Barat dan sebagian di Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 35 tahun berpraktek, ia tidak hanya berkeliling di sekitar Baghdad atau Rayy, Teheran, tapi juga ke beberapa daerah lain. Di tengah kesibukannya yang semakin meningkat, dan usianya yang semakin sepuh, ia terserang penyakit katarak hingga buta. Ketika dianjurkan untuk berbekam, ia menjawab "Tidak, aku sudah lama melihat seluruh dunia hingga letih"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ilmuwan Barat menyebutnya sebagai pionir terbesar dalam ilmu kedokteran. Sejarawan Max Mayerhof bahkan menyebutnya sebagai "tabib (dokter) terbesar dunia Islam, dan seorang yang terbesar sepanjang sejarah". Sementara sejarawan George Sarton menulis:&lt;br /&gt;"Rhazes bukan hanya tabib terbesar dunia Islam dan Abad Pertengahan, ia juga kimiawan dan fisikawan. Ia adalah salah seorang perintis latrokimia zaman Renaisans. Ia sangat maju dalam teori, memadukan pengetahuan yang luas melalui kebijaksanaan Hippokrates".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Majalah Barokah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6371538590409497829-6042646210339773319?l=desaurindu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desaurindu.blogspot.com/feeds/6042646210339773319/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/ar-razi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/6042646210339773319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/6042646210339773319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/ar-razi.html' title='Ar-Razi'/><author><name>Yanuka Yat Nurkahyatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09815310252825184263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-8evPVOgw0B4/Tibd0eaDbjI/AAAAAAAAABA/u5UmuOeyJgg/s220/yanuka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-8sML13tzJHE/Tj1_i6j_jdI/AAAAAAAAACY/hTDbSnjFmwg/s72-c/ar+razi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6371538590409497829.post-7446607147391130940</id><published>2011-08-06T10:49:00.000-07:00</published><updated>2011-08-06T10:49:10.810-07:00</updated><title type='text'>Ibnu Rusyd</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-4uxeL1vLbsE/Tj1-gwRtvUI/AAAAAAAAACU/ue0qd722_LQ/s1600/ibnu+rusyd.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-4uxeL1vLbsE/Tj1-gwRtvUI/AAAAAAAAACU/ue0qd722_LQ/s1600/ibnu+rusyd.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Abul Al-Walid Muhammad ibn Ahmad ibn Muhammad ibn Rusydi, yang di Barat lebih dikenal sebagai Averrus, adalah ilmuwan muslim yang berpengaruh sejak abad ke-12 dan beberapa abad berikutnya. Dialah yang mengintegrasikan ajaran Islam dengan pemikiran Yunani. Ia lahir pada 1126 M di Qurtubah (Cordoba, Spanyol). Ayahnya ahli hukum yang sangat berpengaruh. Banyak pula saudaranya yang menduduki posisi penting di pemeritahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebesran Ibnu Rusyd sebagai pemikir sangat dipengaruhi jiwa zamannya. Kala itu, abad ke-12 dan beberapa abad sebelumnya, adalah zaman kemasan ilmu pengetahuan di dunia Islam yang berpusat di Andalusia, Spanyol, di bawah pemerintahan Dinasti Abasiyyah. Kala itu, para penguasa sangat mendukung perkembangan ilmu, dan sering memerintahkan para ilmuwan untuk menggali warisan intelektual Yunani. Berkat jasa merekalah, nama ilmuwan dan filsuf Yunani seperti Aristoteles, Plato, Phitagoras, Euclides, dan karya-karyanya terpelihara sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Rusyd adalah ilmuwan komplet. Selain ilmu filsafat, ia juga pakar ilmu kedokteran, sastra, logika, ilmu pasti, di samping mengetahui pengetahuan ilmu keislaman, khususnya tafsir Al-Qur'an dan Hadist maupun fiqih. Karya terbesarnya dalam bidang kedokteran, &lt;i&gt;Al-Kuliyat fi al-Tibb (Hal-hal Umum Ilmu Pengobatan)&lt;/i&gt;, menjadi rujukan utama ilmu kedokteran hingga kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ia diangkat sebagai hakim agung di Cordoba di masa pemerintahan Khalifah Abu Ya'kub Yusuf dan anaknya Khalifah Abu Yusuf - posisi yang juga pernah dijabat kakeknya di masa pemerintahan Dinasti Al-Murabitun di Afrika Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jerih payahnya menerjemahkan karya-karya Aristoteles dan Plato, sangat berpengaruh hingga kini. Antara 1169 sampai 1195, ia menulis komentar megenai karya Aristoteles, yang kemudian diterjemahkan melalui bahasa-bahasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eropa dengan berbagai judul: &lt;i&gt;De Organon, De Anima, Phisyca, Metaphisica, De Partibus Animalia, Parna Naturalisi, Metodologica, Rhetorica, dan Nichomachean Ethick&lt;/i&gt;. Semua itu sangat berpengaruh pada pembentukan tradisi intelektual kaum Yahudi dan Nasrani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Majalah Barokah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6371538590409497829-7446607147391130940?l=desaurindu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desaurindu.blogspot.com/feeds/7446607147391130940/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/ibnu-rusyd.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/7446607147391130940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/7446607147391130940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/ibnu-rusyd.html' title='Ibnu Rusyd'/><author><name>Yanuka Yat Nurkahyatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09815310252825184263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-8evPVOgw0B4/Tibd0eaDbjI/AAAAAAAAABA/u5UmuOeyJgg/s220/yanuka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-4uxeL1vLbsE/Tj1-gwRtvUI/AAAAAAAAACU/ue0qd722_LQ/s72-c/ibnu+rusyd.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6371538590409497829.post-8516445434893670031</id><published>2011-08-06T10:43:00.000-07:00</published><updated>2011-08-06T10:44:44.116-07:00</updated><title type='text'>Ibnu Sina</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Jt2YyN7zhwQ/Tj19O4T2MPI/AAAAAAAAACQ/onM5qxyo-5Q/s1600/ibnu+sina.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-Jt2YyN7zhwQ/Tj19O4T2MPI/AAAAAAAAACQ/onM5qxyo-5Q/s1600/ibnu+sina.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Sina (980-1037 M), yang dikalangan ilmuwan Barat lebih dikenal sebagai Avicenna, adalah filsuf, ilmuwan, dokter, yang lahir di sebuah kawasan di Persia - yang kini masuk wilayah Uzbekistan. dikalangan dunia kedokteran, bahkan juga hingga kini, dia dianggap sebaga Bapak Pengobatan Modern. Salah satu karyanya yang sangat terkenal ialah &lt;i&gt;Qanun fi Thib&lt;/i&gt; (Canon of Medicine, Aturan Pengobatan), rujukan di bidang kedokteran di universitas-universitas di Eropa sampai abad k-17. Karya tersebut diterbitkan di India (1323 M) dan Roma (1593 M). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama lengkapnya adalah Abu Ali Al-Husain ibn Abdullah ibn Sina. Ia lahir pada 340 H/980 M di Afsyana, Bukhara, Asia Tengah. Sejak remaja ia sudah hafal Al-Qur'an dan mempelajari ilmu agama dan astronomi. Ketika itu ia juga sudah menguasai dasar-dasar ilmu kedokteran, matematika, fisika, logika, dan metafisika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menginjak usia 17 tahun, ia berhasil menangani penyakit yang diderita Khalifah Nuh ibn Al-Manshur, sehingga diizinkan belajar di perpustakaan Khalifah. Di perpustakaan itulah ia mendapatkan keleluasaan untuk mempelajari buku-buku ilmu pengetahuan yang kala itu termasuk langka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menginjak usia 22 tahun, ketika ayahandanya wafat, ia meninggalkan Bukhara menuju jurjan, kemudian ke Khawarazmi sampai akhirnya ke Mamadzan. Dalam karier keilmuannya, ia berhasil membangun sistem filsafat yang lengkap dan terperinci. Meski Al-Ghazali dan Fakhruddin Al-Razi mengkritik pemikirannya, dunia tak mampu menolak keaslian dari sistem filsafat yang dibangunnya. Dengan jenius ia menemukan metode dan alasan yang menopang pemikiran rasional murni dari tradisi intelektual Hellenisme Yunani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keaslian pemikiran Ibnu Sina merupakan salah satu puncak pemikiran filsafat Islam di Abad Pertengahan. Tidak hanya berpengaruh di dunia Islam, pemikiran Ibnu Sina bahkan juga mempengaruhi para teolog Barat, terutama Orde Dominikian. Perumusan kembali teologi Katolik Roma yang digagas oleh filsuf Thomas Aquinas dipengaruhi oleh pemikiran Ibnu Sina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Thomas Aquinas, beberapa pemikiran Barat juga terpengaruh oleh pemikiran Avicenna, seperti Gundisalvus (yang sebagian besar karyanya, &lt;i&gt;De Anima&lt;/i&gt;, merupakan salinan besar-besaran dari pemikiran Ibnu Sina) Robert Grosseteste, dan Roger Bacon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam &lt;i&gt;Asy-Syifa,&lt;/i&gt; buku karya flsafatnya yang terpenting, ia mengulas logika, fisika, matematika, dan metafisika ketuhanan. Naskah-naskahnya tersebar di beberapa perpustakaan Barat dan Timur. Sementara /An-Najat/ adalah ringkasan kajian-kajian dalam &lt;i&gt;Asy-Syifa&lt;/i&gt;. Bidang metafisika dan fiska pernah dicetak dengan cetakan batu di Taheran. Buku-buku itu dicetak di Mesir (1331) dan di Roma (1593).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1951, pemerintahan Mesir dan Arab Saudi membentuk panitia penyunting &lt;i&gt;Ensiklopedia Asy-Syifa&lt;/i&gt;, sementara bidang logika diterbitkan di Kairo pada 1954 dengan judul &lt;i&gt;Al-Burhan.&lt;/i&gt; Adapun bab ke-6 bidang fisika, sebagai landasan psikologi modern, diterbitkan oleh lembaga keilmuan Cekoslovakia di Praha, juga telah diterjemahkan ke dalam bahasa Prancis. Karya filsafatnya yang paling monumental, &lt;i&gt;Al-Isyarat wa Al-Tanbihat&lt;/i&gt;, pernah diterbitkan di Leiden, Belanda, pada 1892, dan di Kairo pada 1947.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usia relatif muda, 57 tahun, ia wafat di Hamadzan pada 428 H/1037 M, setelah menderita sakit. Ia meninggalkan warisan sangat berharga berupa sejumlah karya besar untuk dunia keilmuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Majalah Barokah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6371538590409497829-8516445434893670031?l=desaurindu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desaurindu.blogspot.com/feeds/8516445434893670031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/ibnu-sina.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/8516445434893670031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/8516445434893670031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/ibnu-sina.html' title='Ibnu Sina'/><author><name>Yanuka Yat Nurkahyatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09815310252825184263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-8evPVOgw0B4/Tibd0eaDbjI/AAAAAAAAABA/u5UmuOeyJgg/s220/yanuka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Jt2YyN7zhwQ/Tj19O4T2MPI/AAAAAAAAACQ/onM5qxyo-5Q/s72-c/ibnu+sina.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6371538590409497829.post-7772855932622583816</id><published>2011-08-06T10:38:00.000-07:00</published><updated>2011-08-06T10:45:25.430-07:00</updated><title type='text'>Al-Khawarizmi</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-OIF2JMIdJCU/Tj177ZsHz_I/AAAAAAAAACM/F_VJMncBUhE/s1600/al+kawarizmi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-OIF2JMIdJCU/Tj177ZsHz_I/AAAAAAAAACM/F_VJMncBUhE/s1600/al+kawarizmi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Istilah aljabar (&lt;i&gt;algebra&lt;/i&gt;), bagian dari disiplin ilmu matematika, berasal dari sebuah judul buku terkenal &lt;i&gt;Al-Jabr al-Muqabilah&lt;/i&gt;. Penulisnya adalah seorang ulama besar yang dikenal dengan julukan &lt;i&gt;Al-Khawarizmi&lt;/i&gt;. Dalam buku itu ia merumuskan dan menjelaskan secara mendetail tabel trigonometri seperti yang kita pelajari sekarang. Tidak hanya itu, jika kita pelajari secara terperinci, buku itu pula memperkenalkan teori kalkulus dasar dengan mudah. Namanya begitu penomenal, sehingga di abad-abad kemudian namanya berkembang dikalangan para ilmuwan matematika di Barat sebagai algorisma dan algoritma. Bukan hanya akar matematikan Al-Khawarizmi juga termasyhur dalam astronomi dan geografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam astronomi, ia menciptakan tabel yang mengelompokan ilmu perbintangan. Dan dalam bidang geografi, ia membuat koreksi mendasar pada pemikiran filsuf Yunani. Kala itu ada tujuh pakar geografi yang bekerja di bawah koordinasi Al-Khawarizmi. Kelompok inilah yang pertama kali menciptakan peta bumi yang kini kita kenal sebagai &lt;i&gt;globe&lt;/i&gt;. Karya ini dikenal oleh dunia pada 830 M, 10 tahun sebelum ilmuwan besar muslim itu wafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal abad ke-12, karya-karyanya, seperti &lt;i&gt;Al-Muqala fi Hisab dan Al-Jabr wal Muqabilah&lt;/i&gt;, diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Adeard of Bath dan Gerard of Cremona, kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa Eropa dan Cina. Sampai pertengahan abad ke-16, karya-karya Al-Khawarizmi masih menjadi &lt;i&gt;taxt book &lt;/i&gt;di beberapa universitas di Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad Ibnu Musa Al-Khawarizmi, intelektual muslim yang lahir pada 770 M di kota Khawarizmi. Tak ada data yang pasti kapan tepatnya dia dilahirkan. Khawarizmi adalah sebuah kota kecil di pinggir bagian selatan Sungai Oxus, yang mengalir panjang, membelah Uzbekistan (kini masuk wilayah Turkmenistan, Asia Tengah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama berabad-abad, Uzbekistan, yang mayoritas penduduk muslim, berada dalam tatanan pemerintahan Islam yang makmur dengan rahmat melimpah. Pada 1873, Kekaisaran Tsar Rusia mengambil alih kawasan subur dan indah itu, dan selanjutnya wilayah tersebut menjadi negara bagian dalam lingkungan Uni sovyet. Tapi, kini sudah menjadi negara merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Al-Khawarizmi masih kecil, orang tuanya hijrah ke Baghdad, Irak. Saat itu Irak di bawah pemerintahan&amp;nbsp; Khalifah Al-Ma'mun. Kelak disinilah ia melahirkan konsep matematika yang kemudian oleh intelektual Barat (dan kita disini sekarang) disebut &lt;i&gt;algoritma&lt;/i&gt; - karena orang Barat terlalu sulit melafalkan nama Al-Khawarizmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini yang menarik dalam Islam, seorang tokoh yang ahli dalam satu bidang, ahli pula dalam bidang lain. Ini membuktikan, Islam adalah tatanan menyeluruh yg tak memisahkan antara satu disiplin ilmu yg satu dan yg lain. Belajar matematika tak lepas dari astronomi, belajar astronomi tak lepas dari belajar tentang alam, dan itu semua terkait erat dengan tauhid: kedahsyatan alam semesta ini tercipta berkat kebesaran Allah SWT semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Majalah Barokah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6371538590409497829-7772855932622583816?l=desaurindu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desaurindu.blogspot.com/feeds/7772855932622583816/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/al-khawarizmi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/7772855932622583816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/7772855932622583816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/al-khawarizmi.html' title='Al-Khawarizmi'/><author><name>Yanuka Yat Nurkahyatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09815310252825184263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-8evPVOgw0B4/Tibd0eaDbjI/AAAAAAAAABA/u5UmuOeyJgg/s220/yanuka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-OIF2JMIdJCU/Tj177ZsHz_I/AAAAAAAAACM/F_VJMncBUhE/s72-c/al+kawarizmi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6371538590409497829.post-7711405549220199605</id><published>2011-08-06T10:30:00.000-07:00</published><updated>2011-08-07T10:19:03.296-07:00</updated><title type='text'>Khalifah Al-Ma'mun</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-JZmkuOubH7A/Tj15-0rBpmI/AAAAAAAAACI/6AE5gG1Fk1o/s1600/klafah+al+mamun.