Sabtu, 06 Agustus 2011

Filled Under:

Ibnu Sina


Ibnu Sina (980-1037 M), yang dikalangan ilmuwan Barat lebih dikenal sebagai Avicenna, adalah filsuf, ilmuwan, dokter, yang lahir di sebuah kawasan di Persia - yang kini masuk wilayah Uzbekistan. dikalangan dunia kedokteran, bahkan juga hingga kini, dia dianggap sebaga Bapak Pengobatan Modern. Salah satu karyanya yang sangat terkenal ialah Qanun fi Thib (Canon of Medicine, Aturan Pengobatan), rujukan di bidang kedokteran di universitas-universitas di Eropa sampai abad k-17. Karya tersebut diterbitkan di India (1323 M) dan Roma (1593 M).

Nama lengkapnya adalah Abu Ali Al-Husain ibn Abdullah ibn Sina. Ia lahir pada 340 H/980 M di Afsyana, Bukhara, Asia Tengah. Sejak remaja ia sudah hafal Al-Qur'an dan mempelajari ilmu agama dan astronomi. Ketika itu ia juga sudah menguasai dasar-dasar ilmu kedokteran, matematika, fisika, logika, dan metafisika.

Menginjak usia 17 tahun, ia berhasil menangani penyakit yang diderita Khalifah Nuh ibn Al-Manshur, sehingga diizinkan belajar di perpustakaan Khalifah. Di perpustakaan itulah ia mendapatkan keleluasaan untuk mempelajari buku-buku ilmu pengetahuan yang kala itu termasuk langka.

Menginjak usia 22 tahun, ketika ayahandanya wafat, ia meninggalkan Bukhara menuju jurjan, kemudian ke Khawarazmi sampai akhirnya ke Mamadzan. Dalam karier keilmuannya, ia berhasil membangun sistem filsafat yang lengkap dan terperinci. Meski Al-Ghazali dan Fakhruddin Al-Razi mengkritik pemikirannya, dunia tak mampu menolak keaslian dari sistem filsafat yang dibangunnya. Dengan jenius ia menemukan metode dan alasan yang menopang pemikiran rasional murni dari tradisi intelektual Hellenisme Yunani.

Keaslian pemikiran Ibnu Sina merupakan salah satu puncak pemikiran filsafat Islam di Abad Pertengahan. Tidak hanya berpengaruh di dunia Islam, pemikiran Ibnu Sina bahkan juga mempengaruhi para teolog Barat, terutama Orde Dominikian. Perumusan kembali teologi Katolik Roma yang digagas oleh filsuf Thomas Aquinas dipengaruhi oleh pemikiran Ibnu Sina.

Selain Thomas Aquinas, beberapa pemikiran Barat juga terpengaruh oleh pemikiran Avicenna, seperti Gundisalvus (yang sebagian besar karyanya, De Anima, merupakan salinan besar-besaran dari pemikiran Ibnu Sina) Robert Grosseteste, dan Roger Bacon.

Dalam Asy-Syifa, buku karya flsafatnya yang terpenting, ia mengulas logika, fisika, matematika, dan metafisika ketuhanan. Naskah-naskahnya tersebar di beberapa perpustakaan Barat dan Timur. Sementara /An-Najat/ adalah ringkasan kajian-kajian dalam Asy-Syifa. Bidang metafisika dan fiska pernah dicetak dengan cetakan batu di Taheran. Buku-buku itu dicetak di Mesir (1331) dan di Roma (1593).

Pada 1951, pemerintahan Mesir dan Arab Saudi membentuk panitia penyunting Ensiklopedia Asy-Syifa, sementara bidang logika diterbitkan di Kairo pada 1954 dengan judul Al-Burhan. Adapun bab ke-6 bidang fisika, sebagai landasan psikologi modern, diterbitkan oleh lembaga keilmuan Cekoslovakia di Praha, juga telah diterjemahkan ke dalam bahasa Prancis. Karya filsafatnya yang paling monumental, Al-Isyarat wa Al-Tanbihat, pernah diterbitkan di Leiden, Belanda, pada 1892, dan di Kairo pada 1947.

Pada usia relatif muda, 57 tahun, ia wafat di Hamadzan pada 428 H/1037 M, setelah menderita sakit. Ia meninggalkan warisan sangat berharga berupa sejumlah karya besar untuk dunia keilmuan.


Sumber : Majalah Barokah

0 komentar:

Posting Komentar

Tuliskan komentar anda (sertakan nama bila yang dipilih: anonymous)

Adukanlah Keluh Kesahmu Hanya Kepada Al-Rahman!

Oleh: Badrul Tamam Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah – ...

Copyright @ 2013 Desau rindu.