Minggu, 14 November 2010

Filled Under:

Hati - hati dengan "HATI"

Assalaamu'alaaikum Wr. Wb.


Para Netter yang dimuliakan Allah. Semoga keteduhan dan kesejukan bersemayam di hati anda semua. Amiin. Pada kajian kali ini kita akan menguraikan sekelumit tentang luasnya rahasia yang tersimpan dalam hati. Mudah-mudahan ini bisa menjadi suplement ilmu untuk anda semu.

         Hati adalah ruang yang teramat luas sebagai tempat menyimpan berjuta rahasia. Hati juga merupakan tempat bersemayamnya niat. Niat baik atau buruk berawal dari sini. Oleh karna itu kita wajib menjaga dan merawatnya dengan sebaik-baiknya, karna hati adalah penentu jati diri manusia.
Rasulallah saw bersabda :

  • "Ingatlah, sesungguhnya di dalam tubuh manusia ada segumpal daging. Apabila ia baik, maka baik pula seluruh tubuhnya, dan apabila ia rusak, maka rusak pula seluruh tubuhnya. Ketahuilah.. segumpal daging itu ialah hati" (HR Bukhari dan Muslim)

         Dari hadis diatas bisa diketahui bahwa kita memiliki sebuah hati yang sangat berpotensi sekali dalam menentukan jati diri kita sendiri. Apabila hati kita baik, maka hati kita akan memandu anggota tubuh kita untuk melakukan hal-hal yang baik, begitupun sebaliknya apabila hati kita tidak baik, maka hati kita akan memandu anggota tubuh kita untuk melakukan hal-hal yang tidak baik pula. Silogisma-nya "Baik buruknya kita tergantung pada hati kita sendiri"  Sementara di Hadis yang lain, Rasulallah saw bersabda:  

  • "Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada tubuh kamu dan tidak juga pada rupa dan harta kamu, akan tetapi sesungguhnya Dia hanya melihat kepada hati kamu (Rasulullah saw mengisyaratkan jari-jarinya ke dadanya) dan Dia melihat pula ke amal kamu"

         Sekarang kita tahu bahwa Allah SWT tidak akan memberi pahala kepada bentuk tubuh, rupa dan banyaknya harta, melainkan Allah melihat kepada hati dan amal kita. Dengan demikian hati merupakan pangkal dari kehidupan yang dapat menyelamatkan dan juga mencelakakan. Bahagia atau sedih, miskin atau kaya, mulia atau hina dan takabur atau tawadhu, bukan tergantung pada materi atau bentuk fisik, melainkan sangat tergantung pada sebarapa terawatnya hati kita. "Hati yang kotor akan melahirkan perbuatan kotor, sebaliknya hati yang bersih (suci) akan membimbing pada perbuatan yang baik dan bersih"

         Oleh karna itu kita harus senantiasa menjaga dan merawat hati kita dengan sebaik-baiknya. Karna hati itu seperti cermin, agar tetap bersih kita harus rajin membersihkannya. Karna hanya dengan hati yang bersih kita dapat meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat, sementara orang yang tidak pernah membersihkan noda-noda hitam di hatinya, dia akan selalu resah dan gelisah dalam menjalani kehidupannya.

         Manusia terikat erat dengan Allah dan bentuk keterikatan itu terletak di hati, karana hati merupakan tempat manusia mengenal Allah. Memang wujud Allah tidak dapat ditangkap oleh akal semata. Hanya hati yang dapat menangkap adanya Allah. Karna itu Allah menaruh perhatian khusus padanya.

Bagaimana kita mengetahui apakah hati kita kotor ?

         Ketahuilah kotoran hati dapat kita rasakan ketika kita melakukan shalat. Seorang mukmin tahu benar tujuan shalat adalah untuk mengingat Allah. Namun kebanyakan orang menyimpang dari tujuan itu. Ingatannya membelok pada kesibukan duniawi. Kadangkala setiap kali mencoba melupakan duniawi dengan memejamkan mata, tapi sekejap kemudian datang lagi. sehingga ingatan kita pada Allah hilang lagi. Itu di sebabkan hati kita kotor. Makanya kita wajib membersihkan hati dengan sebaik-baiknya.



Wassalaamu'alaaikum Wr. Wb.



Penulis
Yanuka "Yat Nurkahyatno"

0 komentar:

Posting Komentar

Tuliskan komentar anda (sertakan nama bila yang dipilih: anonymous)

Adukanlah Keluh Kesahmu Hanya Kepada Al-Rahman!

Oleh: Badrul Tamam Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah – ...

Copyright @ 2013 Desau rindu.