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-JZmkuOubH7A/Tj15-0rBpmI/AAAAAAAAACI/6AE5gG1Fk1o/s1600/klafah+al+mamun.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Meski sebagian besar penguasa Dinasti Abbasiyyah dianggap tiran, dan pembela aliran Mu'tazilah-yang bertolak belakang dengan paham Ahlussunnah wal Jama'ah - mereka sangat berjasa dalam memajukan peradaban Islam hingga mencapai puncaknya. Beberapa kebijakan para khalifah yang sangat peduli pada perkembangan ilmu pengetahuan itu sedikit menghapus luka sejarah ribuan orang yang dipenjara, disiksa, bahkan dibunuh, termasuk diantaranya Imam Ahmad bin Hanbal, pendiri Madzhab Hanbali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncak kejayaan tetinggi dicapai pada masa pemerintahan Khalifah Harun Al-Rasyid dan putranya, Khalifah Al-Ma'mun. Mereka membangun ratusan rumah sakit, sekolah tinggi kedokteran dan farmasi. Bahkan pemerintah memiliki 800 orang dokter yang digaji oleh negara. Mereka juga membangun beberapa pemandian umum diberbagai sudut kota. Bahkan istri Harun Ar-Rasyid membangun saluran air dari Thaif untuk memenuhi kebutuhan air di Makkah yang tak cukup dipenuhi hanya dengan air yang bersumber di sumur Zamzam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa keemasan itu dilanjutkan oleh Khalifah Al-Ma'mun (813-833 M), Yang juga mendirikan banyak sekolah dan universitas serta menggagas proyek penerjemahan berbagai buku ilmiah karya para ilmuwan dan pujangga Yunani ke dalam bahasa Arab. Karya paling monumentalnya ialah pembangunan Bayt Al-Hikmah, perpustakaan sekaligus perguruan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa pemerintahannya, Imam Syafi'i (767-820 M) dan Imam Ahmad bin Hanbal (780-855 M) menulis kitab fiqih yang kemudian menjadi madzhab fiqih yang termasyur. Dua orang pemikir Islam Mu'tazilah yang lebih mengedepankan rasonalitas, yakni Abu Huzail (752-849 M) dan Al-Nazham (801-835 M), juga melempar gagasan brilian mereka pada periode ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Majalah Barokah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6371538590409497829-7711405549220199605?l=desaurindu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desaurindu.blogspot.com/feeds/7711405549220199605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/khalifah-al-mamun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/7711405549220199605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/7711405549220199605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/khalifah-al-mamun.html' title='Khalifah Al-Ma&apos;mun'/><author><name>Yanuka Yat Nurkahyatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09815310252825184263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-8evPVOgw0B4/Tibd0eaDbjI/AAAAAAAAABA/u5UmuOeyJgg/s220/yanuka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-JZmkuOubH7A/Tj15-0rBpmI/AAAAAAAAACI/6AE5gG1Fk1o/s72-c/klafah+al+mamun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6371538590409497829.post-561110078863800619</id><published>2011-08-06T10:26:00.000-07:00</published><updated>2011-08-07T10:18:30.376-07:00</updated><title type='text'>Nizhamul Mulk</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-8m1cyfe849c/Tj14dqo6g8I/AAAAAAAAACE/lcZCjt2GBL0/s1600/nizam.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-8m1cyfe849c/Tj14dqo6g8I/AAAAAAAAACE/lcZCjt2GBL0/s1600/nizam.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ia adalah pendiri universitas legendaris, Nizhamiyyah, di Persia (kini Iran). Lahir pada 22 Dzulqaidah 408 H / 10 April 1018 M di Thus (di Khurasan, Persia sebelah timur laut, dekat Asia Tengah), nama aslinya Abu Ali Al-Hasan bin Ali bin Ishaq At-Thusi. Ia adalah cendikiawan dan politikus Persia terkemuka abad ke-5 Hijriah yang pernah menjabat perdana mentri kurang lebih selama 30 tahun di masa pemerintahan Sultan Alp Arselan dan Sultan Maliksyah dari Dinasti Saljuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menulis sebuah kitab yang sangat terkenal, &lt;i&gt;Siyasat Nameh&lt;/i&gt;, memuat pengalamannya selama menjadi mentri berikut pandangan-pandangannya mengenai sistem pemerintahan yang ideal. Hingga kini, kitab tersebut dianggap sebagai salah satu karya sastra Iran yang penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kecil ia belajar berbagai pengetahuan agama kepada ulama Madzhab Syafi'i, Hibatullah Al-Muwaffaq. Ayahnya adalah pegawai pemerintah Gaznai di Thus, Khurasan, salah satu wilayah yang cukup maju kala itu. Ketika Khurasan jatuh ke dalam kekuasaan Dinasti Saljuk yang berpusat di Baghdad, sang ayah membawanya lari ke Khusrawjird, lalu ke Gazna. Di pusat pemerintahan Dinasti Gaznawi ini, Nizhamul Mulk bekerja di kantor pemerintahan Mahmud Gaznawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa karirnya tak akan berkembang, ia hijrah ke Balkh, kemudian ke Marv, tempat dia mencapai prestasi gemilang sebagai pengelola pemerintahan, sehingga Sultan Alp Arselan memanggilnya untuk menduduki posisi wakil perdana mentri. Beberapa tahun kemudian, ketika Perdana Mentri Dinasti Saljuk wafat, ia diangkat sebagai penggantinya. Sejak menjabat perdana mentri itulah, ia, Al-Hasan, mendapat gelar Nizhamul Mulk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Universitas Nizhamiyah yang menghasilkan sejumlah ulama besar, dibangun pada 1067 M di Baghdad, sebagai inisiatif Nizhamul Mulk. Hal itu tampak dari diajarkannya Madzhab Syafi'i, yang dianut oleh Nizhamul Mulk, di universitas tersebut, bukan Madzhab Hanafi atau Maliki, yang dianut keluarga Sultan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Universitas ini juga termasyhur dengan pelajaran ilmu alat (nahwu, sharaf, balaghah) untuk bahasa, dan &lt;i&gt;ushul fiqh&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;qawaidul fiqhiyyah&lt;/i&gt; untuk ilmu fiqih. Selain itu juga universitas ini juga dianggap sebagai basis pengembangan ilmu kalam yang bercorak Asy'ariyyah. Bahkan beberapa rektornya, seperti Al-Jawani dan Abu Hamid Al-Ghazali (lebih dikenal sebagai Imam Ghazali), trmasyhur sebgai mutakallim, ahli ilmu kalam, yang bermadzhab Asy'ariyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam waktu singkat universitas ini berkembang pesat dengan beberapa cabang diberbagai daerah, terutama di Khurasan dan Persia. Jumlah wakaf yang besar membuat universitas-yang dinilai sebagai labolatarium intelektualitas terbesar kala itu-mampu menyediakan fasilitas yang lebih dari cukup bagi para mahasiswa dan pengajarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para mahasiswa yang datang dari penjuru negeri muslim itu dimanjakan dengan beasiswa, akomodasi, dana pembelian kitab, dan berbagai tunjangan lain. Para dosennya pun sangat berkualitas, dengan gaji yang sangat tinggi buat ukuran masa lalu. Untuk kenyamanan belajar, pemerintah juga menyediakan perpustakaan dengan koleksi ribuan buku karya para ulama dan intelektual termasyhur, termasuk terjemahan karya ilmuwan Yunani dan Romawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana di seantero Universitas Nizhamiyyah kala itu sering digambarkan seperti surga ilmu. Di berbagai sudut mesjid dan taman, dapat dengan mudah ditemukan halaqah, lingkaran diskusi, yang diikuti para mahasiswa dan masyarakat umum. Begitu dominan pengaruh keilmuan universitas tersebut, sehingga abad ke-5 Hijriah itu disebut Era Nizhami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem manajemen dan administrasi yang tertata rapi membuat Nizhamiyyah dapat berkembang dan berpengaruh meski pendirinya wafat pada 1092 M. Bahkan, ketika invasi bangsa Mongol usai, satu-satunya lembaga pendidikan yang masih bisa bertahan hidup hanyalah Univesitas Nizhamiyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Majalah Barokah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6371538590409497829-561110078863800619?l=desaurindu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desaurindu.blogspot.com/feeds/561110078863800619/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/nizhamul-mulk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/561110078863800619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/561110078863800619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2011/08/nizhamul-mulk.html' title='Nizhamul Mulk'/><author><name>Yanuka Yat Nurkahyatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09815310252825184263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-8evPVOgw0B4/Tibd0eaDbjI/AAAAAAAAABA/u5UmuOeyJgg/s220/yanuka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-8m1cyfe849c/Tj14dqo6g8I/AAAAAAAAACE/lcZCjt2GBL0/s72-c/nizam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6371538590409497829.post-7462832968707850602</id><published>2010-12-08T07:34:00.000-08:00</published><updated>2011-11-27T08:15:09.250-08:00</updated><title type='text'>Mukhadimah</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-hC-67gmoSUM/TicAreREWiI/AAAAAAAAACA/HXPLI1OIoB4/s1600/yanuka.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-hC-67gmoSUM/TicAreREWiI/AAAAAAAAACA/HXPLI1OIoB4/s1600/yanuka.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Assalaamu'alaaikum Wr. Wb.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala  puji bagi Allah. Dzat Yang Maha Indah. Dzat Yang Maha Lembut. Dzat Yang  Maha Menggenggam dan Membolak-balikan hati. Dzat Yang Maha Dermawan Atas  Samudra Anugrahnya yang Luas tanpa Batas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga  Ta'zhim-Nya, senantiasa dilimpahkan kepada Sang Pemimpin Dunia Akhirat,  manusia pilihan, manusia paling mulia drazatnya, manusia paling sempurna  akhlaknya, manusia paling luas syafa'atnya, Dialah Baginda Nabi  Muhammad saw. &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Tak lupa segenap keluarga, para sahabat, dan seluruh kaum Muslimin yang senantiasa mengikuti sunah-sunahnya hingga akhir zaman. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah,  atas Karunia Allah, Dzat Yang Maha Menghidupkan. Sampai detik ini saya  masih di beri kesempatan untuk menghelakan nafas, mengedipkan mata dan  memijakan kaki di bumi ini. Sungguh ini adalah Anugrah yang paling  berharga yang patut saya syukuri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Kepada para Netter yang Arif dan sejuk   hatinya " Selamat datang di&amp;nbsp;&lt;b&gt;Blog Desau Rindu,&lt;/b&gt; Saya mengucapkan banyak terima kasih dan banyak cinta, anda telah  sudi untuk meluangkan sedikit waktunya dan berkenan hati untuk singgah  ke Blog ini. Semoga Allah menjadikan kita manusia-manusia yang saling  memberi manfaat dan mengikatkan kita dengan tali Silaturrahim yang takan  pernah terputus. Aamiin..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Sebelum  beranjak ke Entri selanjutnya , alangkah baiknya apabila anda semua  tahu sedikit tentang Biografi saya dan Blog ini terlebih dahulu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Saya  hanyalah manusia bodoh yang masih perlu banyak belajar lagi. Maka dari  itu saya tampil kehadapan anda semua dengan apa adanya pula, membawa  berjuta-juta ketidaktahuan dan secuil pengetahuan yang mudah-mudahan  bisa bermanfaat untuk kita semua. "Sebutir embun di ujung daun, jatuh  perlahan ke dasar telaga, akan terasa penuh makna apabila kita  menghargainya" &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Semoga ini ada hikmahnya. Aamiin..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Seiring  waktu melangkah, otak kita pun akan semakin lemah untuk merespon dan  merekam sesuatu hal. Tersadar, waktu sedang mengantarkan kita pada  kepikunan. Oleh karna itulah tumbuh satu keinginan dalam diri saya untuk  meng-&lt;i&gt;Copy&lt;/i&gt; sebagian memori saya ke dalam sebuah Blog, berupa  catatan sederhana yang saya kemas dengan kalimat dan bahasa yang  sederhana pula. Dan dari kesederhanaan inilah saya akan menjadikan Blog  ini sebagai Arsif pribadi yang sangat berharga, yang sewaktu-waktu bisa  saya kaji kembali apabila saya lupa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Blog ini berisi tentang "&lt;b style="color: blue;"&gt;Kajian Ilmiah Religi&lt;/b&gt;"  yang saya rangkum dari beberapa sumber. Baik dari sumber media maupun  dari pengalaman pribadi. Di dalamnya mengandung beberapa uraian ringan  yang mudah-mudahan bisa dimengerti dan bisa dijadikan lentera sekaligus  rangsangan yang akan menginspirasi kita dalam menggapai kebaikan duniawi  dan ukhrawi, sehingga kita bisa mengimplementasikannya kedalam  kehidupan sehari-hari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Blog ini saya beri judul "&lt;b style="color: blue;"&gt;DESAU RINDU&lt;/b&gt;"  karna saya ingin mengajak anda semua untuk sama-sama menumbuhkan  kembali benih-benih kerinduan dalam hati kita. Yaitu kerinduan kepada  Yang Maha benar, Allah SWT. Karna tidak ada lagi Dzat yang pantas kita  rindui, kapanpun, dimanapun, dan dikala apapun selain Diri-Nya Yang  Menguasai Langit dan Bumi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Maka  dari itu, besar harapan saya anda semua bisa berinteraksi lebih  intensif lagi dengan saya, lewat keritik dan saran yang membangun.  Insyaallah kontribusi anda akan saya ektrasikan kedalam otak dan hati,  yang kemudian akan saya jadikan suplement ide bagi saya melangkah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Akhiru Salam&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Wassalamu 'laikum Wr Wb.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;Penulis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;Yanuka Yat Nurkahyatno&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6371538590409497829-7462832968707850602?l=desaurindu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desaurindu.blogspot.com/feeds/7462832968707850602/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2010/12/mukadimah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/7462832968707850602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/7462832968707850602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2010/12/mukadimah.html' title='Mukhadimah'/><author><name>Yanuka Yat Nurkahyatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09815310252825184263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-8evPVOgw0B4/Tibd0eaDbjI/AAAAAAAAABA/u5UmuOeyJgg/s220/yanuka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-hC-67gmoSUM/TicAreREWiI/AAAAAAAAACA/HXPLI1OIoB4/s72-c/yanuka.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6371538590409497829.post-1663887127779256556</id><published>2010-12-08T07:29:00.000-08:00</published><updated>2011-11-20T13:00:48.703-08:00</updated><title type='text'>Kisah Teladan</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-njsqd6RDnPg/TslqbVDOpdI/AAAAAAAAAEI/r_QJWtr58o4/s1600/onta.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-njsqd6RDnPg/TslqbVDOpdI/AAAAAAAAAEI/r_QJWtr58o4/s1600/onta.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;KUBUR BERKATA-KATA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Dikisahkan bahawa sewaktu Fatimah r.a. meninggal dunia maka jenazahnya telah diusung oleh 4 orang, antara :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ali bin Abi Talib (suami Fatimah r.a)&lt;br /&gt;2. Hasan (anak Fatima r.a)&lt;br /&gt;3. Husin (anak Faimah r.a)&lt;br /&gt;4. Abu Dzafrrin Al-Ghifary r.a&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu jenazah Fatimah r.a diletakkan di tepi kubur maka Abu Dzafrrin  Al-Ghifary r.a berkata kepada kubur, "Wahai kubur, tahukah kamu jenazah  siapakah yang kami bawakan kepada kamu ? Jenazah yang kami bawa ini  adalah Siti Fatimah az-Zahra, anak &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Rasulullah s.a.w.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;"&lt;br /&gt;Maka berkata kubur, "Aku bukannya tempat bagi mereka yang berdarjat atau  orang yang bernasab, adapun aku adalah tempat amal soleh, orang yang  banyak amalnya maka dia akan selamat dariku, tetapi kalau orang itu  tidak beramal soleh maka dia tidak akan terlepas dari aku (akan aku  layan dia dengan seburuk-buruknya)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Laits as-Samarqandi berkata kalau seseorang itu hendak selamat dari  siksa kubur hendaklah melazimkan empat perkara semuanya :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hendaklah ia menjaga solatnya&lt;br /&gt;2. Hendaklah dia bersedekah&lt;br /&gt;3. Hendaklah dia membaca al-Quran&lt;br /&gt;4. Hendaklah dia memperbanyakkan membaca tasbih kerana dengan  memperbanyakkan membaca tasbih, ia akan dapat menyinari kubur dan  melapangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun empat perkara yang harus dijauhi ialah :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jangan berdusta&lt;br /&gt;2. Jangan mengkhianat&lt;br /&gt;3. Jangan mengadu-domba (jangan suka mencucuk sana cucuk sini)&lt;br /&gt;4. Jangan kencing sambil berdiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Rasulullah s.a.w.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; telah bersabda yang bermaksud, &lt;i&gt;&lt;b&gt; "Bersucilah kamu semua dari kencing, kerana sesungguhnya kebanyakan siksa kubur itu berpunca dari kencing."&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Seseorang itu tidak dijamin akan terlepas dari segala macam siksaan  dalam kubur, walaupun ia seorang alim ulama' atau seorang anak yang  bapanya sangat dekat dengan &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;. Sebaliknya kubur itu  tidak memandang adakah orang itu orang miskin, orang kaya, orang  berkedudukan tinggi atau sebagainya, kubur akan melayan seseorang itu  mengikut amal soleh yang telah dilakukan sewaktu hidupnya di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sekali-kali kita berfikir bahawa kita akan dapat menjawab setiap  soalan yang dikemukakan oleh dua malaikat Mungkar dan Nakir dengan cara  kita menghafal. Pada hari ini kalau kita berkata kepada saudara kita  yang jahil takutlah kamu kepada &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt; Allah s.w.t.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; dan takutlah kamu  kepada soalan yang akan dikemukakan ke atas kamu oleh malaikat Mungkar  dan Nakir, maka mereka mungkin akan menjawab, "Ah mudah sahaja, aku  boleh menghafal untuk menjawabnya."&lt;br /&gt;Itu adalah kata-kata orang yang tidak berfikiran. Seseorang itu tidak  akan dapat menjawab setiap soalan di alam kubur jikalau dia tidak  mengamalkannya sebab yang akan menjawab ialah amalnya sendiri. Sekiranya  dia rajin membaca al-Quran, maka al-Quran itu akan membelanya dan begitu juga seterusnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp; &lt;a href="http://tanbihul_ghafilin.tripod.com/hajaraswad.jpg"&gt;&lt;img alt="hajaraswad.jpg (52007 bytes)" border="2" height="136" src="http://tanbihul_ghafilin.tripod.com/hajaraswadsmall.jpg" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://tanbihul_ghafilin.tripod.com/hajaraswad.jpg"&gt; &lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;KISAH ASAL USUL HAJAR ASWAD&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Ketika Nabi Ibrahim a.s bersama anaknya membina Kaabah  banyak kekurangan yang dialaminya. Pada mulanya Kaabah itu tidak ada  bumbung dan pintu masuk. Nabi Ibrahim a.s bersama Nabi Ismail bertungkus  kumus untuk menjayakan pembinaannya dengan mengangkut batu dari  berbagai gunung.&amp;nbsp;Dalam sebuah kisah disebutkan apabila pembinaan Kaabah  itu selesai, ternyata Nabi Ibrahim masih merasakan kekurangan sebuah  batu lagi untuk diletakkan di Kaabah.&amp;nbsp;Nabi Ibrahim berkata Nabi Ismail  berkata, "Pergilah engkau mencari sebuah batu yang akan aku letakkan  sebagai penanda bagi manusia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Nabi Ismail a.s pun pergi dari satu bukit ke satu bukit untuk  mencari batu yang baik dan sesuai. Ketika Nabi Ismail a.s sedang mencari  batu di sebuah bukit, tiba-tiba datang malaikat Jibril a.s memberikan  sebuah batu yang cantik. Nabi Ismail dengan segera membawa batu itu  kepada Nabi Ibrahim a.s. Nabi Ibrahim a.s. merasa gembira melihat batu  yang sungguh cantik itu, beliau menciumnya beberapa kali. Kemudian Nabi  Ibrahim a.s bertanya, "Dari mana kamu dapat batu ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Ismail berkata, "Batu ini kuterima daripada yang tidak memberatkan cucuku dan cucumu (Jibril)."&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim mencium lagi batu itu dan diikuti oleh Nabi Ismail a.s.  Sehingga sekarang Hajar Aswad itu dicium oleh orang-orang yang pergi ke  Baitullah. Siapa sahaja yang bertawaf di Kaabah disunnahkan mencium  Hajar Aswad. Beratus ribu kaum muslimin berebut ingin mencium Hajar  Aswad itu, yang tidak mencium cukuplah dengan memberikan isyarat  lambaian tangan sahaja.&amp;nbsp;Ada riwayat menyatakan bahawa dulunya batu Hajar  Aswad itu putih bersih, tetapi akibat dicium oleh setiap orang yang  datang menziarahi Kaabah, ia menjadi hitam seperti terdapat sekarang.  Wallahu a'alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila manusia mencium batu itu maka timbullah perasaan seolah-olah  mencium ciuman Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Ingatlah wahai  saudara-saudaraku, Hajar Aswad itu merupakan tempat diperkenan doa. Bagi  yang ada kelapangan, berdoalah di sana, Insya Allah doanya akan  dikabulkan oleh &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;. Jagalah hati kita sewaktu mencium Hajar Aswad supaya tidak menyengutukan &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Allah s.w.t.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;, sebab  tipu daya syaitan kuat di Tanah Suci Mekah.&amp;nbsp;Ingatlah kata-kata Khalifah  Umar bin Al-Khattab apabila beliau mencium batu itu (Hajar Aswad) : "Aku  tahu, sesungguhnya engkau hanyalah batu biasa. Andaikan aku tidak  melihat &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Rasulullah s.a.w.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; menciummu, sudah tentu aku tidak akan melakukan (mencium Hajar Aswad)."&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;UNTA MENJADI HAKIM&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Pada zaman &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Rasulullah s.a.w.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;,  ada seorang Yahudi yang menuduh orang Muslim mencuri untanya. Maka dia  datangkan empat orang saksi palsu dari golongan munafik. &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Rasulullah s.a.w.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; lalu memutuskan  hukum unta itu milik orang Yahudi dan memotong tangan Muslim itu  sehingga orang Muslim itu kebingungan. Maka ia pun mengangkatkan  kepalanya menengadah ke langit seraya berkata, "Tuhanku, &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Engkau Maha Mengetahui&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; bahawa sesungguhnya aku tidak mencuri unta itu."&lt;br /&gt;Selanjutnya orang Muslim itu berkata kepada &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Rasulullah s.a.w.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;, "Wahai &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt; Rasulullah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;, sungguh keputusanmu itu adalah benar, akan tetapi mintalah keterangan dari unta ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Rasulullah s.a.w.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; bertanya  kepada unta itu, "Hai unta, milik siapakah engkau ini ?"&amp;nbsp;Unta itu  menjawab dengan kata-kata yang fasih dan terang, "Wahai &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Rasulullah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;, aku adalah milik orang Muslim ini dan sesungguhnya para saksi itu adalah dusta."&amp;nbsp;Akhirnya &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Rasulullah s.a.w.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; berkata kepada orang Muslim itu, "Hai orang Muslim, beritahukan kepadaku, apakah yang engkau perbuat, sehingga &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt; Allah Taala&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; menjadikan unta ini dapat bercakap perkara yang benar."&amp;nbsp;Jawab orang Muslim itu, "Wahai &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Rasulullah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;, aku tidak tidur di waktu malam sehingga lebih dahulu aku membaca selawat ke atas engkau sepuluh kali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Rasulullah s.a.w&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; bersabda,&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;"Engkau telah selamat dari  hukum potong tanganmu di dunia dan selamat juga dari seksaan di akhirat  nantinya dengan sebab berkatnya engkau membaca selawat untukku."&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Memang membaca selawat itu sangat digalakkan oleh agama sebab pahala-pahalanya sangat tinggi di sisi &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Allah s.w.t&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;. Lagi pula boleh  melindungi diri dari segala macam bencana yang menimpa, baik di dunia  dan di akhirat nanti. Sebagaimana dalam kisah tadi, orang Muslim yang  dituduh mencuri itu mendapat perlindungan daripada &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; melalui seekor unta yang menghakimkannya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;KEJUJURAN SEORANG SAUDAGAR PERMATA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Pada suatu hari, seorang saudagar perhiasan di zaman  Tabiin bernama Yunus bin Ubaid, menyuruh saudaranya menjaga kedainya  kerana ia akan keluar solat. Ketika itu datanglah seorang badwi yang  hendak membeli perhiasan di kedai itu. Maka terjadilah jual beli di  antara badwi itu dan penjaga kedai yang diamanahkan tuannya tadi.&amp;nbsp;Satu  barang perhiasan permata yang hendak dibeli harganya empat ratus dirham.  Saudara kepada Yunus menunjukkan suatu barang yang sebetulnya harga dua  ratus dirham. Barang tersebut dibeli oleh badwi tadi tanpa diminta  mengurangkan harganya tadi. Ditengah jalan, dia terserempak dengan Yunus  bin Ubaid. Yunus bin Ubaid lalu bertanya kepada si badwi yang membawa  barang perhiasan yang dibeli dari kedainya tadi. Sememangnya dia  mengenali barang tersebut adalah dari kedainya. Saudagar Yunus bertanya  kepada badwi itu, "Berapakah harga barang ini kamu beli?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badwi itu menjawab, "Empat ratus dirham."&amp;nbsp;"Tetapi harga sebenarnya cuma  dua ratus dirham sahaja. Mari ke kedai saya supaya saya dapat kembalikan  wang selebihnya kepada saudara." Kata saudagar Yunus lagi.&amp;nbsp;"Biarlah, ia  tidak perlu. Aku telah merasa senang dan beruntung dengan harga yang  empat ratus dirham itu, sebab di kampungku harga barang ini paling murah  lima ratus dirham."&amp;nbsp;Tetapi saudagar Yunus itu tidak mahu melepaskan  badwi itu pergi. Didesaknya juga agar badwi tersebut balik ke kedainya  dan bila tiba dikembalikan wang baki kepada badwi itu. Setelah badwi itu  beredar, berkatalah saudagar Yunus kepada saudaranya, "Apakah kamu  tidak merasa malu dan takut kepada &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; atas perbuatanmu menjual barang tadi dengan dua kali ganda?" Marah saudagar Yunus lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tetapi dia sendiri yang mahu membelinya dengan harga empat ratus  dirham." Saudaranya cuba mempertahankan bahawa dia dipihak yang  benar.&amp;nbsp;Kata saudagar Yunus lagi, "Ya, tetapi di atas belakang kita  terpikul satu amanah untuk memperlakukan saudara kita seperti  memperlakukan terhadap diri kita sendiri."&lt;br /&gt;Jika kisah ini dapat dijadikan tauladan bagi peniaga-peniaga kita yang  beriman, amatlah tepat. Kerana ini menunjukkan peribadi seorang peniaga  yang jujur dan amanah di jalan mencari rezeki yang halal. Jika semuanya  berjalan dengan aman dan tenteram kerana tidak ada penipuan dalam  perniagaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Rasulullah s.a.w.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; bersabda, &lt;b&gt;&lt;i&gt;  "Sesungguhnya Allah itu penetap harga, yang menahan, yang melepas dan  memberi rezeki dan sesungguhnya aku harap bertemu Allah di dalam keadaan  tidak seorang pun dari kamu menuntut aku lantaran menzalimi di jiwa  atau diharga."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; (Diriwayat lima imam kecuali imam Nasa'i)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;'AUJ BIN UNUQ DIBINASAKAN OLEH BURUNG HUD-HUD&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;'Auj bin Unuq adalah manusia yang berumur sehingga 4,500  tahun. Tinggi tubuh badannya di waktu berdiri adalah seperti ketinggian  air yang dapat menenggelamkan negeri pada zaman Nabi Nuh a.s.  Ketinggian air tersebut tidak dapat melebihi lututnya.&amp;nbsp;Ada yang  mengatakan bahawa dia tinggal di gunung. Apabila dia merasa lapar, dia  akan menghulurkan tangannya ke dasar laut untuk menangkap ikan kemudian  memanggangnya dengan panas matahari. Apabila dia marah atas sesebuah  negeri, maka dia akan mengencingi negeri tersebut hinggalah penduduk  negeri itu tenggelam di dalam air kencingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Nabi Musa bersama kaumnya tersesat di kebun teh, maka 'Auj  bermaksud untuk membinasakan Nabi Musa bersama kaumnya itu. Kemudian  'Auj datang untuk memeriksa tempat kediaman askar Nabi Musa a.s., maka  dia mendapati beberapa tempat kediaman askar Nabi Musa itu tidak jauh  dari tempatnya. Kemudian dia mencabut gunung-gunung yang ada di  sekitarnya dan diletakkan di atas kepalanya supaya mudah untuk  dicampakkan kepada askar-askar Nabi Musa a.s.&lt;br /&gt;Sebelum sempat 'Auj mencampakkan gunung-gunung yang diunjung di atas kepalanya kepada askar Nabi Musa a.s, &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; telah mengutuskan  burung hud-hud dengan membawa batu berlian dan meletakkannya di atas  gunung yang dijunjung oleh 'Auj. Dengan kekuasaan &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;, berlian tersebut  menembusi gunung yang dijunjung oleh 'Auj sehinggalah sampai ke  tengkuknya. 'Auj tidak sanggup menghilangkan berlian itu, akhirnya 'Auj  binasa disebabkan batu berlian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan bahawa ketinggian Nabi Musa a.s adalah empat puluh hasta dan  panjang tongkatnya juga empat puluh hasta dan memukulkan tongkatnya  kepada 'Auj tepat mengenai mata dan kakinya. Ketika itu jatuhlah 'Auj  dengan kehendak&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dan akhirnya tidak dapat lari daripada kematian sekalipun badannya tinggi serta memiliki kekuatan yang hebat.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;CINTA SEJATI SEORANG IBU TERHADAP ANAK-ANAKNYA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Wanita itu sudah tua, namun semangat perjuangannya tetap  menyala seperti wanita yang masih muda. Setiap tutur kata yang  dikeluarkannya selalu menjadi pendorong dan bualan orang disekitarnya.  Maklumlah, ia memang seorang penyair dua zaman, maka tidak kurang pula  bercakap dalam bentuk syair. Al-Khansa bin Amru, demikianlah nama wanita  itu. Dia merupakan wanita yang terkenal cantik dan pandai di kalangan  orang Arab. Dia pernah bersyair mengenang kematian saudaranya yang  bernama Sakhr :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setiap mega terbit, dia mengingatkan aku pada Sakhr, malang. Aku pula  masih teringatkan dia setiap mega hilang dii ufuk barat Kalaulah tidak  kerana terlalu ramai orang menangis di sampingku ke atas mayat-mayat  mereka, nescaya aku bunuh diriku."&lt;br /&gt;Setelah Khansa memeluk Islam, keberanian dan kepandaiannya bersyair  telah digunakan untuk menyemarakkan semangat para pejuang Islam. Ia  mempunyai empat orang putera yang kesemuanya diajar ilmu bersyair dan dididik berjuang dengan berani. Kemudian puteranya itu telah  diserahkan untuk berjuang demi kemenangan dan kepentingan Islam. Khansa  telah mengajar anaknya sejak kecil lagi agar jangan takut menghadapi  peperangan dan cabaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 14 Hijrah, Khalifah Umar Ibnul Khattab menyediakan satu  pasukan tempur untuk menentang Farsi. Semua Islam dari berbagai kabilah  telah dikerahkan untuk menuju ke medan perang, maka terkumpullah seramai  41,000 orang tentera. Khansa telah mengerahkan keempat-empat puteranya  agar ikut mengangkat senjata dalam perang suci itu. Khansa sendiri juga  ikut ke medan perang dalam kumpulan pasukan wanita yang bertugas merawat  dan menaikkan semangat pejuan tentera Islam.&lt;br /&gt;Dengarlah nasihat Khansa kepada putera-puteranya yang sebentar lagi akan  ke medan perang, "Wahai anak-anakku! Kamu telah memilih Islam dengan  rela hati. Kemudian kamu berhijrah dengan sukarela pula. Demi &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;, yang tiada tuhan selain &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Dia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;,  sesungguhnya kamu sekalian adalah putera-putera dari seorang lelaki dan  seorang wanita. Aku tidak pernah mengkhianati ayahmu, aku tidak pernah  memburuk-burukkan saudara-maramu, aku tidak pernah merendahkan keturuna  kamu, dan aku tidak pernah mengubah perhubungan kamu. Kamu telah tahu  pahala yang disediakan oleh &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; kepada kaum muslimin dalam memerangi kaum kafir itu. Ketahuilah bahawasanya kampung yang kekal itu lebih baik daripada kampung yang binasa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Khansa membacakan satu ayat dari surah Ali Imran yang bermaksud, &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;i&gt;  "Wahai orang yang beriman! Sabarlah, dan sempurnakanlah kesabaran itu,  dan teguhkanlah kedudukan kamu, dan patuhlah kepada Allah, moga-moga  menjadi orang yang beruntung."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; Putera-putera Khansa tertunduk khusyuk mendengar nasihat bonda yang disayanginya.&lt;br /&gt;Seterusnya Khansa berkata, "Jika kalian bangun esok pagi, insya Allah  dalam keadaan selamat, maka keluarlah untuk berperang dengan musuh kamu.  Gunakanlah semua pengalamanmu dan mohonlah pertolongan dari &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;. Jika kamu melihat api  pertempuran semakin hebat dan kamu dikelilingi oleh api peperangan yang  sedang bergejolak, masuklah kamu ke dalamnya. Dan dapatkanlah puncanya ketika terjadi perlagaan  pertempurannya, semoga kamu akan berjaya mendapat balasan di kampung  yang abadi, dan tempat tinggal yang kekal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subuh esoknya semua tentera Islam sudah berada di tikar sembahyang masing-masing untuk mengerjakan perintah &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Allah s.w.t. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;iaitu solat Subuh, kemudian berdoa moga-moga &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Allah s.w.t. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;memberikan mereka  kemenangan atau syurga. Kemudian Saad bin Abu Waqas panglima besar Islam  telah memberikan arahan agar bersiap-sedia sebaik sahaja semboyan  perang berbunyi. Perang satu lawan satu pun bermula dua hari. Pada hari  ketiga bermulalah pertempuran besar-besaran. 41,000 orang tentera Islam  melawan tentera Farsi yang berjumlah 200,000 orang. Pasukan Islam  mendapat tentangan hebat, namun mereka tetap yakin akan pertolongan &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putera-putera Khansa maju untuk merebut peluang memasuki syurga. Berkat  dorongan dan nasihat dari bondanya, mereka tidak sedikit pun berasa  takut. Sambil mengibas-ngibaskan pedang, salah seorang dari mereka  bersyair,&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; "Hai saudara-saudaraku! Ibu tua kita yang banyak pengalaman itu, telah  memanggil kita semalam dan membekalkan nasihat. Semua mutiara yang  keluar dari mulutnya bernas dan berfaedah. Insya Allah akan kita  buktikan sedikit masa lagi."&lt;br /&gt;Kemudian ia maju menetak setiap musuh yang datang. Seterusnya disusul  pula oleh anak kedua maju dan menentang setiap musuh yang mencabar.  Dengan semangat yang berapi-api ia bersyair,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Demi Allah! Kami tidak akan melanggar nasihat dari ibu tua kami  Nasihatnya wajib ditaati dengan ikhlas dan rela hati Segeralah  bertempur, segeralah bertarung dan menggempur mush-musuh bersama-sama  Sehingga kau lihat keluarga Kaisar musnah."&amp;nbsp;Anak Khansa yang ketiga pula  segera melompat dengan beraninya dan bersyair,&amp;nbsp;"Sungguh ibu tua kami  kuat keazamannya, tetap tegas tidak goncang Beliau telah menggalakkan  kita agar bertindak cekap dan berakal cemerlang Itulah nasihat seorang  ibu tua yang mengambil berat terhadap anak-anaknya sendiri. Mari! Segera memasuki medan tempur dan segeralah untuk mempertahankan  diri Dapatkan kemenangan yang bakal membawakegembiraan di dalam hati  Atau tempuhlah kematian yang bakal mewarisi kehidupan yang abadi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir sekali anak keempat menghunus pedang dan melompat menyusul  abang-abangnya. Untuk menaikkan semangatnya ia pun bersyair,&amp;nbsp;"Bukanlah  aku putera Khansa', bukanlah aku anak jantan Dan bukanlah pula kerana  'Amru yang pujiannya sudah lama terkenal Kalau aku tidak membuat tentera  asing yang berkelompok-kelompok itu terjunam ke jurang bahay, dan  musnah mangsa oleh senjataku."&amp;nbsp;Bergelutlah keempat-empat putera Khansa  dengan tekad bulat untuk mendapatkan syurga diiringi oleh doa munajat  bondanya yang berada di garis belakang. Pertempuran terus hebat. Tentera  Islam pada mulanya kebingungan dan kacau kerana pada mulanya tentera  Farsi menggunakan tentera bergajah di barisan hadapan, sementara tentera  berjalan kaki berlindung di belakang binatang tahan lasak itu. Namun  tentera Islam dapat mencederakan gajah-gajah itu dengan memanah mata dan  bahagian-bahagian lainnya. Gajah yang cedera itu marah dengan  menghempaskan tuan yang menungganginya, memijak-mijak tentera Farsi yang  lannya. Kesempatan ini digunakan oleh pihak Islam untuk memusnahkan  mereka. Panglima perang bermahkota Farsi dapat dipenggal kepalanya,  akhirnya mereka lari lintang-pukang menyeberangi sungai dan dipanah oleh  pasukan Islam hingga air sungai menjadi merah. Pasukan Farsi kalah  teruk, dari 200,000 tenteranya hanya sebahagian kecil sahaja yang dapat  menyelamatkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam lega. Kini mereka mengumpul dan mengira tentera Islam yang  gugur. Ternyata yang beruntung menemui syahid di medan Kadisia itu  berjumlah lebih kurang 7,000 orang. Dan daripada 7,000 orang syuhada itu  terbujur empat orang adik-beradik Khansa. Seketika itu juga ramailah  tentera Islam yang datang menemui Khansa memberitahukan bahawa  keempat-empat anaknya telah menemui syahid. Al-Khansa menerima berita  itu dengan tenang, gembira dan hati tidak bergoncang. Al-Khansa terus  memuji Allah dengan ucapan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Segala puji bagi &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;, yang telah memuliakanku dengan mensyahidkan mereka, dan aku mengahrapkan darii &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Tuhanku&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;, agar &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Dia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; mengumpulkan aku dengan mereka di tempat tinggal yang kekal dengan rahmat-&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Nya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;!"&lt;br /&gt;Al-Khansa kembali semula ke Madinah bersama para perajurit yang masih  hidup dengan meninggalkan mayat-mayat puteranya di medan pertempuran  Kadisia. Dari peristiwa peperanan itu pula wanita penyair ini mendapat  gelaran kehormatan 'Ummu syuhada yang ertinya ibu kepada orang-orang  yang mati syahid."&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;NABI IDRIS DAN PEDOMAN HIDUP&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Nabi Idris a.s adalah keturunan keenam Nabi Adam, putera  dari Yazid bin Mihla'iel bin Qoinan bin Anusy bin Syith bin Adam a.s  dan dia adalah keturunan pertama yang dikurniakan kenabian setelah Adam  dan Syith.&amp;nbsp;Nabi Idris a.s mengikut sementara riwayat bermukim di Mesir,  di mana ia berdakwah untuk agama &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; mengajarkan tauhid dan beribadah menyembah &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; serta memberi beberapa  pedoman hidup bagi pengikut-pengikut agar menyelamatkan diri dari  siksaan di akhirat dan kehancuran serta kebinasaan di dunia. Ia hidup  sampai berusia 82 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara beberapa nasihat dan kata-kata mutiaranya ialah :-&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt; 1. Kesabaran yang disertai iman kepada &lt;span style="color: blue;"&gt; Allah s.w.t.&lt;/span&gt; membawa kemenangan.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;2. Orang yang bahagia adalah orang yang merendah diri dan mengharapkan syafaat dari Tuhannya dengan amal-amal solehnya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;3. Bila kamu memohon sesuatu daripada &lt;span style="color: blue;"&gt; Allah s.w.t.&lt;/span&gt; dan berdoa, maka ikhlaskanlah niatmu. Demikian pula puasa dan sembahyangmu.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;4. Janganlah bersumpah dengan keadaan kamu  berdusta dan janganlah menuntut sumpah dari orang yang berdusta agar  kamu tidak menyekutui mereka dalam dosa.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;5. Bertaatlah kepada raja-rajamu dan tunduklah  kepada pembesar-pembesarmu serta penuhilah selalu mulut-mulutmu dengan  ucapan syukur dan puji kepada &lt;span style="color: blue;"&gt;Allah s.w.t&lt;/span&gt;.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;6. Janganlah mengiri orang yang mujur nasibnya kerana mereka tidak akan banyak dan lama menikmati kemujuran nasibnya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; 7. Barangsiapa melampaui kesederhanaan, tidak suatupun akan memuaskannya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;8. Tanpa membahagi-bahagikan nikmat yang diperolehi, seseorang tidak dapat bersyukur kepada &lt;span style="color: blue;"&gt; Allah s.w.t.&lt;/span&gt; atau nikmat-nikmat yang diperolehinya itu.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;LIMA BELAS BUKTI KEIMANAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Al-Hakim meriwayatkan Alqamah bin Haris r.a berkata, aku datang kepada &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Rasulullah s.a.w&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dengan tujuh orang  dari kaumku. Kemudian setelah kami beri salam dan beliau tertarik  sehingga beliau bertanya, "Siapakah kamu ini?"&amp;nbsp;Jawab kami, "Kami adalah  orang beriman." Kemudian baginda bertanya, "Setiap perkataan ada  buktinya, apakah bukti keimanan kamu ?" Jawab kami, "Buktinya ada lima  belas perkara. Lima perkara yang engkau perintahkan kepada kami, lima  perkara yang diperintahkan oleh utusanmu kepada kami dan lima perkara  yang kami terbiasakan sejak zaman jahiliyyah ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Rasulullah s.a.w&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;, "Apakah lima perkara yang aku perintahkan kepada kamu itu ?"&amp;nbsp;Jawab mereka, "Kamu telah perintahkan kami untuk beriman kepada &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;, percaya kepada &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt; Malaikat-Nya&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt; Kitab-kitab-Nya&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt; Rasul-rasul-Nya&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;, percaya kepada takdir &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; yang baik mahupun yang buruk."&amp;nbsp;Selanjutnya tanya &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Rasulullah s.a.w&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; "Apakah lima  perkara yang diperintahkan oleh para utusanku itu ?"&amp;nbsp;Jawab mereka, "Kami  diperintahkan oleh para utusanmu untuk bersaksi bahawa tidak ada &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Tuhan selain Allah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dan engkau adalah utusan &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;, hendaknya kami mendirikan solat wajib, mengerjakan puasa di bulan Ramadhan, menunaikan zakat dan berhaji bila mampu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Rasulullah s.a.w&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; selanjutnya,  "Apakah lima perkara yang kamu masih terbiasakan sejak zaman jahiliyyah  ?" Jawab mereka, "Bersyukur di waktu senang, bersabar di waktu  kesusahan, berani di waktu perang, redha pada waktu kena ujian dan tidak  merasa gembira dengan sesuatu musibah yang menimpa pada musuh."  Mendengar ucapan mereka yang amat menarik ini, maka &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Rasulullah s.a.w&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; berkata, "Sungguh  kamu ini termasuk di dalam kaum yang amat pandai sekali dalam agama  mahupun dalam tatacara berbicara, hampir sahaja kamu ini serupa dengan  para Nabi dengan segala macam yang kamu katakan tadi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Rasulullah s.a.w&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; selanjutnya, "Mahukah kamu aku tunjukkan kepada lima perkara amalan yang akan menyempurnakan dari yang kamu punyai ?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; Janganlah kamu mengumpulkan sesuatu yang tidak akan kamu makan.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; Janganlah kamu mendirikan rumah yang tidak akan kamu tempati.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Janganlah kamu berlumba-lumba dalam sesuatu yang bakal kamu tinggalkan,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Berusahalah untuk mencari bekal ke dalam akhirat."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;KAIN KAFAN DARIPADA RASULULLAH S.A.W&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Seorang wanita datang kepada &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Rasulullah s.a.w&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;. Ia menyerahkan kain yang ditenunnya sendiri dan diserahkan kepada &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Rasulullah s.a.w&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; sebagai rasa cintanya kepada &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Rasulullah s.a.w&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;. Dengan senang hati &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Rasulullah s.a.w&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; menerima pemberian itu dan memakainya. Dengan memakai kain pemberian wanita itu, &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Rasulullah s.a.w&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; keluar menemui sahabatnya. Salah seorang daripada sahabat melihat begitu indahnya kain yang dipakai &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Rasulullah s.a.w&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;, lau berkata, "Wahai &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt; Rasulullah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;, alangkah indahnya kain yang engkau pakai itu. Betapa senangnya jika aku memakainya," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baiklah," jawab &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Rasulullah s.a.w&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; ringkas.&amp;nbsp;Setelah keluar dari suatu majlis,&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Rasulullah s.a.w&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  datang lagi ke tempat itu, tetapi tidak lagi menggunakan kain tenun  yang baru dipakai itu. Kain pemberian wanita itu berlipat di tangannya,  dan kemudian diserahkan kepada sahabat yang memujinya tadi.&amp;nbsp;"Terimalah  kain ini dan pakailah," ujar &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt; Rasulullah s.a.w&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; Melihat peristiwa itu, ramai sahabat yang mencela lelaki itu. Kain pemberian wanita itu sangat disenangi &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Rasulullah s.a.w&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; kerana itu dipakainya, tetapi &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Rasulullah s.a.w&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; tidak pernah menolak permintaan seseorang. "Mengapa engkau masih memintanya ?" sungut para sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa jawab sahabat yang meminta kain kepada &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Rasulullah s.a.w&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;, "Saya minta kain itu bukan untuk saya pakai, melainkan untuk saya gunakan untuk kain kafanku."&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;RAHSIA KHUSYUK DALAM SEMBAHYANG&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Seorang ahli ibadah bernama Isam bin Yusuf, dia sangat  warak dan sangat khusyuk solatnya. Namun dia selalu khuatir kalau-kalau  ibadahnya kurang khusyuk dan selalu bertanya kepada orang yang  dianggapnya lebih ibadahnya, demi untuk memperbaiki dirinya yang selalu  dirasakan kurang khusyuk.&lt;br /&gt;Pada suatu hari, Isam menghadiri majlis seorang abid bernama Hatim  Al-Isam dan bertanya : "Wahai Aba Abdurrahman, bagaimanakah caranya tuan  solat?"&amp;nbsp;Hatim berkata : "Apabila masuk waktu solat aku berwudhu' zahir  dan batin."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isam bertanya, "Bagaimana wudhu' zahir dan batin itu?"&amp;nbsp;Hatim berkata,  "Wudhu' zahir sebagaimana biasa, iaitu membasuh semua anggota wudhu'  dengan air. Sementara wudhu' batin ialah membasuh anggota dengan tujuh  perkara :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; 1. Bertaubat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menyesali dosa yang dilakukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tidak tergila-gilakan dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tidak mencari / mengharap pujian orang (riya')&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tinggalkan sifat berbangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tinggalkan sifat khianat dan menipu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Meninggalkan sifat dengki&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seterusnya Hatim berkata, "Kemudian aku pergi ke masjid, aku kemaskan  semua anggotaku dan menghadap kiblat. Aku berdiri dengan penuh  kewaspadaan dan aku bayangkan &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; ada di hadapanku,  syurga di sebelah kananku, neraka di sebelah kiriku, malaikat maut  berada di belakangku, dan aku bayangkan pula bahawa aku seolah-olah  berdiri di atas titian 'Sirratul Mustaqim' dan aku menganggap bahawa  solatku kali ini adalah solat terakhirku, kemudian aku berniat dan  bertakbir dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap bacaan dan doa dalam solat kufaham maknanya, kemudian aku ruku'  dan sujud dengan tawadhu', aku bertasyahhud dengan penuh pengharapan dan  aku memberi salam dengan ikhlas. Beginilah aku bersolat selama 30  tahun."&amp;nbsp;Apabila Isam mendengar, menangislah dia kerana membayangkan  ibadahnya yang kurang baik bila dibandingkan dengan Hatim.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;KISAH DARI KITAB ALLAH S.W.T. YANG DAHULU&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Suatu ketika &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Rasulullah s.a.w&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; telah ditanya tentang suhuf yang diturunkan kepada suhuf Nabi Allah Musa a.s.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Rasulullah s.a.w&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; berkata, "Sebahagian daripada kandungan suhuf Nabi Musa a.s :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; 1. Aku hairan pada orang yang telah meyakinkan akan datangnya kematian  (yakin dirinya akan mati dan ditanya tentang amalannya), tetapi mengapa  mereka merasa seronok dan gembira di dunia (tidak membuat persediaan).&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; 2. Aku hairan kepada orang yang telah meyakini akan adanya qadar (ketentuan)&lt;span style="color: blue;"&gt; Allah s.w.t&lt;/span&gt;., tetapi mengapa mereka marah-marah (bila sesuatu musibah menimpa dirinya).&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; 3. Aku hairan pada orang yang telah meyakini akan adanya hisab (hari  pengiraan amal baik dan buruk), tetapi mengapa mereka tidak berbuat  kebaikan?"&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Rasulullah s.a.w&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; ditanya pula tentang sebahagian daripada kitab Taurat, Nabi berkata, "Antara kandungannya ialah :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; 1. Wahai anak Adam, janganlah kau merasa khuatir akan kekuasaan (pangkat), selagi kekuasaan&lt;span style="color: blue;"&gt;Ku&lt;/span&gt; kekal abadi iaitu tidak akan hilang selamanya.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; 2. Wahai anak Adam, sesungguhnya &lt;span style="color: blue;"&gt; Kami&lt;/span&gt; menciptakan kamu adalah untuk beribadah kepada&lt;span style="color: blue;"&gt;Ku&lt;/span&gt;, maka dari itu janganlah kamu mensia-siakan (menghabiskan masamu untuk berhibur sahaja).&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; 3. Wahai anak Adam,&lt;span style="color: blue;"&gt; Kami&lt;/span&gt; tidak mengira akan amalanmu yang akan dilakukan esok, oleh itu janganlah kamu cemas akan rezekimu untuk esok.&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; 4. Wahai anak Adam, sesungguhnya bagi kamu ada kewajipan dan ketentuan rezeki, sekalipun kamu mengabaikan kewajipanmu terhadap&lt;span style="color: blue;"&gt;Ku&lt;/span&gt;, namun &lt;span style="color: blue;"&gt; Aku&lt;/span&gt; tidak akan mengabaikan rezeki yang telah ditentukan untukmu.&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; 5. Wahai anak Adam, sesungguhnya jika kamu redha pada apa-apa yang telah  aku berikan kepadamu, maka kamu akan merasakan bahagia zahir dan batin.  Tetapi jika kamu tidak redha dengan apa-apa yang telah &lt;span style="color: blue;"&gt; Aku&lt;/span&gt; berikan itu, maka kamu akan dikuasai  oleh dunia sehingga kamu akan melompat-lompat dan melenting kepanasan di  padang pasir yang panas. Demi &lt;span style="color: blue;"&gt; Keagungan&lt;/span&gt; dan &lt;span style="color: blue;"&gt; KemuliaanKu&lt;/span&gt;,  ketika itu pun kau tidak akan memperolehi apa-apa selain yang telah aku  tetapkan, malahan engkau termasuk di dalam golongan orang yang tercela  di sisi&lt;span style="color: blue;"&gt;Ku&lt;/span&gt;."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;KISAH PERLAWANAN ANTARA SEORANG LELAKI DAN IBLIS&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Suami isteri itu hidup tenteram mula-mula. Meskipun melarat, mereka taat kepada perintah Tuhan. Segala yang dilarang &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dihindari, dan ibadah  mereka tekun sekali. Si Suami adalah seorang yang alim yang taqwa dan  tawakkal. Tetapi sudah beberapa lama isterinya mengeluh terhadap  kemiskinan yang tiada habis-habisnya itu. Ia memaksa suaminya agar  mencari jalan keluar. Ia membayangkan alangkah senangnya hidup jika  segala-galanya serba cukup.&amp;nbsp;Pada suatu hari, lelaki yang alim itu  berangkat ke ibu kota, mahu mencari pekerjaan. Di tengah perjalanan is  melihat sebatang pohon besar yang tengah dikerumuni orang. Ia mendekat. Ternyata orang-orang itu sedang memuja-muja pohon yang  konon keramat dan sakti itu. Banyak juga kaum wanita dan  pedagang-pedagang yang meminta-minta agar suami mereka setia atau  dagangnya laris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini syirik," fikir lelaki yang alim tadi. "Ini harus dibanteras habis.  Masyarakat tidak boleh dibiarkan menyembah serta meminta selain &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;." Maka pulanglah dia  terburu. Isterinya hairan, mengapa secepat itu suaminya kembali. Lebih  hairan lagi waktu dilihatnya si suami mengambil sebilah kapak yang  diasahnya tajam. Lantas lelaki alim tadi bergegas keluar. Isterinya  bertanya tetapi ia tidak menjawab. Segera dinaiki keldainya dan dipacu  cepat-cepat ke pohon itu. Sebelum sampai di tempat pohon itu berdiri,  tiba-tiba melompat sesusuk tubuh tinggi besar dan hitam. Dia adalah  iblis laknatullah yang menyerupai sebagai manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai, mahu ke mana kamu?" tanya si iblis laknatullah.&amp;nbsp;Orang alim  tersebut menjawab, "Saya mahu menuju ke pohon yang disembah-sembah orang  bagaikan menyembah &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;. Saya sudah berjanji kepada &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; akan menebang roboh pohon syirik itu."&amp;nbsp;"Kamu tidak ada  apa-apa hubungan dengan pohon itu. Yang penting kamu tidak ikut-ikutan  syirik seperti mereka. Sudah pulang sahaja."&amp;nbsp;"Tidak boleh, kemungkaran  mesti dibanteras," jawab si alim bersikap tegas.&lt;br /&gt;"Berhenti, jangan teruskan!" bentak iblis laknatullah marah.&amp;nbsp;"Akan saya teruskan!"&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Kerana masing-masing tegas pada pendirian, akhirnya  terjadilah perkelahian antara orang alim tadi dengan iblis laknatullah. Kalau melihat perbezaan badannya, seharusnya orang alim itu  dengan mudah boleh dibinasakan. Namun ternyata iblis laknatullah menyerah kalah, meminta-minta ampun. Kemudian dengan berdiri  menahan kesakita dia berkata, "Tuan, maafkanlah kekasaran saya. Saya  tak akan berani lagi mengganggu tuan. Sekarang pulanglah. Saya berjanji,  setiap pagi, apabila Tuan selesai menunaikan sembahyang Subuh, di bawah  tikar sembahyang Tuan saya sediakan wang emas empat dinar. Pulang saja  berburu, jangan teruskan niat Tuan itu dulu,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar janji iblis laknatullah dengan wang emas empat dinar itu,  lunturlah kekerasan tekad si alim tadi. Ia teringatkan isterinya yang  hidup tidak berkecukupan. Ia teringat akan saban hari rungutan isterinya.  Setiap pagi empat dinar, dalam sebulan sahaja dia sudah boleh menjadi  orang kaya. Mengingatkan desakan-desakan isterinya itu maka pulanglah  dia. Patah niatnya semula hendak membanteras kemungkaran.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Demikianlah, semejak pagi itu isterinya tidak pernah  marah lagi. Hari pertama, ketika si alim selesai sembahyang, dibukanya  tikar sembahyangnya. Betul di situ tergolek empat benda berkilat, empat  dinar wang emas. Dia meloncat riang, isterinya gembira. Begitu juga hari  yang kedua. Empat dinar emas. Ketika pada hari yang ketiga, matahari  mulai terbit dan dia membuka tikar sembahyang, masih didapatinya wang  itu. Tapi pada hari keempat dia mulai kecewa. Di bawah tikar  sembahyangnya tidak ada apa-apa lagi keculai tikar pandan yang rapuh.  Isterinya mulai marah kerana wang yang kelmarin sudah dihabiskan sama  sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si alim dengan lesu menjawab, "Jangan khuatir, esok barangkali kita  bakal dapat lapan dinar sekaligus."&amp;nbsp;Keesokkan harinya, harap-harap cemas  suami-isteri itu bangun pagi-pagi. Selesai sembahyang dibuka tikar  sejadahnya kosong.&amp;nbsp;"Kurang ajar. Penipu," teriak si isteri. "Ambil  kapak, tebanglah pohon itu."&amp;nbsp;"Ya, memang dia telah menipuku. Akan aku  habiskan pohon itu semuanya hingga ke ranting dan daun-daunnya," sahut  si alim itu.&amp;nbsp;Maka segera ia mengeluarkan keldainya. Sambil membawa kapak  yang tajam dia memacu keldainya menuju ke arah pohon yang syirik itu.  Di tengah jalan iblis laknatullah yang berbadan tinggi besar tersebut sudah menghalang.  Katanya menyorot tajam, "Mahu ke mana kamu?" herdiknya menggegar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mahu menebang pohon," jawab si alim dengan gagah berani.&amp;nbsp;"Berhenti, jangan lanjutkan."&amp;nbsp;larang si iblis laknatullah "Bagaimanapun juga tidak boleh, sebelum pohon itu tumbang."&amp;nbsp;jawab lelaki itu.&lt;br /&gt;Maka terjadilah kembali perkelahian yang hebat. Tetapi kali ini bukan  iblis laknatullah yang kalah, tapi si alim yang terkulai. Dalam kesakitan, si  alim tadi bertanya penuh hairan, "Dengan kekuatan apa engkau dapat  mengalahkan saya, padahal dulu engkau tidak berdaya sama sekali?"&amp;nbsp;Iblis laknatullah itu dengan angkuh menjawab, "Tentu sahaja engkau dahulu  boleh menang, kerana waktu itu engkau keluar rumah untuk &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Allah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;, demi &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.  Andaikata kukumpulkan seluruh belantaraku menyerangmu sekalipun, aku  takkan mampu mengalahkanmu. Sekarang kamu keluar dari rumah hanya kerana  tidak ada wang di bawah tikar sejadahmu. Maka biarpun kau keluarkan  seluruh kebolehanmu, tidak mungkin kamu mampun menjatuhkan aku. Pulang  saja. Kalau tidak, kupatahkan nanti batang lehermu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar penjelasan iblis laknatullah ini si alim tadi termangu-mangu.  Ia merasa bersalah, dan niatnya memang sudah tidak ikhlas kerana &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Allah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; s.w.t. lagi. Dengan  terhuyung-hayang ia pulang ke rumahnya. Dibatalkan niat semula untuk  menebang pohon itu. Ia sedar bahawa perjuangannya yang sekarang adalah  tanpa keikhlasan kerana &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;, dan ia sedar  perjuangan yang semacam itu tidak akan menghasilkan apa-apa selain dari  kesiaan yang berlanjutan. Sebab tujuannya adalah kerana harta benda,  mengatasi keutamaan&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dan agama. Bukankah bererti ia menyalahgunakan agama untuk kepentingan hawa nafsu semata-mata ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; "Barangsiapa di antaramu melihat sesuatu kemungkaran, hendaklah  (berusaha) memperbaikinya dengan tangannya (kekuasaan), bila tidak  mungkin hendaklah berusaha memperbaikinya dengan lidahnya (nasihat),  bila tidak mungkin pula, hendaklah mengingkari dengan hatinya  (tinggalkan). Itulah selemah-lemah iman."&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; Hadith Riwayat Muslim&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;KISAH ASAL USUL BEKAS TAPAK KAKI NABI IBRAHIM A.S (MAQAM)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Setelah Nabi Ismail bersetuju untuk membantu Nabi  Ibrahim membangunkan Kaabah, maka Nabi Ibrahim bersama dengan anaknya  pun mula membina Kaabah setelah &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; menunjukkan kepada mereka tempat yang harus dibina Baitullah itu.&lt;br /&gt;Ada dua riwayat yang mengatakan bahawa &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; meninggikan tapak Baitullah sebelum dibina oleh Nabi Ibrahim dan  anaknya, tapak Baitullah tidak terkena bala bencana taufan sewaktu  taufan besar melanda.&amp;nbsp;Satu riwayat lagi mengatakan bahawa tapak  Baitullah itu telah runtuh dalam taufan besar sepertimana runtuhnya  binaan-binaan besar yang lain. Setelah peristiwa taufan besar melanda  maka sesungguhnya tidak ada orang lain yang mulakan pembinaannya semula  kecuali Nabi Ibrahim dan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail memulakan pembinaan Baitullah. Nabi Ibrahim  menyusun naik batu sementara Nabi Ismail pula mengutip batu-batu besar  seperti yang difirman oleh &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; yang bermaksud, &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;  "Dan (ingatlah) ketika Nabi Ibrahim bersama-sama anaknya Nabi Ismail  meninggikan binaan (tapak) Baitullah (Kaabah) sambil keduanya berdoa  dengan berkata, Wahai Tuhan kami! Terimalah, daripada kami amal kami  sesungguhnya Engkau amat mendengar lagi Amat Mengetahui."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; &lt;span style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; (surah al-Baqarah ayat 127).&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila binaan sudah meninggi, Nabi Ismail, menghulurkan batu besar yang  cukup tinggi dan diambil oleh Nabi Ibrahim dan membina Baitullah  sehingga ia siap pembinaannya. Maka dengan kehendak &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; sebaik sahaja Nabi  Ibrahim meletakkan kakinya di batu besar itu, maka terlekatlah tapak  kaki Nabi Ibrahim sepertimana dapat kita melihatnya sehingga hari ini  dekat Baitullah. Dan ini adalah suatu tanda kebesaran &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Apabila agama Islam datang, &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; mensyariatkan untuk bersembahyang di belakang maqam Ibrahim sepertimana firman &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; yang bermaksud, &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; "Dan jadikanlah oleh kamu maqam Ibrahim itu tempat sembahyang." &lt;/span&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; (surah al-Baqarah ayat 125).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dikatakan maqam Nabi Ibrahim itu adalah kedua belah bekas tapak kaki beliau dan bukan kubur Nabi Ibrahim.&lt;br /&gt;Setelah selesai pembinaan Baitullah, maka &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Allah s.w.t. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;memerintahkan Nabi Ibrahim memberi kebenaran kepada umat manusia menunaikan haji di Baitullah. Firman &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; yang bermaksud, &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;  "Dan serulah umat manusia untuk datang mengerjakan haji, nescaya mereka  akan datang ke (Rumah Allah)mu dengan berjalan kaki, dengan  berkenderaan berjenis-jenis unta yang kurus, yang datangnya dari  berbagai jalan (ceruk rantau) yang jauh." &lt;/span&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; (surah al-Haj ayat 27).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Setelah itu Nabi Ibrahim naik ke gunung (Jabal) Abi Qubais satu gunung  yang paling dekat dengan baitullah dan di sana beliau memanggil dengan  nama &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;, "Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Tuhan kamu telah membina satu rumah-&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Nya&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; bagi kamu, oleh itu  hendaklah kamu semua tunaikan haji di sana."&amp;nbsp;Nabi Ibrahim menyeru ke  kanan dan ke kiri seolah-olah orang melaungkan azan. &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; menyampaikan seruan  Nabi Ibrahim a.s pada setiap orang yang diciptakan dalam bacaan talbiah  dan itulah pernyataan semua orang yang mengerjakan fardhu haji, kerana  haji itu tidak akan sah tanpa talbiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacaan talbiah antara lainnya, &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; "Labbaikallahhummalabbaik" &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; yang bermakna,&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; "Aku datang untuk menunaikan panggilan-Mu ya Allah."&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Menunaikan  haji adalah salah satu rukun Islam, oleh itu hendaklah kita  menunaikannya apabila kita sudah mampu melaksanakannya. Banyak orang  menunaikan haji, tetapi sekembali mereka dari menunaikan haji yang  sangat menyedihkan ialah terdapat juga orang yang melakukan maksiat  lebih teruk dari masa sebelum menunaikan haji. Oleh itu, hendaklah kita  mulakan dengan sembahyang, puasa, zakat dan seterusnya menunaikan haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita menunaikan haji tanpa mengerjakan sembahyang lima waktu maka  sia-sia sahaja haji yang kita lakukan sebab ia tidak akan diterima oleh &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; Dan ini adalah salah  satu punca mereka yang kembali dari menunaikan haji melakukan  bermacam-macam maksiat.&amp;nbsp;Bagi mereka yang mendapat kenikmatan haji mereka  ini tidak akan berani melakukan kerja-kerja yang dimurkai oleh &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; sebaliknya mereka akan  berusaha untuk menjadi muslim yang sempurna. Tanpa mengerjakan  sembahyang, maka semua kerja-kerja yang berbentuk amal, sedekah, zakat  dan sebagainya semuanya itu tidak akan diterima oleh &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;KESABARAN SEORANG PEREMPUAN YANG DIRASUK&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Ata' bin Abi rabah berkata, Ibnu Abbas r.a telah  bertanya kepadanya, "Mahukah aku tunjukkan kepada engkau seorang  perempuan ahli syurga ?"&amp;nbsp;Jawab Ata, "Bahkan, siapakah perempuan itu  ?"&amp;nbsp;Ibnu Abbas berkata, "Perempuan hitam itu telah menemui &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Rasulullah s.a.w&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; mengadu ia telah dirasuk."&amp;nbsp;Sabda &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Rasulullah s.a.w&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; kepada perempuan  itu, "Jika engkau tahan dan sanggup bersabar maka syurga bagimu,  sekiranya engkau tidak tahan dan tidak sanggup bersabar aku akan  mendoakan engkau supaya engkau pulih segar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab perempuan itu, "Aku tahan dan sanggup bersabar (maka baginya  syurga)" Sekian tercatit dalam kitab sahih Bukhari dan Muslim. Dari sini dapatlah  kita satu keterangan, bahawa penyakit sarak atau rasukan bukanlah ia  sesuatu yang baru tetapi telah diketahui sejak zaman berzaman dan zaman  Nabi dan sahabat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;PERBUALAN ANTARA RASULULLAH S.A.W DENGAN IBLIS&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Telah diceritakan bahawa &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; telah menyuruh iblis laknatullah datang kepada &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Nabi Muhammad s.a.w&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; agar menjawab segala pertanyaan yang baginda tanyakan padanya. Pada suatu hari Iblis laknatullah pun datang kepada &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Baginda s.a.w.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; dengan menyerupai orang tua yang baik lagi bersih, sedang ditangannya memegang tongkat.&lt;br /&gt;Bertanya &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Rasulullah s.a.w,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; "Siapakah kamu ini ?"&lt;br /&gt;Orang tua itu menjawab, "Aku adalah iblis."&lt;br /&gt;"Apa maksud kamu datang berjumpa aku ?"&lt;br /&gt;Orang tua itu menjawab, "&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; menyuruhku datang kepadamu agar kau bertanyakan kepadaku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginda&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Rasulullah s.a.w&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; lalu bertanya, "Hai iblis, berapa banyakkah musuhmu dari kalangan umat-umatku ?"&lt;br /&gt;Iblis menjawab, "Lima belas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; 1. Engkau sendiri hai&lt;span style="color: blue;"&gt; Muhammad.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;2. Imam dan pemimpin yang adil.&lt;br /&gt;3. Orang kaya yang merendah diri.&lt;br /&gt;4. Pedagang yang jujur dan amanah.&lt;br /&gt;5. Orang alim yang mengerjakan solat dengan khusyuk.&lt;br /&gt;6. Orang Mukmin yang memberi nasihat.&lt;br /&gt;7. Orang yang Mukmin yang berkasih-sayang.&lt;br /&gt;8. Orang yang tetap dan cepat bertaubat.&lt;br /&gt;9&amp;nbsp; Orang yang menjauhkan diri dari segala yang haram.&lt;br /&gt;10. Orang Mukmin yang selalu dalam keadaan suci.&lt;br /&gt;11. Orang Mukmin yang banyak bersedekah dan berderma.&lt;br /&gt;12. Orang Mukmin yang baik budi dan akhlaknya.&lt;br /&gt;13. Orang Mukmin yang bermanfaat kepada orang.&lt;br /&gt;14. Orang yang hafal al-Quran serta selalu membacanya.&lt;br /&gt;15. Orang yang berdiri melakukan solat di waktu malam sedang orang-orang lain semuanya tidur.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Rasulullah s.a.w &lt;/span&gt;&lt;/b&gt; bertanya lagi, "Berapa banyakkah temanmu di kalangan umatku ?"&lt;br /&gt;Jawab iblis laknatullah, "Sepuluh golongan :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; 1. Hakim yang tidak adil.&lt;br /&gt;2. Orang kaya yang sombong.&lt;br /&gt;3. Pedagang yang khianat.&lt;br /&gt;4. Orang pemabuk/peminum arak.&lt;br /&gt;5. Orang yang memutuskan tali persaudaraan.&lt;br /&gt;6. Pemilik harta riba'.&lt;br /&gt;7. Pemakan harta anak yatim.&lt;br /&gt;8. Orang yang selalu lengah dalam mengerjakan solat/sering meninggalkan solat.&lt;br /&gt;9. Orang yang enggan memberikan zakat/kedekut.&lt;br /&gt;10. Orang yang selalu berangan-angan dan khayal dengan tidak ada faedah.&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Mereka semua itu adalah sahabat-sahabatku yang setia."&lt;br /&gt;Itulah di antara perbualan Nabi dan iblis laknatullah. Sememangnya kita maklum bahawa sesungguhnya Iblis laknatullah itu adalah musuh &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Allah s.w.t. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;dan manusia. Dari itu hendaklah kita selalu berhati-hati jangan sampai kita menjadi kawan iblis laknatullah, kerana sesiapa yang menjadi kawan iblis laknatullah bermakna menjadi musuh&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;. Demikianlah sebaliknya, sesiapa yang menjadi musuh iblis laknatullah bererti menjadi kawan kekasih &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Allah s.w.t..&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;ANTARA SABAR DAN MENGELUH&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman dahulu ada seorang yang bernama Abul Hassan  yang pergi haji di Baitul Haram. Diwaktu tawaf tiba-tiba ia melihat  seorang wanita yang bersinar dan berseri wajahnya.&amp;nbsp;"Demi Allah, belum  pernah aku melihat wajah secantik dan secerah wanita itu, tidak lain kerana itu pasti kerana tidak pernah risau dan bersedih  hati."&amp;nbsp;Tiba-tiba wanita itu mendengar ucapan Abul Hassan lalu ia  bertanya, "Apakah katamu hai saudaraku ? Demi Allah aku tetap  terbelenggu oleh perasaan dukacita dan luka hati kerana risau, dan  seorang pun yang menyekutuinya aku dalam hal ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hassan bertanya, "Bagaimana hal yang merisaukanmu ?"&amp;nbsp;Wanita itu  menjawab, "Pada suatu hari ketika suamiku sedang menyembelih kambing  korban, dan pada aku mempunyai dua orang anak yang sudah boleh bermain  dan yang satu masih menyusu, dan ketika aku bangun untuk membuat  makanan, tiba-tiba anakku yang agak besar berkata pada adiknya, "Hai  adikku, sukakah aku tunjukkan padamu bagaimana ayah menyembelih kambing  ?"&amp;nbsp;Jawab adiknya, "Baiklah kalau begitu ?"&lt;br /&gt;Lalu disuruh adiknya baring dan disembelihkannya leher adiknya itu.  Kemudian dia merasa ketakutan setelah melihat darah memancut keluar dan  lari ke bukit yang mana di sana ia dimakan oleh serigala, lalu ayahnya  pergi mencari anaknya itu sehingga mati kehausan dan ketika aku letakkan  bayiku untuk keluar mencari suamiku, tiba-tiba bayiku merangkak menuju  ke periuk yang berisi air panas, ditariknya periuk tersebut dan  tumpahlah air panas terkena ke badannya habis melecur kulit badannya.  Berita ini terdengar kepada anakku yang telah berkahwin dan tinggal di  daerah lain, maka ia jatuh pengsan hingga sampai menuju ajalnya. Dan  kini aku tinggal sebatang kara di antara mereka semua."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Abul Hassan bertanya, "Bagaimanakah kesabaranmu menghadapi semua  musibah yang sangat hebat itu ?"&amp;nbsp;Wanita itu menjawab, "Tiada seorang pun  yang dapat membedakan antara sabar dengan mengeluh melainkan ia  menemukan di antara keduanya ada jalan yang berbeda. Adapun sabar dengan  memperbaiki yang lahir, maka hal itu baik dan terpuji akibatnya. Dan  adapun mengeluh, maka orangnya tidak mendapat ganti yakni sia-sia  belaka."&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Demikianlah cerita di atas, satu cerita yang dapat  dijadikan tauladan di mana kesabaran sangat digalakkan oleh agama dan  harus dimiliki oleh setiap orang yang mengaku beriman kepada &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dalam setiap terkena musibah dan dugaan dari Allah. Kerana itu &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Rasulullah s.a.w&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; bersabda dalam firman &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dalam sebuah hadith Qudsi,:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; "Tidak ada balasan bagi hamba-&lt;span style="color: blue;"&gt;Ku&lt;/span&gt; yang Mukmin, jika &lt;span style="color: blue;"&gt; Aku&lt;/span&gt; ambil kekasihnya dari ahli dunia kemudian ia sabar, melainkan syurga baginya."&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Begitu juga mengeluh. Perbuatan ini sangat dikutuk oleh agama dan hukumnya haram. Kerana itu &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Rasulullah s.a.w&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; bersabda,:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; " Tiga macam daripada tanda kekafiran terhadap &lt;span style="color: blue;"&gt;Allah&lt;/span&gt;, merobek baju, mengeluh dan menghina nasab orang."&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dan sabda &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Rasulullah s.a.w&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; pula, &lt;b&gt;&lt;i&gt; " Mengeluh itu termasuk kebiasaan Jahiliyyah, dan orang yang mengeluh, jika ia mati sebelum taubat, maka &lt;span style="color: blue;"&gt; Allah&lt;/span&gt; akan memotongnya bagi pakaian dari wap api neraka."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; (Riwayat oleh Imam Majah)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita dijadikan sebagai hamba Tuhan yang sabar dalam menghadapi segala musibah.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;DIPOTONG TANGAN KERANA MEMBERI SEDEKAH&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan bahawa semasa berlakunya kekurangan makanan  dalam kalangan Bani Israel, maka lalulah seorang fakir menghampiri rumah  seorang kaya dengan berkata, "Sedekahlah kamu kepadaku dengan sepotong  roti dengan ikhlas kerana &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;"&amp;nbsp;Setelah fakir miskin  itu berkata demikian maka keluarlah anak gadis orang kaya, lalu memberikan roti yang masih panas kepadanya. Sebaik sahaja gadis itu  memberikan roti tersebut maka keluarlah bapa gadis tersebut yang bakhil  itu terus memotong tangan kanan anak gadisnya sehingga putus. Semenjak  dari peristiwa itu maka &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Allah s.w.t&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; pun mengubah kehidupan  orang kaya itu dengan menarik kembali harta kekayaannya sehingga dia  menjadi seorang yang fakir miskin dan akhirnya dia meninggal dunia dalam  keadaan yang paling hina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak gadis itu menjadi pengemis dan meminta-minta dari satu rumah ke  rumah. Maka pada suatu hari anak gadis itu menghampiri rumah seorang  kaya sambil meminta sedekah, maka keluarlah seorang ibu dari rumah  tersebut. Ibu tersebut sangat kagum dengan kecantikannya dan mempelawa  anak gadis itu masuk ke rumahnya. Ibu itu sangat tertarik dengan gadis  tersebut dan dia berhajat untuk mengahwinkan anaknya dengan gadis  tersebut. Maka setelah perkahwinan itu selesai, maka si ibu itu pun  memberikan pakaian dan perhiasan bagi menggantikan pakaiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu malam apabila sudah dihidang makanan malam, maka si suami  hendak makan bersamanya. Oleh kerana anak gadis itu kudung tangannya dan  suaminya juga tidak tahu bahawa dia itu kudung, manakala ibunya juga  telah merahsiakan tentang tangan gadis tersebut. Maka apabila suaminya  menyuruh dia makan, lalu dia makan dengan tangan kiri. Apabila suaminya melihat keadaan isterinya itu dia pun berkata, "Aku  mendapat tahu bahawa orang fakir tidak tahu dalam tatacara harian, oleh  itu makanlah dengan tangan kanan dan bukan dengan tangan kiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah si suami berkata demikian, maka isterinya itu tetap makan dengan  tangan kiri, walaupun suaminya berulang kali memberitahunya. Dengan  tiba-tiba terdengar suara dari sebelah pintu, "Keluarkanlah tangan  kananmu itu wahai hamba Allah, sesungguhnya kamu telah mendermakan  sepotong roti dengan ikhlas kerana &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Ku&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;, maka tidak ada halangan bagi-&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Ku&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; memberikan kembali akan tangan kananmu itu."&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Setelah gadis itu mendengar suara tersebut, maka dia pun  mengeluarkan tangan kanannya, dan dia mendapati tangan kanannya berada  dalam keadaan asalnya, dan dia pun makan bersama suaminya dengan  menggunakan tangan kanan. Hendaklah kita sentiasa menghormati tetamu  kita, walaupun dia fakir miskin apabila dia telah datang ke rumah kita  maka sesungguhnya dia adalah tetamu kita. &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Rasulullah s.a.w&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; telah bersabda yang bermaksud, &lt;b&gt;&lt;i&gt; "Barangsiapa menghormati tetamu, maka sesungguhnya dia telah  menghormatiku, dan barangsiapa menghormatiku, maka sesungguhnya dia  telah memuliakan &lt;span style="color: blue;"&gt; Allah s.w.t.&lt;/span&gt; Dan barangsiapa telah menjadi  kemarahan tetamu, dia telah menjadi kemarahanku. Dan barangsiapa  menjadikan kemarahanku, sesungguhnya dia telah menjadikan murka &lt;span style="color: blue;"&gt; Allah s.w.t.&lt;/span&gt;"&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Rasulullah s.a.w&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; yang bermaksud, &lt;b&gt;&lt;i&gt;  "Sesungguhnya tetamu itu apabila dia datang ke rumah seseorang mukmin  itu, maka dia masuk bersama dengan seribu berkah dan seribu rahmat."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;JANGAN MENYIKSA DIRI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Allah s.w.t.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; menciptakan dunia seisinya untuk kemudahan manusia itu sendiri, oleh itu hendaklah manusia memanfaatkannya.&lt;br /&gt;Sahabat Anas menceritakan bahawa satu hari &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Rasulullah s.a.w&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; melihat seorang yang dipapah oleh kedua orang anaknya menunaikan haji dengan berjalan kaki.&amp;nbsp;Apabila melihat keadan itu maka &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Baginda s.a.w. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;bertanya, "Mengapa dengan orang ini?"&amp;nbsp;Dua anak itu berkata, "Dia bernazar hendak menunaikan hai dengan berjalan kaki."&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Rasulullah s.a.w &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;berkata, "Sesungguhnya &lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Allah s.w.t. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;tidak  memerlukan orang yang menyiksakan dirinya."&amp;nbsp;Ketika itu juga Rasulullah  memerintahkan kepada orang itu agar naik kenderaan untuk menunaikan  haji.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Dalam satu peristiwa lain, seseorang menziarahi tuan  gurunya yang sudah lama berpisah, dia berjalan kaki beberapa batu ke  rumah gurunya dengan maksud untuk mendapat pahala yang lebih. Setiba di  rumah gurunya itu, tuan guru itu bertanya, "Kamu datang dengan  apa?"&amp;nbsp;Anak murid itu berkata, "Saya berjalan kaki."&amp;nbsp;Apabila tuan guru  itu mendengar jawapan anak muridnya itu dia berkata :&amp;nbsp;"&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Dia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; telah menciptakan kuda, baghal dan keldai agar kamu mengenderainya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6371538590409497829-1663887127779256556?l=desaurindu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desaurindu.blogspot.com/feeds/1663887127779256556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2010/12/kisah-teladan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/1663887127779256556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/1663887127779256556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2010/12/kisah-teladan.html' title='Kisah Teladan'/><author><name>Yanuka Yat Nurkahyatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09815310252825184263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-8evPVOgw0B4/Tibd0eaDbjI/AAAAAAAAABA/u5UmuOeyJgg/s220/yanuka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-njsqd6RDnPg/TslqbVDOpdI/AAAAAAAAAEI/r_QJWtr58o4/s72-c/onta.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6371538590409497829.post-4645104468007198288</id><published>2010-11-14T06:54:00.000-08:00</published><updated>2011-08-07T10:51:23.981-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='3. Kumpulan Syair'/><title type='text'>Senandung Do'a</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: webdings; text-align: center;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-GhBoov7zYc4/Tj7OE7XsLeI/AAAAAAAAAC4/c9cw-gRH0wM/s1600/doa.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-GhBoov7zYc4/Tj7OE7XsLeI/AAAAAAAAAC4/c9cw-gRH0wM/s1600/doa.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SENANDUNG DO'A &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: webdings; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Duhai Engkau Dzat Yang Maha Indah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jadikanlah hamba sebagai kekasih Mu yang  setia menjaga syahadat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;lalu  tetapkanlah hati hamba dengan iman yang Istiqomah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;agar hamba tidak tersesat kedalam jurang  kemusyrikan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Duhai  Engkau Dzat Yang Maha Membolak-balikan hati&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Anugrahilah hati hamba dengan kerinduan,  untuk slalu bertaq'arub kepada Mu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;lalu sibukanlah hati hamba dengan bermakrifat mengenal Mu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Duhai Engkau Dzat Yang Maha Pemberi  Petunjuk&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jadikanlah hamba  sebagai ahli hikmah yang senantiasa mengerti isyarat-isyarat Mu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Agar hamba tidak termasuk kedalam  golongan orang-orang yang putus asa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Duhai Engkau Dzat Yang Maha Perkasa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kuatkanlah hati hamba dengan sabar dan  ikhlas dalam mengarungi segala ujian Mu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Agar hamba menjadi manusia yang penuh rasa syukur&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Atas segala nikmat Mu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Duhai Engkau Dzat Yang Maha Benar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tajamkanlah hati hamba dalam menilai  sesuatu antara yang Hak dan yang Batil&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Agar hamba terhindar dari kemungkaran yang menyesatkan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aamiin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Yanuka09&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: webdings; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6371538590409497829-4645104468007198288?l=desaurindu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desaurindu.blogspot.com/feeds/4645104468007198288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2010/11/4-puisi.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/4645104468007198288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/4645104468007198288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2010/11/4-puisi.html' title='Senandung Do&apos;a'/><author><name>Yanuka Yat Nurkahyatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09815310252825184263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-8evPVOgw0B4/Tibd0eaDbjI/AAAAAAAAABA/u5UmuOeyJgg/s220/yanuka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-GhBoov7zYc4/Tj7OE7XsLeI/AAAAAAAAAC4/c9cw-gRH0wM/s72-c/doa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6371538590409497829.post-2472120702192603314</id><published>2010-11-14T06:42:00.000-08:00</published><updated>2011-08-07T10:32:55.163-07:00</updated><title type='text'>Allah bersama orang yang sabar</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-xGPYJgXTP2U/Tib7WpWCCBI/AAAAAAAAABk/TnpsOf8WTJk/s1600/zyank2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-xGPYJgXTP2U/Tib7WpWCCBI/AAAAAAAAABk/TnpsOf8WTJk/s1600/zyank2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Assalaamu'alaaikum Wr. Wb.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Netter yang Arif dan sejuk hatinya. Di Entri kali ini, kita akan membahas sekelumit tentang pentingnya ilmu sabar, Mudah-mudahan ini bisa menginspirasi kita dalam meraih kemuliaan, berupa nikmat sabar yang akan mengangkat drazat kita ke maqam yang terpuji disisi Allah SWT. Amiin....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu kita ketahui menurut Syari'at, Sabar artinya : Menahan lisan dari mengeluh, menahan hati dari marah dan menahan anggota badan untuk tidak mengekspresikan kemarahan. Sabar merupakan pilar kebahagiaan bagi seorang hamba, karna dengan kesabaran kita akan terjaga dari kemaksiatan, Istiqomah dalam menjalankan ketaatan dan tabah dalam menghadapi berbagai macam cobaan. Maka dari itu sebagian Ulama mengatakan, "Kedudukan sabar dalam iman itu laksana kepala bagi seluruh tubuh. Apabila kepala sudah terpotong maka tidak ada lagi kehidupan di dalam tubuh".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jelas orang yang tidak bersabar dalam menjalankan ketaatan, tidak bersabar dalam menjauhi kemaksiatan dan tidak bersabar atas takdir Allah. Maka Ia sudah kehilangan banyak sekali bagian keimanannya. Karna sabar adalah yang terbanyak dan yang termulia dari amal perbuatan iman.&lt;br /&gt;Sabar adalah sebab untuk bisa mendapatkan berbagai kebaikan dan menolak berbagai keburukan. Hal ini sebagaimana diisyaratkan dalam firman Allah SWT ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Simplified Arabic; font-size: large;"&gt;وَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ   &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Artinya : &lt;i&gt;"Dan mintalah pertolongan dengan sabar dan  shalat"  (QS Al Baqarah  45)&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya dalam menangani semua urusan hendaknya meminta pertolongan kepada Allah dengan bekal sabar dan shalat. Sabar juga menjadi sebab kita bisa meraih kenikmatan abadi yaitu surga. Allah berfirman pada penduduk surga ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Simplified Arabic; font-size: large;"&gt;أُوْلَئِكَ يُجْزَوْنَ  الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Artinya :&lt;i&gt; "Mereka itulah orang-orang yang dibalas dengan kedudukan-kedudukan tinggi (di surga) dengan sebab kesabaran mereka" (QS Al Furqaan 75)&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah ujian adalah bagian dari anugrah Allah untuk kita. Allah menguji kita untuk menghapus dosa-dosa kita dan mengangkat derazat kita. Allah akan selalu menolong hamba-hamba Nya yang sabar. Makanya kita dituntut untuk tidak berputus asa karna Allah selalu bersama orang-orang yang sabar. Hal ini diterangkan dalam firman Nya ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Simplified Arabic; font-size: large;"&gt;وَاصْبِرُواْ إِنَّ  اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Artinya : &lt;i&gt;"Hendaklah kamu bersabar, sesungguhnya Allah  itu bersama orang-orang yang sabar"  &lt;/i&gt;&lt;i&gt;(QS Al Anfal  46)&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Terapi sabar :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar merupakan sifat yang mulia namun untuk meraihnya tidaklah mudah. Di bawah ini ada beberapa Hal yang bisa dijadikan sebagai terapi untuk meraih sifat sabar :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Ingatlah Allah dikala senang  maka Allah akan mengingat kita dikala susah.&lt;br /&gt;2.  Syukuri apa yang  ada karana semua nikmat Allah.&lt;br /&gt;3.  Ikuti jejak kebenaran dan  jadikan sebagai teladan.&lt;br /&gt;4.  Ketika Allah tidak mengabulkan Do'a  itupun merupakan anugrah.&lt;br /&gt;5.  Kembalilah kepada Allah karana semua  milik Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Maaf  bila terlalu banyak kekurangan...!!!"&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wassalaamu'alaaikum Wr. Wb.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penulis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Yanuka "Yat Nurkahyatno"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-rGfiQI5tpcs/Tib94MKvObI/AAAAAAAAAB0/I8jeX07BmYg/s1600/yanuka.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-rGfiQI5tpcs/Tib94MKvObI/AAAAAAAAAB0/I8jeX07BmYg/s1600/yanuka.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6371538590409497829-2472120702192603314?l=desaurindu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desaurindu.blogspot.com/feeds/2472120702192603314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2010/11/3-allah-bersama-orang-yang-sabar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/2472120702192603314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/2472120702192603314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2010/11/3-allah-bersama-orang-yang-sabar.html' title='Allah bersama orang yang sabar'/><author><name>Yanuka Yat Nurkahyatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09815310252825184263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-8evPVOgw0B4/Tibd0eaDbjI/AAAAAAAAABA/u5UmuOeyJgg/s220/yanuka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-xGPYJgXTP2U/Tib7WpWCCBI/AAAAAAAAABk/TnpsOf8WTJk/s72-c/zyank2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6371538590409497829.post-2498898444509488509</id><published>2010-11-14T06:37:00.000-08:00</published><updated>2011-07-20T09:09:20.865-07:00</updated><title type='text'>Hati - hati dengan "HATI"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-2QmUVKdAiCE/Tib79-8J-JI/AAAAAAAAABo/gEUfPeJmJ2A/s1600/ziklas.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-2QmUVKdAiCE/Tib79-8J-JI/AAAAAAAAABo/gEUfPeJmJ2A/s1600/ziklas.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Assalaamu'alaaikum Wr. Wb.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Netter yang dimuliakan Allah. Semoga keteduhan dan kesejukan bersemayam di hati anda semua. Amiin. Pada kajian kali ini kita akan menguraikan sekelumit tentang luasnya rahasia yang tersimpan dalam hati. Mudah-mudahan ini bisa menjadi suplement ilmu untuk anda semu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hati adalah ruang yang teramat luas sebagai tempat menyimpan berjuta rahasia. Hati juga merupakan tempat bersemayamnya niat. Niat baik atau buruk berawal dari sini. Oleh karna itu kita wajib menjaga dan merawatnya dengan sebaik-baiknya, karna hati adalah penentu jati diri manusia.&lt;br /&gt;Rasulallah saw bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;"Ingatlah, sesungguhnya di dalam tubuh manusia ada segumpal daging. Apabila ia baik, maka baik pula seluruh tubuhnya, dan apabila ia rusak, maka rusak pula seluruh tubuhnya. Ketahuilah.. segumpal daging itu ialah hati" &lt;/i&gt;&lt;i&gt;(HR  Bukhari dan Muslim)&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dari hadis diatas bisa diketahui bahwa kita memiliki sebuah hati yang sangat berpotensi sekali dalam menentukan jati diri kita sendiri. Apabila hati kita baik, maka hati kita akan memandu anggota tubuh kita untuk melakukan hal-hal yang baik, begitupun sebaliknya apabila hati kita tidak baik, maka hati kita akan memandu anggota tubuh kita untuk melakukan hal-hal yang tidak baik pula. Silogisma-nya "Baik buruknya kita tergantung pada hati kita sendiri"&amp;nbsp; Sementara di Hadis yang lain, Rasulallah saw bersabda: &lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;"Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada tubuh kamu dan tidak juga pada rupa dan harta kamu, akan tetapi sesungguhnya Dia hanya melihat kepada hati kamu (Rasulullah saw mengisyaratkan jari-jarinya ke dadanya) dan Dia melihat pula ke amal kamu"&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sekarang kita tahu bahwa Allah SWT tidak akan memberi pahala kepada bentuk tubuh, rupa dan banyaknya harta, melainkan Allah melihat kepada hati dan amal kita. Dengan demikian hati merupakan pangkal dari kehidupan yang dapat menyelamatkan dan juga mencelakakan. Bahagia atau sedih, miskin atau kaya, mulia atau hina dan takabur atau tawadhu, bukan tergantung pada materi atau bentuk fisik, melainkan sangat tergantung pada sebarapa terawatnya hati kita. "Hati yang kotor akan melahirkan perbuatan kotor, sebaliknya hati yang bersih (suci) akan membimbing pada perbuatan yang baik dan bersih" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Oleh karna itu kita harus senantiasa menjaga dan merawat hati kita dengan sebaik-baiknya. Karna hati itu seperti cermin, agar tetap bersih kita harus rajin membersihkannya. Karna hanya dengan hati yang bersih kita dapat meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat, sementara orang yang tidak pernah membersihkan noda-noda hitam di hatinya, dia akan selalu resah dan gelisah dalam menjalani kehidupannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Manusia terikat erat dengan Allah dan bentuk keterikatan itu terletak di hati, karana hati merupakan tempat manusia mengenal Allah. Memang wujud Allah tidak dapat ditangkap oleh akal semata. Hanya hati yang dapat menangkap adanya Allah. Karna itu Allah menaruh perhatian khusus padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bagaimana  kita mengetahui apakah hati kita kotor ?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ketahuilah kotoran hati dapat kita rasakan ketika kita melakukan shalat. Seorang mukmin tahu benar tujuan shalat adalah untuk mengingat Allah. Namun kebanyakan orang menyimpang dari tujuan itu. Ingatannya membelok pada kesibukan duniawi. Kadangkala setiap kali mencoba melupakan duniawi dengan memejamkan mata, tapi sekejap kemudian datang lagi. sehingga ingatan kita pada Allah hilang lagi. Itu di sebabkan hati kita kotor. Makanya kita wajib membersihkan hati dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wassalaamu'alaaikum Wr. Wb.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penulis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Yanuka "Yat Nurkahyatno"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-zZX5IeA3YTM/Tib8yTGj9hI/AAAAAAAAABw/1ebwh6haxp8/s1600/yanuka.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-zZX5IeA3YTM/Tib8yTGj9hI/AAAAAAAAABw/1ebwh6haxp8/s1600/yanuka.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6371538590409497829-2498898444509488509?l=desaurindu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://desaurindu.blogspot.com/feeds/2498898444509488509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2010/11/2-hati-hati-dengan-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/2498898444509488509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6371538590409497829/posts/default/2498898444509488509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://desaurindu.blogspot.com/2010/11/2-hati-hati-dengan-hati.html' title='Hati - hati dengan &quot;HATI&quot;'/><author><name>Yanuka Yat Nurkahyatno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09815310252825184263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-8evPVOgw0B4/Tibd0eaDbjI/AAAAAAAAABA/u5UmuOeyJgg/s220/yanuka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-2QmUVKdAiCE/Tib79-8J-JI/AAAAAAAAABo/gEUfPeJmJ2A/s72-c/ziklas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
